Jangan Pakai Topengmu

Beberapa waktu lalu seorang penceramah kondang ditanah air memutuskan menikah lagi. Sontak berita itu menggemparkan. Banyak orang yang memprotes rencana itu. Terutama kaum wanita pengagum lelaki bersorban itu. Ucapannya yang selama ini menyejukkan seolah hilang begitu saja. Bahkan ada juga yang hingga kini tak sudi lagi menonton dan mendengarkannya pada setiap kemunculannya di publik.
Itulah jadinya jika pengkultusan individu dilakukan.

Dalam dunia kerja kita juga sering menjumpai hal serupa meski tak selalu sama. Rekan kerja mungkin melihat seorang sosok yang taat, patuh pada aturan namun dalam kelakuannya kadangkala tanpa disadarinya telah membuat kecewa orang lain. Ucapan dan pemikirannya acapkali tidak berjalan beriringan. Jika bertutur sopan, menyejukkan bak seorang ayah atau ibu yang bijaksana namun sayangnya mereka banyak pula yang perilakunya membuat kesal rekannya. Entah apa yang dilakukan oleh mereka itu disadarinya atau tidak perlu percakapan lebih jauh lagi. Namun satu hal yang pasti rekan kerja seperti itu banyak sekali dikantor ini.

Mereka yang taat, rajin tidak selamanya berarti baik. Tak sedikit karyawan yang tuturnya baik kelakuannya pun tak seperti itu. Contohnya ia taat, patuh dengan aturan akan tetapi dia korupsi waktu kerja. Seharusnya sudah bekerja namun hingga jam istirahat usai masih saja berada diluar kantor untuk urusan lain. Memang mereka memiliki alasan namun coba jujur dijawab dari hati nurani. Boleh tidak melakukan seperti itu dijam kerja. Kelihatannya klise tapi itu yang terjadi selama ini

Dalam kehidupan berbangsa sepertinya hal seperti itu sudah menjadi mahfum. Tidak ada lagi pejabat yang tidak menggunakan topeng. Semua memakai topengnya. Mereka seolah tidak berani membuka siapa dirinya sebenarnya akibatnya bangsa ini semakin terpuruk adanya. Ada juga sewaktu dia belum jadi pejabat suaranya lantang mengeluarkan nuraninya namun ketika berada dalam dunia topeng iapun memakai topeng miliknya. Uang, jabatan akan merubah segalanya.

Semoga saya tidak termasuk salah satu diantaranya. Saya tidak ingin menggunakan topeng selama saya hidup. Meskipun terkadang keterusterangan, kejujuran akan menghadapi sebuah tembok kuat yang sulit ditembus tapi tidak ada salahnya jika tetap dipertahankan sikap seperti itu.

So help me God !

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 11/02/2011, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: