Kuatkanlah Teman Kita Saat Kedukaan Melanda

Hari Selasa 14 Desember 2010 kemarin saya turut serta bersama Majelis Jemaat Bajem 1 lainnya melayani di rumah duka RSPAD. Isteri dari salah seorang Majelis Jemaat dipanggil Tuhan yang Maha Agung. Ketika turun dari kereta jenasah yang membawa istri terkasihnya, rekan majelis ini langsung memeluk saya seraya berkata ”Bantu saya agar kuat”. Suaranya lirih seperti seorang yang membisikkan sesuatu. Sejak perkataan itu terucap dalam hati saya tak bisa kita hanya memberikan kata kata penghiburan namun selebihnya kehadiran rekannya malam itu setidaknya akan menambah energi bagi dirinya untuk tabah kuat dalam menghadapi kedukaan ini.
Orang boleh saja cakap. Akan tetapi jika belum pernah merasakan bagaimana mereka kehilangan seseorang yang dicintainya maka sebaiknya tidak mencoba untuk menghibur orang yang sedang kehilangan. Biarkan saja mereka menangis bila memang menangis. Itu perlu dilakukan bila tidak malahan akan berujung lain. Tak usah repot untuk merajuk menenangkannya. Setiap ucapan pada saat itu tidak semua akan dicerna dan pas untuknya. Yang sedang dipikirkan hanyalah mengapa orang yang dikasihinya berpulang. Kenapa Tuhan terlalu cepat memanggilnya. Mengapa tidak menitipkan pesan terakhir dan masih banyak lagi pikiran perkataan yang ada padanya. Itu semua akan terlintas dalam pikiran mereka. Prinsipnya biarkanlah yang sedang dilanda kedukaan mengeluarkan emosi jiwa. Tugas kita adalah berada disampingnya saat dia membutuhkan sesuatu. Dia akan merasakan kehadiran kita sebagai sebuah amunisi. Kehadiran kita disamping mereka yang sedang dilanda kedukaan secara perlahan mesti diberikan sentuhan rohani. Tanpa terkesan menggurui kita mesti menyampaikan Firman Tuhan. Itulah kekuatan yang sejati. Disanalah penghiburan abadi. Bisikan ayat ayat emas Firman Allah akan menyejukkan dan menambah kekuatan bagi batinnya sebab kematian hanyalah perpisahan sementara. Kelak suatu hari nanti kita akan bersua lagi dirumah Bapa yang kekal. Air mata yang keluar melepas kepergian orang terkasih takkan dijumpai kembali disana. Kata kata yang menguatkan iman akan menguatkan namun sekali lagi diingatkan tidak perlu terlalu digembar gemborkan. Cukup perlahan saja ucapkan dengan lembut niscaya rekan yang kita hibur akan tegar kembali. Kuatkanlah rekan kita manakala ia sedang lemah. Bukan dengan melarang mereka menangis tetapi sampaikanlah kata kata penghiburan secara perlahan nan lembut sehingga itu akan menjadi kekuatan dan penghiburan yang kekal. Manakala rekan kita sedang dilanda kesedihan mendalam karena berpulangnya salah seorang yang dikasihi maka sisihkanlah waktu kita buatnya. Pada saat seperti inilah dia membutuhkan kita. Kehadiran kita akan lebih terasa bagi mereka.

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 15/12/2010, in Pelayanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: