Semua Tak Perlu Berlebihan : Selamat Jalan Rekanku RS

Seperti biasanya pada setiap hari Sabtu atau Minggu saya akan mengajak anak dan isteri mengunjui Mama atau Oma serta keluarga lainnya. Kami melakukan kunjungan untuk memperkenalkan anak saya dengan keluarga besar agar ia tahu siapa saja keluarga terdekatnya. Tak ada yang terlalu istimewa berlangsung pada hari Minggu 30 Januari 2011 itu. Isteri saya memanggil seorang penjual Bakwan Malang yang mengitari Kompleks Perumahan Purnawirawan Kopassus Kedayu Cimanggis. Saya istri dan anak bersama Oma dan keempat ponakan menyantap Bakwan Malang ini di teras rumah Oma. Semua berjalan apa adanya. Lumayan juga rasa Bakwan Malang ini. Gurih rasanya tidak menyesal menyantapnya. Seusai kami menikmati sore hari di teras rumah anak dan ponakan sayapun masuk kembali ke dalam rumah untuk mandi sore. Saat itulah sambil menyaksikan pertandingan sepak bola disalah satu stasiun televisi sebuah berita yang memiris hati saya dengar. Salah satu abang saya menceriterakan bahwa salah seorang teman kami saat tinggal di Kompleks Kopassus Cijantung telah meninggal dunia. Satu hal yang membuat hati saya tersayat adalah bagaimana ia meninggal. Almarhumah yang diceriterakan ini dipanggil yang maha kuasa saat ia menjaga sang suami yang sedang dalam perawatan di sebuah rumah sakit di kota Manado. Menurut ceritera abang saya almarhumah selama sang suami dirawat menyantap salah satu produk makanan yang diseduh. Selama 8 bulan perawatan suaminya ia rupanya berlebihan menyantap makanan itu sehingga mengakibatkan ia divonis mengalami penyakit kanker darah. Alhasil ia mesti mendahului suami yang selama ini ia turut jaga dan rawat sepanjang dirawat di rumah sakit itu. Kisah yang menyedihkan.

Suami yang dirawatnya masih hidup hingga kini sementara isteri yang menjaganya selama sakit harus meninggalkan dunia selama lamanya hanya karena memakan makanan instan berlebihan.

Hidup ini penuh dengan misteri. Jalan hidup seseorang tak pernah dapat ditebak. Orang yang sudah divonis mati karena suatu penyakit malah tetap hidup terus hingga kini sementara orang lain yang sehat tak diduga malah dipanggil menghadapNYA lebih dahulu. Intisari dari ceritera kali ini kita mesti mempertimbangkan lebih dalam pada waktu akan menyantap makanan. Tidak perlu takut namun tak perlu berlebihan juga memakannya. Kedua yang dapat dipetik adalah siapapun dari kita jika sedang menjaga keluarga yang sakit patut pula menjaga kesehatannya dengan istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi. Ketiga tentunya tetap terus berdoa memohon kekuatan pada Tuhan yang Maha Kuasa Yesus Kristus pemilik hidup kita.

Selamat Jalan buat Mbak RS Tuhan Menyertaimu. Kenangan di Cijantung sewaktu kita bermain akan selalu teringat.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 31/01/2011, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: