Kapan Geng Kereta Di Bersihkan

Ketikan ini mungkin sudah yang kesekian kalinya ya. Entah sudah ada berapa kali saya menulis tentang kereta. Keluhan sebenarnya hanya mengulang saja. Pada gerbong tertentu masih saja saya melihat orang bergerombol sesama teman di komunitas mereka merugikan orang lain. Ceriteranya diawali saat saya duduk di bagian ujung dekat bangku prioritas. Sejumlah penumpang Ibu-ibu dan Bapak-Bapak langsung mengambil dan menguasai tempat. 8 orang mengambil tempat duduk prioritas sedangkan sisanya dengan kursi lipat yang mereka bawa langsung menguasai area di dekat sambungan kereta itu sehingga tak dapat lagi orang lain yang bukan kelompoknya masuk ke area itu. Tak lama berselang naiklah seorang ibu yang membawa anak kecil. Usia anak itu kira-kira 2 tahun. Keduanya berdiri di pintu. Saya agak heran ketika seorang petugas keamanan mendekati, dia malah menyuruh ibu muda dengan anaknya itu menuju ke tempat duduk prioritas ujung lainnya dan bukan ke tempat duduk prioritas yang lebih dekat dengan posisi ibu berdiri saat masuk. Saya lantas iseng menanyakan kepada petugas berseragam biru itu, “ Mengapa tidak disitu saja ?“ sambil menunjuk ke tempat duduk prioritas yang sudah diisi oleh para ibu-ibu satu geng. Petugas itu menjawab mereka hamil semua katanya. Wuih luar biasa herman ! Saya dengan jelas melihat dengan mata telanjang 8 orang yang duduk dikursi prioritas itu satupun tidak ada yang sedang hamil. Mendengar hal itu saya hanya dapat mengelus dada seraya menarik nafas panjang. Ingin sekali saya menangkap basah persekongkolan yang senantiasa berlangsung antara geng dimaksud dengan oknum petugas berseraham biru diatas kereta. Pertanyaannya kenapa seorang petugas malah enggan memberi teguran. Petugas cenderung membiarkan hal seperti itu terjadi. Mereka seolah tak peduli. Pikirnya tugas mereka hanya mengechek karcis.

Para anggota geng biasanya mengambil tempat di gerbong dua dan tujuh. Area yang sudah diduduki biasanya dilewati saja tanpa dilakukan pemeriksaan karcis.

Entah permainan jenis apa yang sering dilakoni oleh petugas dengan geng penumpang itu. Saya sadar mungkin orang lain akan tertawa membaca kisah yang usang ini. Atau bisa jadi malah berpendapat kenapa saya mengurusi hal ini. Yah namanya juga tak setuju dengan sebuah permainan kotor itu. Sampai kapan keadaan seperti itu akan berlangsung hanya Tuhanlah yang mengetahuinya.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 21/02/2011, in ROKER. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: