Terima Kasih Para Relawan

Korban tewas akibat batuknya gunung teraktif ini tergolong cukup banyak. Belum lagi menghitung jumlah pengungsi yang saat ini mesti hidup dalam keterbatasan di lokasi pengungsian yang serba minim. Dari balik semua ceritera sedih, pilu kita mesti angkat topi bagi mereka yang selama ini sudah membantu para korban Merapi. Dengan tanpa mengenal lelah mereka, yang dikenal dengan Sukarelawan ini tanpa pamrih menolong korban letusan Gunung yang sempat dijagai oleh almarhum Mbah Maridjan.

Terima kasih diucapkan buat mereka dari seluruh masyarakat Indonesia. Mereka layak disebut juga pahlawan tanpa tanda jasa. Bakti kalian takkan pernah terlupakan. Ceritera bagaimana perjuangan kalian akan menjadi catatan manis dalam buku sejarah perkembangan Bangsa ini. Salut bagi Tim Relawan bersama para anggota TNI khususnya Grup 2 Kopassus yang bermarkas di Kandangmenjangan Kartosuro Solo. Selain bakti tanpa pamrih yang dilakukan oleh para relawan bersama TNI secara khusus mestinya patut ucapan terima kasih diberikan pula kepada sebuah sosok. Dia adalah kendaraan segala cuaca yang selama ini perannya tak terlalu disorot media.

Ia memang bukan benda hidup namun alat ini juga memiliki peran yang besar dalam proses evakuasi dan pencarian para korban letusan Gunung yang memiliki sebuah puncak laksana burung garuda. Kendaraan tahan segala cuaca dan medan ini disebut Hagglunds. Khusus untuk proses evakuasi di Merapi 2 buah kendaraan Hagglunds dioperasikan. Satu milik Grup 2 Kopassus dengan warna hijau loreng Malvinas. Sedangkan sebuah lagi berwarna putih berlambang PMI (Palang Merah Indonesia).

Bagian depan mobil hagglunds dapat menampung 6 penumpang dan 11 orang di trailernya. Mobil panser ini memiliki daya angkut 2,25 ton dan trailer 2,5 ton. Dimensi kendaraan yang tahan pada suhu 100 derajat ini adalah panjang 6,9 meter, lebar 1,87 meter dengan tinggi 2,3 meter. Kendaraan ini mampu melaju dengan kecepatan 82 kilometer per jam di jalan datar selain itu dia mampu berjalan di sungai dan rawa yang ketinggian muka airnya hingga 1,5 meter. Pada medan seperti itu kendaraan ini dapat melaju dengan kecepatan 4,7 kilometer per jam.

BV206 alias Bandvagn ini mampu juga menyeberangi sungai yang lebarnya sampai 2 meter tanpa jembatan. Selama proses evakuasi erupsi merapi sebuah kendaraan buatan pabrik Alutsista Swedia ini diisi oleh 7 orang terdiri dari anggota PMI dan Kopassus. Ketujuh orang relawan ini memiliki peran sebagai penunjuk arah, komando dan sopir. Dalam melakukan evakuasi di daerah berbahaya, Kopassus yang diminta untuk mengoperasikan.

Menggunakan kendaraan BV206 ini, tim evakuasi Merapi dari PMI dan Grup 2 Kopassus saat ini sudah mampu menembus radius 6 km dari puncak Gunung Merapi. Luar biasa !

Terima kasih buat Tim Relawan dan TNI khususnya Grup 2 Komando Pasukan Khusus yang bermarkas di Kandangmenjangan Kartosuro Solo. Baktimu pada negeri tak hanya dalam medan perang. Lanjutkan terus perjuangan pencarian korban Merapi kami dari jauh sini hanya dapat mendoakan agar apa yang kalian telah persembahkan akan menjadi dupa yang harum di mata Tuhan Yang Maha Kuasa.

Jika saat masa perang motto Kopassus adalah Tujuh Huruf Membawa Maut alias KOMANDO, kini saatnya segenap jajaran Grup 2 Kopassus dibawah pimpinan Letkol Inf. Jimmy Ramos selaku Komandan Batalyon 21 menggunakan hati nuraninya untuk secara bersama dengan tim relawan PMI khususnya melanjutkan perjuangan dan pengabdian bagi masyarakat di kawasan Merapi. Terima kasih dan KOMANDO !

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 15/11/2010, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: