GKP Yeruel Cibubur : Namanya Ada Disebut

Saat hari Sabtu 12 Maret 2011 lalu pergi ke Cimanggis, rumah kedua, sebuah buku warna biru menarik perhatian saya. Buku yang tersimpan dalam brankas milik almarhum papa membuat saya mesti mengetik ulang apa yang ada dalam buku tersebut. Apa yang menarik hati saya, tak lain karena dalam buku itu ada sebuah sejarah yang mesti diingat oleh anak cucu almarhum papa saya. Dalam buku dengan gambar sampul foto sebuah gereja di Cibubur, nama almarhum papa ada disebut.

Kini saatnya untuk menuliskan apa kiprahnya dalam blog ini supaya anak cucu almarhum Pdt. Frederik Soleman Katipana dapat mengetahuinya.

Papa semasa hidupnya selain di melayani GPM Wonreli Kisar dan Gereja Abraham di Serang beliau pernah juga memiliki karya dan karsa di Gereja POUK Immanuel, Gereja POUK Pelita Sukatani, GPIB Koinonia Jatinegara, GPIB Pancaran Kasih Depok dan beberapa gereja lain termasuk GKP Yeruel Cibubur. Ketikan kali ini adalah mengenai bagaimana peran Papa dalam sejarah perjalanan gereja dimana almarhum Papa terlibat disana.

Pada tahun 1969 rumah kediaman Bapak Yotam Sairin yang terletak di Jalan Raya Bogor KM. 27 telah dijadikan Pos Kebaktian GKP Rehoboth Jatinegara. Waktu itu sudah berkumpul 5 keluarga Kristiani yang berdomisili di wilayah Cibubur. Pertambahan jumlah warga jemaat pada Poskeb ini di tahun 1971 menjadi 50 keluarga menjadikan rumah yang dijadikan tempat ibadah tak lagi mampu menampung jumlah jemaat pada saat itu.

Allah mengetuk hati Bapak Yotam Sairin sehingga membuat beliau dengan penuh sukacita menghibahkan tanah pekarangan rumahnya seluas 500m2 digunakan untuk membangun gedung gereja berukuran 11×8 meter.

Ibadah Peletakan Batu pertama dilakukan pada tanggal 31 Oktober 1971 dilayani oleh Pdt. Habil Atje. Tak memakan waktu yang panjang bulan Agustus 1972 pembangunan gedung gerejapun selesai. Peresmian penggunaan gedung gereja dilakukan oleh BP Sinode GKP pada tanggal 31 Oktober 1972. Inilah tanggal yang ditetapkan menjadi hari lahirnya GKP Yeruel.

Atas persetujuan bersama, almarhum Pdt. FS. Katipana, papa, diminta untuk memberikan nama bagi gedung gereja tersebut. Karena sering memberikan pelayanan di gereja itu lantas papa memberikan nama YERUEL yang artinya ; Allah Melihat, Allah Memanggil dan Allah Mengadakan ( 2 Taw 20 :16-17). Melalui bimbingan GKP Regobot Jatinegara, Poskeb ini dipersiapkan menjadi jemaat dewasa. Akhirnya pada 21 November 1979 BP Sinode GKP meresmikan Poskeb Cibubur menjadi GKP YERUEL Cibubur sebagai jemaat mandiri. Pdt. Robby Rumbayan pun ditetapkan sebagai pendeta konsulen pada saat itu. Selanjutnya Majelis Jemaat memanggil Vikaris Supriatno, Sth untuk ditahbiskan menjadi pendeta jemaat pertama di GKP Yeruel Cibubur.

Gedung gereja yang tadinya terletak di Jalan Raya Bogor tersebut pada 2 Juni 1991 dipindah ke Jl. Tipar No. 10 sebab gedung gereja lama tak lagi mampu menampung seiring bertambahnya jumlah jemaat. Gedung di Jalan Tipar ini diresmikan penggunaannya oleh BP Sinode GKP pada tanggal 20 Februari 1993 dengan pendeta jemaat adalah Pdt. Agustinus Atua.

Itulah sebuah gereja lagi yang mencatatkan nama papa dalam sejarah perjalanannya. Nama almarhum papa disebut. Hingga kini untuk melanjutkan kiprah almarhum papa dibeberapa gereja, sebelum wafat meski bukan keinginan daripadanya namun anak-anak beliau membagi diri masing-masing. Abang saya berjemaat di GKP Yeruel, Mama dan seorang abang saya lagi bergereja di POUK Pelita Sukatani sedangkan saya dan seorang kakak perempuan berkiprah di GPIB Pancaran Kasih. Semua dilakukan agar dimana nama almarhum papa disebut, disitu masih ada keturunannya yang melayani TUHAN. Tidak harus menjadi pendeta.

Nama almarhum papa senantiasa disebut di GKP Cibubur. Biarlah itu senantiasa akan menjadi dupa yang harum bagi kami anak-anak dan cucu-cucunya. Terima Kasih TUHAN kiranya namaMU senantiasa ada pada hati saya sepanjang tarikan nafas kehidupan.

Namanya ada di sebut, Terpujilah Tuhan Haleluya !

Catatan :
sebagian informasi diambil dari Buku Acara Peringatan HUT Ke-37 GKP Yeruel Cibubur

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 13/03/2011, in Keluarga. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: