Sebuah Contoh Toleransi

Surat kabar yang terbit pada hari Senin 14 Maret 2011 selain dipenuhi informasi terkini peristiwa Gempa Jepang juga dihiasi dengan berita, ”pengalihan” bila tak ingin menggunakan kata pelarangan jemaat GKI di Bogor untuk beribadah meskipun telah keluar putusan MA yang memenangkan pihak gereja. Berikut adalah ketikan sebuah contoh toleransi yang pernah saya rasakan beberapa tahun silam. Melalui seorang tokoh yang saya angkat ini toleransi antar umat beragama ditanamkan betul oleh beliau.

Jika anda lahir dibawah tahun 1970an pasti mengenal sosok yang satu ini. Ganteng, tegas berwibawa dan dicintai prajurit. Siapa yang tak kenal dengan Jenderal TNI Purnawirawan Wismoyo Arismunandar ? Jenderal yang satu ini pada tahun 1985an merupakan salah seorang tokoh militer yang disegani. Coba saja tengok berapa banyak gelar yang sudah ia peroleh dari hampir seluruh daerah saat menjabat Kasad. Gelar adat sebagai pemersatu bangsa diterimanya mulai dari Sabang hingga Merauke. Tanpa kenal lelah sedikitpun ia mengunjungi prajuritnya dimana saja mereka berada. Seolah waktu itu kurang dari 24 jam. Wartawan yang mengikuti perjalanannya saja kewalahan. Setiap kunjungan ke Markas Pasukan dalam pembinaannya tak pernah terlihat aura sepi atau bahkan kesedihan. Lagu-lagu penyemangat dengan tepuk tangan meriah selalu mengisi kunjungannya. Digendong, diarak, dielu-elukan adalah pemandangan rutin yang terekam saat ia mengunjungi sebuah markas pasukan. Sampai-sampai seorang wartawan pernah menyampaikan bahwa setiap melakukan kunjungan kerja ke Batalyon-Batalyon binaannya seluruh prajurit jika diminta mati oleh nya maka hal tersebut akan dilakukan oleh mereka. Ia merupakan salah satu tokoh pemersatu di lingkungan militer ketika itu. Cerminan jiwa semangat sering ditonjolkan oleh beliau. Sebuah hal lain yang menjadi ciri khas Pak Wismoyo adalah ia tak mengijinkan seluruh perwira yang menjadi bawahannya memakai jam tangan pada tangan kiri. Itu tabu katanya. Semua mesti pakai jam di tangan kanan. Jam tangan itu memiliki filosofi diantaranya ; Kedisiplinan, Ketaatan dan Rasa Hormat. Itulah alasan mengapa jam mesti dikenakan pada tangan kiri. Itulah ajakan saya beliau kepada para prajuritnya.

Selain itu kepiawaiannya “memanjakan“ prajurit memang sudah terkenal sejak dia masih berada di Grup 1 Kopassus Taman Serang hingga ia menjadi pucuk pimpinan TNI AD, Kasad. Sayang sepak terjangnya berhenti hanya sampai disitu.

Pernah ketika masih di Grup 1 sehabis latihan kesiapan operasi tempur dilaksanakan dan dari sudut pandang beliau hasilnya memuaskan hati, ia pun memberikan hadiah khusus atas permintaan para prajurit itu sendiri yakni mendatangkan seorang penyanyi dangdut terkenal waktu itu Elvy Sukaesih. Perhatian kepada kebutuhan prajuritnya sungguh dirasakan sekali.

Selain itu pak Wismoyo juga mencontohkan sikap toleransi yang sangat tinggi dan patut dicontoh bagi siapapun penguasa dinegeri ini. Apalagi jika berbicara mengenai kerukunan antar umat beragama. Hal tersebut masih terekam dengan jelas dalam memori pikiran saya. Selama ia menjabat sebagai Komandan Grup 1 Kopassandha (kini Grup 1 Kopassus), Pak Wismoyo setiap Hari Natal pasti mengunjungi rumah anak buah yang merayakan terutama dirumah para perwiranya. Salah satunya beliau akan mengunjungi ke rumah kami yang saat itu kebetulan letaknya tak jauh dari rumah beliau di dalam kompleks. Saat melakukan kunjungan kekediaman di H 70 No 2, hal pertama yang akan beliau lakukan adalah mengechek kamar mandi. Ia akan melihat bagaimana kamar mandi anak buahnya. Apakah terawat dengan baik atau malah kotor tak terurus. Dua buah kamar mandi dirumah papa padpa waktu itu senantiasa menjadi sasaran empuk untuk diperiksa olehnya. Setelah dia melakukan pengechekan barulah ia meminta almarhum papa untuk memanggil semua anak-anaknya. Pria yang pernah menjabat Ketua KONI itupun memberikan ucapan Selamat Hari Natal buat almarhum papa, mama dan kami sekeluarga yang turut berbaris menghadapnya di ruang tamu.

Apa yang dilakukan mantan Panglima Kostrad melakukan silaturahmi atau kunjungan saat Natal tiba ini dilanjutkan oleh pengganti beliau Kolonel Inf Yusman Yutam yang kala itu merupakan Wakil Komandan Grup atau Wadan Grup. Sungguh terasa sekali kekentalan kerukunan beragama di lingkungan Kompleks Kopassandha atau Kopassus saat itu. Akhirnya berdampak pada kehidupan beragama dikompleks. Anggota Kristiani sowan ke rumah anggota Baret Merah yang merayakan hari istimewa seperti lebaran. Sebaliknya saat Natal prajurit Kopassandha beragama Islam lantas turut memberikan ucapan selamat kepada umat Kristiani di dalam Kompleks. Entah saat ini seperti apa saya tak mengetahuinya. Akan tetapi rasanya hal seperti ini tetap terpelihara dengan baik tidak hanya di Serang dan juga di Cijantung. Saling kunjung mengunjungi mengucapkan selamat hari raya sesama prajurit di dalam kompleks. Jenderal Purnawirawan Wismoyo Arismunandar telah memberikan contoh teladan, tinggal saja bagaimana menyikapi selanjutnya terkait sikap menjalankan kerukunan antar umat beragama itu sebaiknya. Tidak seperti sekarang banyak contoh pelarangan beribadah dialami oleh umat beragama. Masyarakat sipil mesti melihat betapa toleransi diperumahan militer dijalankan betul. Rasa aman tenteram sangat terasa.

Semoga pada masa mendatang akan muncul penerus Wismoyo Wismoyo lainnya. Aksi memanjakan prajurit sepertinya mengikuti gaya pendahulu sebelumnya almarhum Menhankam/Pangab Jenderal Purnawirawan M.Yusuf. Teladan yang diberikan kepada prajurit mampu menginspirasi untuk membina toleransi beragama di bumi Indonesia.

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 14/03/2011, in Putra Cijantung. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: