15 Tahayul Masa Kecilku

Masih ingatkan kalau ingin melakukan sesuatu waktu kecil orang tua sering kali untuk memberikan sebuah pelarangan mereka cenderung akan memberitahukan, mengingatkan kita melakukan sesuatu tanpa menjelaskan atau memberitahukan alasan logis seperti yang dituntut generasi masa kini. Orang tua sesuai dengan perannya saat itu menyampaikan suatu larangan atau nasehat dengan tidak memberikan penjelasan detail. Sementara anak waktu itu memang hanya “dituntut” untuk mendengarkan dan mematuhinya tanpa mesti mengkonfirmasi ulang maupun bertanya kembali supaya tak dikatakan sebagai anak durhaka. Sayangnya pada beberapa larangan dan informasi yang diberikan orang tua tak semua memiliki jawaban logis. Pada saat itu lebih dekat dengan penjelasan yang sifatnya tahayul atau tak logis bahkan cenderung mistis. Akan tetapi hal itu bukan berarti apa yang disampaikan orang tua ketika mendidik anaknya tempo dulu sama sekali tak memiliki makna. Ada banyak “in sight” yang dapat dipetik dari tindakan, pantangan, larangan, informasi meskipun bagi anak sekarang sedikit aneh.

Berikut beberapa hal yang dapat dimasukkan dalam kategori sebagai Tahayul, percaya tidak percaya yang diperoleh ketika masa kanak-kanak saya.

1. Menekan Kuku Jari

Pada saat akan melewati seekor anjing yang galak dulu orang meyakini bahwa untuk menghindar dari kejaran anjing galak kita perlu menekan kuku yang ada pada jempol dan jari telunjuk. Percaya atau tidak bila sudah dilakukan benar anjing takkan mengejar bahkan menggonggongpun tidak.

2. Kejatuhan Cicak

Bila suatu ketika seseorang kejatuhan cecak diatas kepala maka mereka akan mengalami kehilangan orang tua yang dicintai.

3. Alis Mata Kiri Kedutan

Jika suatu saat mata kiri seseorang kerap kedutan itu adalah sebuah tanda akan mendapati atau mendengar berita kesedihan kerabat dekat.

4. Telapak Tangan Kanan Gatal

Seseorang akan memperoleh rejeki manakala ia merasakan telapak tangan kanan gatal. Namun ada juga pengertian ia akan memukul orang.

5. Gigi Tanggal

Apabila salah satu gigi tanggal maka gigi bagian atas dibuang ke bawah atau tanah sedangkan gigi bagian bawah mesti dibuang pokoknya keatas, biasanya ke atas genting.

6. Kupu-Kupu Masuk Kerumah

Seekor kupu-kupu masuk kedalam rumah. Beberapa hari kemudian akan datang tamu yang akan berkunjung ke rumah.

7. Cicak Berbunyi

Seekor cicak yang berbunyi di dalam rumah persis pada bagian atas sebuah pintu rumah terutama pintu ruang tamu maka dalam beberapa hari rumah itu akan kedatangan tamu.

8. Pakaian Dalam Terbalik

Memakai pakaian dalam dengan terbalik akan melindungi dan mengusir roh jahat yang mengganggu seseorang.

9. Bersiul Malam Hari

Pada saat berada di dalam ruangan atau rumah tidak diperkenankan bersiul apalagi membunyikan terompet, suling atau yang sejenis sebab sama saja memanggil roh jahat masuk kedalam rumah kita.

10.Buang Sampah Malam Hari

Jika kita membuang sampah rumah tangga di waktu malam hari itu ditengarai sama saja membuang rejeki. Jadi bila ingin membuang sampah maka baru dapat dilakukan pada keesokan hari saja.

11. Mencuci Piring Malam Hari

Hampir sama dengan membuang sampah. Mencuci piring diwaktu malam adalah sebuah kegiatan untuk membuang rejeki yang sudah diperoleh dengan semangat kerja keras diwaktu pagi, siang hingga malam menjelang.

12. Membeli Beras Malam Hari

Setiap kali akan membeli beras selalu diminta tidak dilakukan pada malam hari sebab akan menjadikan beras itu cepat habis daripada waktu seharusnya.

13. Cermin Pengusir Tuyul

Sebuah cermin atau kaca dibutuhkan untuk diletakkan di dompet, tas atau tempat menyimpan uang. Apabila ditaruh tuyul yang berniat mencuri takkan bisa. Itu disebabkan karena wajah tuyul yang jelek terlihat oleh dirinya sendiri dan mengakibatkan tuyul membatalkan niatnya.

14. Jarum/Gunting Orang Hamil

Selama mengandung seorang ibu hamil bila akan keluar rumah diatas jam enam sore maka dibutuhkan Jarum, Gunting atau benda tajam lain. Tujuannya untuk mengusir kuntilanak agar tidak mengganggu orang hamil itu. Konon Kuntilanak takut akan benda tersebut.

15. Payung Lancip

Bila musim hujan tiba diminta tidak menggunakan payung yang ujung atasnya lancip dan terbuat dari logam sebab dikhawatirkan akan terkena petir atau geledek. Jadi kalau membeli payung belilah payung yang tidak lancip dan yang bukan terbuat dari logam agar terhindar dari bahaya guntur.

Benar atau tidak semua itu hanyalah sebuah ungkapan jadi silahkan mau percaya atau dipercaya.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 31/03/2011, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: