Gema Natal 2010 Tanpa Papa Bersama Kami


Sabtu 11 Desember 2010 setelah memastikan ketidaktersediaan armada taksi di salah satu pool dekat perumahanku saya memutuskan mencarinya di jalan raya. Mana tahu ada taksi lainnya dan biasanya tak sedikit yang lalu lalang. Tak menunggu terlalu lama saya melihat sebuah taksi warna biru melintas. Langsung saja saya mengeluarkan kode dan sopir taksi itupun memberikan anggukan tanda setuju. Ia lantas mengarahkan kendaraannya menuju perumahan saya. Tiba dirumah lantas saya bersama isteri dan anak terkasih bergegas memasuki taksi. Sopir taksi kami minta untuk mengantarkan ke kantor saya sebab hari itu adalah Perayaan Natal Kantor. Namun sebelumnya akan menjemput dulu kakak ipar dan 3 ponakan di Cimanggis. Ini adalah kali pertama saya mengajak anak terkasih ke perayaan natal dikantor. Tahun yang lalu saat ia berumur delapan bulan saya tak dapat menghadirinya sebab sedang mengikuti Training of Trainer for Outbound Trainer di Gunung Bunder Bogor. Perayaan Natal Indosat tahun ini tak banyak yang berubah seperti sebelumnya. Acara untuk anak-anak dilaksanakan di lantai 1 sementara acara dewasa di lantai 4 di ruang aduitorium. Aksi Baksos masih terlihat yang ditonjolkan dalam natal tahun ini. Gema Natal tahun 2010 mulai berdentang dimana-mana. Kiranya Damai Natal melingkupi saya bersama keluarga besar. Dan terpenting dari semua yang akan dilakukan hati dan pikiran saya senantiasa berpusat kepada pengorbanan Tuhan Yesus yang sudi meninggalkan tahta kerajaanNYA disurga sana turun kedalam dunia dengan sebuah misi menyelamatkan umat manusia yang percaya kepadaNYA termasuk saya dan keluarga. Saya juga mengharapkan Tuhan akan senantiasa memberikan kesehatan kepada saya agar dalam mengingat rayakan kedatanganNYA dapat diberikan kekuatan dan kesehatan yang sempurna sehingga pelayanan dan setiap acara dalam rangkaian perayaan Natal yang akan diikuti dapat dijalankan dengan penuh kesempurnaan seperti halnya karya keselamatan Yesus Kristus didunia yang fana ini. Hal ini perlu saya syukuri sebab tidak semua orang dapat merayakan Natal dengan kesempurnaan dalam artian mereka yang saat ini sedang dalam perawatan mesti didoakan agar dalam perayaan Natal 25 Desember 2010 mereka boleh hadir ditengah keluarganya. Dan jika ternyata mereka belum dapat menerima kesempurnaan itu kiranya akan diberikan kekuatan. Saya bersyukur dan berharap tak ada satupun keluarga yang mengalami ketidasempurnaan ketika merayakan natal tahun ini termasuk mama kakak abang ponakan apalagi anak dan istri serta diri pribadi. Saya mengangkat hal ini sebab ditengah perayaan Natal Sekolah Minggu yang saya ikuti bersama anak saya dan mamanya pada Minggu 12 Desember 2010 ini ada ditempat lain sebuah keadaan yang sama sekali berbeda dengan yang saya hadiri siang ini. Tempat itu adalah Rumah Sakit. Tak sedikit anak-anak Tuhan yang tidak dapat turut merayakan kehadiranNYA di dunia. Saya siang tadi sempat menjenguk salah seorang isteri rekan sepelayanan yang dirawat di ruang ICCU karena pendarahan diotak. Diruangan itu dalam hati saya bersyukur dan berdoa Tuhan jauhkanlah dari keluarga kami hal seperti itu. Ketika selang infus alat bantu pernafasan terpasang ditubuh yang tak sadarkan diri, siapakah manusia ini Tuhan tiada berdaya dihadapanMU. Betapa kecilnya kita sebagai ciptaanNYA dihadapanNYA. Tuhan kabulkanlah doa kami siang tadi dengan memberikan kesembuhan kepadanya jika Engkau berkenan meskipun secara medis dikatakan kesehatan ibu ini termasuk buruk. Jadi bersyukurlah dan berdoa selalu agar saat ini diberikan kesehatan. Kembali ke keluarga. Memang papa tak lagi bersama dengan saya dan keluarga namun kiranya Tuhan akan memberikan kekuatanNYA kepada saya dalam merayakan Natal tanpa kehadiran Papa atau Opa untuk pertama kalinya. Sepanjang hidup bersama papa ia yang memimpin ibadah malam natal kami. Dia paling rajin memfoto kopi tata ibadah malam natal dan malam tahun baru. Setiap waktu saat waktu mulai mendekati pukul 12 malam iapun memanggil anak-anaknya untuk berkumpul di ruang keluarga. Kami beribadah sekitar 45 menit lantas saling mengucapkan Selamat Natal sambil memeluk dan menciumi hidung masing-masing sesuai adat kami. Mulai dari Cijantung berlanjut ke Kompleks Kopassus di Serang Banten hingga ke Perumahan Purnawirawan Kopassus Kedayu Cimanggis. Saking sudah tertanamnya acara Ibadah Malam Natal dan Malam Tahun baru saya sampai tak pernah terlalu berani melewati kedua momen itu. Rasa khawatir dan takut akan menghantui bila sampai tak dapat mengikutinya. Sepanjang ingatan, saya hanya satu kali sempat tak mengikuti karena waktu itu papa dan mama sedang pulang kampung ke Kisar sedangkan saya masih kuliah di Semarang. Pada waktu itu malam tahun baru saya berada di Kopeng Salatiga guna mendaki gunung Merbabu bersama rekan mahasiswa. Persis di tanggal 1 sehabis turun gunung saya bergegas mencari gereja untuk ibadah di awal tahun. Ada perasaan was was jika belum mengikuti ibadah dan tidak berkumpul dengan keluarga. Untungnya tak jauh dari Kopeng saya menemukan gereja. Itu adalah kali pertama saya absen dari ibadah malam tahun baru di rumah. Dan ketidak hadiran saya sebenarnya karena papa sedang pulang kampung. Itupun sudah membuat saya khawatir. Namun kini di tahun 2010 ini saya tak tahu apakah dapat menahan kesedihan manakala dimalam natal Papa tak akan hadir bersama kami lagi. Bukan karena papa sedang pulang kampung tetapi disebabkan papa sudah dipanggil Tuhan 14 Juli 2010 lalu. Kiranya Tuhan akan memberikan kekuatan kepada saya dan semua keluarga. Gema Natal sudah menjelang. Damai Kristus kiranya melingkupi kami sekeluarga. Gloria in Excelsis Deo. Selamat Menikmati Gema Natal 2010 dan kekuatan serta sukacita melingkupi kehidupan sehari hari kami semua.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 12/12/2010, in Keluarga. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: