Selamat Natal 2010

Mulai tanggal 11 Desember 2010 berbagai perayaan Natal saya hadiri. Pertama tentu natal bersama karyawan di Podium Depan Kantor Pusat. Tak ada yang terlalu istimewa dalam perayaan kali ini. Semua datar-datar saja. Belum terlihat terobosan baru yang membuat Natal semakin bergairah.

Tanggal 18 Desember 2010, satu minggu berikutnya, perayaan Natal Jemaat GPIB Pancaran Kasih Depok. Konsep acara yang diusung baik. Natal jemaat yang dihadiri lebih dari 1000 orang ini cukup berhasil dari sisi pelaksanaan. Meskipun masih ada beberapa warga jemaat yang tak kebagian konsumsi. Hal baru adalah keberanian menampilkan sebuah group Band dalam Perayaan. Ini sebuah terobosan yang baik dalam lingkingan GPIB yang biasanya agak alergi dengan kehadiran alat Band. Acara lain umumnya sama saja, tidak terlalu istimewa.

Kedua perayaan Natal baik di kantor dan di Gereja, kesemuanya datar-datar saja. Namun buat pribadi Natal tahun 2010 ini merupakan sebuah tantangan yang cukup berat. Baru kali ini saya bersama keluarga merayakan Natal tanpa kehadiran seorang Papa, Opa terkasih. Jadilah malam natal 24 Desember 2010 keharuan melanda kami semua saat melakukan Ibadah keluarga saat malam Natal. Biasanya Papa, Opa yang memanggil, mengumpulkan kami untuk berkumpul di ruang keluarga depan Televisi, mulai tahun ini keluarga mesti belajar untuk melakukannya tanpa kehadiran sosok panutan yang selama ini membimbing kami semua.

Rasa sedih mulai muncul saat doa syukur malam natal disampaikan. Dengan berusaha menahan keharuan, salah seorang abang saya tetap berusaha menaikkan doa syukur kepada TUHAN.

Contoh teladan, kebaikan yang kami terima dari Papa, Opa tak lagi kami rasakan. Dan pada malam Natal 2010 ini baru benar terasa ketidak hadirannya. Suasana seperti kosong. Tak ada Papa yang biasanya sudah duduk di lantai mengambil Tata Ibadah dari GPIB Pancaran Kasih, Alkitab telah sedia diatas meja. Sedih sekali apabila mengingat saat itu.

Hal itu akan berulang lagi nanti pada saat malam tahun baru. Kami juga akan berusaha tegar untuk tetap melakukan Ibadah Syukur Malam tahun baru meskipun baru pertama kali kami melakukannya tanpa kehadiran sosk yang selama ini menjadi kebanggaan dalam hidup kami.

Kuatkanlah hati kami semua terutama kakak Fani dan bang Herman yang sepertinya merasa kehilangan sekali. Artinya lebih berat dibandingkan saya sendiri dan abang Polly serta Mama Cimanggis.

Papa sudah dimuliakan TUHAN di rumah Bapa. Kami anak cucunya masih berjuang di kehidupan fana. Maafkanlah saya papa bila semasa hidupmu saya seringkali mengecewakanmu. Meskipun tak pernah kau ungkapkan dari mulutmu namun saya merasakan kehilangan yang dalam juga.

Tak ada lagi yang akan datang kerumah menengok kami sehabis mengambil pensiun. Tidak ada lagi yang meminta kepada isteri untuk dimasakkan ikan mas arsik kesenangannya. Terlebih lagi, anakku tak mengenal Opanya dengan baik.

Semua yang telah Papa buat untuk Welly takkan pernah terlupakan. Hingga diketiknya tulisan ini, Papa adalah yang terkasih dalam hidup ku. Papa adalah seorang Pendeta Tentara yang hidupnya dalam jalan TUHAN. Usiamu 80 tahun baru meninggalkan kami, itu membuktikan betapa TUHAN sayang kepadanya. Kesusahan, kesulitan masa mudamu belum kubalas dimasa tua mu dengan sempurna. Papa pung capai mendahului baktiku padamu.

Selamat Natal Papa, Opa, Tuhan Yesus MemberkatiMU senantiasa di Sorga yang senang. Tulang rusukmu yang hingga kini masih bersama kami anak-anakmu, akan kami jaga sebaik Papa menjaganya hingga mencapai Pernikahan Emas kalian berdua.

Sekali lagi Selamat Natal Papaku Sayang. Aku akan selalu ingat kata-katamu dalam mendidik kami, “Aku Semakin berkurang dan Engkau semakin bertambah”, Terpujilah TUHAN selama-lamanya, AMIN

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 29/12/2010, in Keluarga. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: