Jagalah Mulutmu

Sewaktu masih duduk dibangku kuliah saya pernah jatuh sakit yang cukup lama. Saya saat itu sebenarnya baru saja turun dari kereta api. Tubuh saya ketika itu merasa tidak nyaman. Jantung berdetak cukup cepat. Sayapun memutuskan untuk pergi ke salah satu rumah sakit di kota Semarang. Pada waktu dilakukan pemeriksaan oleh seorang dokter ternyata tekanan darah saya diatas ambang batas normal. Meski belum melakukan aktifitas tensi saya sudah mencapai 150/100 padahal seperti diketahui batasannya adalah 120/80. Saya pun kaget sebab tak biasanya memiliki tekanan darah diatas normal. Dokterpun menyarankan saya dirawat karena selain pusing saya juga merasakan hal kurang nyaman dalam tubuh. Akhirnya masuklah saya dalam ruang perawatan di rumah sakit Telogo Redjo Semarang. Saya mengalami opname kali ini cukup lama. Sebelumnya pernah dirawat akan tetapi tidak lama karena hanya operasi amandel. Akibat waktu perawatan selama tiga minggu ini saya akhirnya memutuskan sama sekali tidak ingin menyentuh lagi daging berkaki empat. Pasalnya saat menempati rumah kost di Brumbungan setiap malam dalam kurun waktu yang cukup panjang saya selalu menyantap makan malam dengan menu dari daging kambing. Hari ini makan tongseng besoknya sate kambing lusa pun menikmati sop juga dari daging kambing. Begitu seterusnya. Hal itu diduga sebagai pemicu tekanan darah saya melonjak naik sehingga membuat tubuh sama sekali tak nyaman. Disamping itu konklusi dari percakapan yang saya peroleh dengan pasien rumah sakit tersebut membuat saya semakin mantap dengan putusan untuk tidak lagi menyantap sumber makanan dari binatang berkaki empat. Coba bayangkan ada seorang pasien yang saya jumpai saat itu mesti dilakukan operasi pencopotan batok kepala sebab terjadi pendarahan di pembuluh darah otaknya. Akibat dari operasi itu Bapak yang saya jumpai salah satunya hanya dapat mengenali semua jenis makanan seolah sebagai tempe saja rasanya. Makan daging ya dia bilang rasanya kayak tempe pun demikian dengan ikan. Maka dari itu semakin mantablah saya memutuskan untuk tidak lagi menyantap makanan dari daging berkaki empat. Sebagai pengganti saya lebih memilih ikan.

Dari ceritera diatas tidak heran bila WHO pernah mengeluarkan syarat Sehat seseorang itu adalah tergantung kepada ; Food, Shelter dan Sex. Food tentunya dalam mengkonsumsi makanan setiap manusia mesti dapat mengontrol. Shelter disini memiliki pengertian, tempat tinggal dan yang terakhir Sex artinya semua manusia membutuhkan ini juga dalam menjalani kehidupannya.

Jadi kalau saat ini ada teman yang masih belum menjaga dalam mengkonsumsi makanan mulailah mengatur pola makan agar terhindar dari penyakit. Food adalah hal utama penyebab timbulnya penyakit di dalam tubuh manusia. Maka jagalah mulut kita jika ingin memiliki tubuh sehat.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 11/03/2011, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: