Firasat

Membaca sebuah kata yang menjadi judul diatas rasanya bukan suatu hal yang baru. Pasti semua telah mengetahui apa arti kata tersebut. Ketika ayah saya dipanggil oleh Bapa di surga tidak sedikit yang menanyakan apakah sebelum beliau meninggal saya memperoleh tanda bagi kepergiannya.

Sebuah ceritera juga pernah saya dengar pada waktu seorang ponakan yang mengisahkan beberapa waktu sebelum maminya meninggal ia antara sadar dan tidak dia seolah bermimpi maminya berdiri di depan pintu rumah sambil membawa koper seolah akan bepergian jauh. Pada samping kirinya berdiri seorang hamba Tuhan yang melayani di gereja mereka. Setelah maminya meninggal ceritera ini seolah dijadikan sebuah firasat. Itu adalah suatu tanda katanya.

Disamping itu banyak juga orang cenderung mengkait-kaitkan satu kejadian yang dialami dengan sebuah peristiwa berbeda. Sebagai contoh kalau mata kiri bergerak atau mengedip terus maka akan ada kejadian sedih yang dihadapi pada hari menjelang. Ceritera berbeda juga pernah saya dengar bahwa jika salah satu gigi kita tanggal maka memiliki arti akan ada peristiwa sedih yang dialami keluarga terdekat. Contoh kisah-kisah diatas itu bukan tidak mungkin pernah pula dialami oleh siapapun termasuk anda dan saya. Selain dua contoh tadi sebenarnya ada juga yang menganggap kalau mimpi itu merupakan firasat juga. Lantas kita suka mengkaitkan dengan apa yang tertulis dalam Aliktab. Seperti ceritera Yusuf dan saudara-saudaranya. Bagaimana mimpi yang dialami dia benar menjadi kenyataan dalam perjalanan kehidupan pribadinya. Akan tetapi itu kan jaman dulu dimana kalau kita simak dari ceritera di Kitab Perjanjian Lama banyak tokoh yang masih bisa berkomunikasi langsung dengan Allah. Pada sisi lain apakah jika kita mengalami mimpi seperti Jusuf itu berarti akan menjadi kenyataan juga ?. Jawabannya bisa ya dan dapat pula tidak. Selanjutnya langkah yang sebaiknya kita tempuh adalah kembali pada Tuhan. Kita sudah semestinya memohon petunjuk kepada DIA yang memiliki hidup kita sehingga kita dimampukan dalam mentafsirkan ataukah memahami atas apa yang kita alami. Hikmat atas sebuah peristiwa patut ditelaah agar kita tak masuk dalam sebuah perangkap iblis.

Datanglah pada TUHAN untuk meminta hikmat kepadaNYA.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 02/03/2011, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: