Hujan Pagi Hari

Alarm telepon selular berbunyi. Waktu menunjukkan pukul 04.30. Beranjak dari tempat tidur, saya saat teduh sejenak. Bacaan masih saja mengenai akhir jaman. Hari penghukuman TUHAN.

Bergegas saya keluar mengambil handuk untuk mandi. Cuaca mendung hujan rintik turun membasahi pagi. Tak bermaksud berlama-lama saya pun langsung masuk kamar mandi. Dalam hati TUHAN tolong dong jangan Kau berikan hujan dulu. Kelar mandi pagi, lantas saya menyiapkan baju kantor, sepatu dimasukkan dalam plastik sebelum disatukan ke tas ransel yang akan dibawa. Usai berdoa dan mencium kening Johannes kemudian saya mengeluarkan kuda besi. Pikir dalam hati daripada berangkat siang, hari ini saya memutuskan akan menumpang kereta AC Ekonomi seperti kemarin. Dinginnya pagi tak kuasa menghambat laju kendaraan. Tak banyak orang berada diluar. Hujan rintik masih saja turun. Meski tak besar namun air hujan cukup juga membasahi celana pendek yang saya kenakan.

Sehari sebelum hari raya kurban saya masih diharuskan masuk kantor. Perusahaan meliburkan karyawan di hari Rabu 17 Nopember 2010. Seperti biasa ada sedikitnya 2 versi. Ada umat yang merayakannya pada hari ini akan tetapi tidak sedikit yang mengingat rayakan pada esok hari. Bagi yang merayakan Idul Adha pada hari ini perusahaan memberikan keleluasaan apakah mereka mengambil cuti atau mengajukan permohonan ijin hadir agak siang dikantor seusai menjalankan kewajiban agamanya. Sementara itu suasana dikereta tak tampak adanya penurunan dari segi aktivitas. Tidak ada yang berubah sama saja padahal besok adalah hari besar. Kebanyakan warga ibukota masih terlihat giat untuk bekerja. Semoga saja itu benar tidak ikut-ikutan seseorang yang seminggu belakangan menjadi headlines news atas kepergiannya ke Bali sedangkan ia masih dalam tahanan. Artinya kita bekerja hari ini benar karena ingin menjalankannya dengan tulus serta tidak dengan duka atau paksaan. Apabila benar adanya, berarti kita bukan seseorang yang memiliki beberapa ciri psikopat. Inilah ciri orang psikopat, “Cuek, tenang, sering tertawa dan kerap menangis” penuh penyesalan. Itu kata pakar psikologi lho di sebuah surat kabar terbitan hari Selasa 16 Nopember 2010. Oke lah saya siap bekerja dengan passion. Meski hujan turun pagi hari membasahi bumi Depok hati tetap semangat. Itu adalah hujan berkat dari Tuhan, anggapan diri pribadi. Hari kejepit, hujan rintik dapat saja membatalkan rencana bekerja dari diri saya. Namun karena bekerja merupakan Passion maka tak ada alasan sedikitpun menghalangi kepergian saya dalam menjalankan tugas pekerjaan di kantor.

Bekerja adalah karunia dari Tuhan maka dari itu tetaplah semangat meski hari ini hari kejepit. Terima kasih Tuhan atas hari ini dan selamat bekerja semua.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 15/11/2010, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: