Obama Pulang Kampung


Tepat pukul 16.16 sebuah pesawat mendarat mulus di Bandar Udara Halimperdanakusumah. Kesibukan petugas keamanan terlihat dengan jelas melalui kamera televisi yang menyuguhi laporan kedatangan orang nomor satu di dunia. Presiden Barack Obama bersama isteri Michele turun bergandengan tangan dari pesawat kepresidenan Air Force One setelah seorang anggota Secret Service memastikan posisi tangga sudah aman tersambung dengan pintu pesawat. Karpet merah sepanjang barisan pasukan kawal kehormatan Paspampres digelar menyambut kedatangan Mister Presiden di tanah air. Pasukan Paspampres dengan seragam warna merah topi keraton menyampaikan Penghormatan Tertinggi dengan senjata. Setelah menerima ucapan selamat datang dari pejabat penyambutan diantaranya Menlu, Pangdam Jaya dan Gubernur DKI. Ditengah hujan rintik kecil yang mulai turun, Obama langsung diarahkan ke sebuah Cadillac Presidential Limousine.

Kendaraan yang khusus didatangkan dari negerinya memiliki bodi berbahan campuran titanium, aluminium, baja keras ganda dan keramik. Pintu samping dilapisi baja setebal 8 inci. Jendela pengemudi dibuat anti peluru yang hanya dapat dibuka 3 inci untuk membayar tol dan berkomunikasi dengan pasukan pengamanan. Mobil dengan ruang penumpang 4 tempat duduk dan kursi belakang yang dilengkapi laptop dengan WiFi, telepon satelit serta sambungan langsung ke Wakil Presiden serta Pentagon akan membawanya menuju Istana Negara. Seorang anggota Secret Service telah membukakan pintu samping mobil yang dilengkapi dengan kamera malam, sebuah shotgun, gas air mata dan botol berisi darah untuk keperluan transfusi. Perjalanan dari Bandara melalui Cawang – Tol Dalam Kota-Sudirman-Thamrin memakan waktu kurang lebih setengah jam. Iring-iringan panjang tanpa bunyi sirene melewati juga kantor kami di Jalan Medan Merdeka Barat. Kendaraan-kendaraan yang khusus diboyong dari negeri paman Sam juga menyertai Cadillac kepresidenan yang diisi oleh pria berbadan tegap dengan sesuatu warna hitam melingkar ditelinganya. Jam menunjukkan pukul 17.00 semua kendaraan sama sekali dihentikan disetiap pertigaan rute perjalanan Barack Obama. Pagar betis kokoh membentang. Anggota TNI dengan senapan SS1 di dada ditemani puluhan anggota Polri memagari dan menghalangi siapa saja yang akan menyeberang menuju Gambir. Terekam beberapa orang mengabadikan momen kedatangan Obama yang sedang duduk di mobil dengan panjang 5,4 meter bermesin diesel 6500 cc. Sewaktu iring-iringan melintas di depan kantor muncul teriakan dan lambaian tangan meluncur dari kerumunan orang disamping Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Kedatangan Presiden Obama setidaknya akan mempertaruhkan situasi keamanan dalam negeri kepada dunia bahwa Indonesia adalah tuan rumah yang baik, aman dan lancar meskipun masyarakat Jakarta sedikit terganggu dengan pemblokiran jalan utama. Tidak sedikit yang mengomel mengenai ketidaknyaman akibat pemblokiran. Akan tetapi kita mesti balik bertanya memangnya setiap hari nyaman ya berkendaraan di sore hari seperti kemarin. Kayaknya tidak juga. Bisa dibayangkan kalau Obama datang kemudian tidak dilakukan pemblokiran. Akan jadi seperti apa wajah Indonesia di dunia. Penggunaan alternatif transportasi seperti Helikopter juga agak riskan sebab akan menjadi lesen atau bidikan empuk bagi pengacau keamanan. Menembak sasaran bergerak seperti mobil akan terasa lebih sulit.
Tol dalam kota macet, pengendara yang tak disiplin, lalu lintas semrawut pasti dijumpai oleh Obama dan rombongan. Ejekan, kecaman mungkin dilontarkan media asing bila itu terjadi.

Selanjutnya komentar miring juga terbaca dibeberapa status media jejaring sosial. Mereka berpendapat kenapa begitu banyak aparat keamanan yang mengamankan kedatangan Presiden AS ini. Padahal seharusnya kita kudu memahami. Hakekat ancaman akan munculnya gangguan keamanan berdasarkan peta intelijen yang dimiliki pihak aparat tentunya tak boleh dikesampingkan. Masyarakat kan tidak mengetahui hal tersebut secara persis. Dan tak selalu harus mengetahui demi alasan keamanan. Kedatangan orang nomor 1 didunia ini adalah sasaran empuk bagi para kelompok yang tidak mengharapkan kehadirannya. Pola keamanan yang diterapkan kepada Kepala Negara Austria misalnya memang berbeda dengannya. Itu semua karena perbedaan hakekat ancaman yang dibaca oleh Intelijen. Satu hal yang pasti proses penyambutan kenegaraan akan sama persis antara seorang Kepala Negara dengan Kepala Negara lainnya. Misalnya tembakan meriam di Istana siapapun Presiden yang berkunjung akan menerima tanda kehormatan seperti itu. Protokoler kenegaraan telah memiliki SOP yang selama bertahun-tahun dijalankan termasuk siapa saja yang menyambut kedatangan di Bandar Udara. Sepengetahuan saya pihak TNI juga telah memiliki protapnya untuk penyambutan kenegaraan. Oleh karena itu marilah kita menjadi tuan rumah yang baik. Tidak usah terlalu berharap banyak dengan apa arti kunjungan itu buat kita. Jika tak terlalu dirasakan biarkan saja sebab ia berkunjung buat negara bukan bagi anda dan saya apalagi sekolah Obama waktu SD. Hasil kunjungan Obama dirasakan mungkin tidak instan. Sewaktu konfrensi pers ia mengatakan Amerika Serikat tak suka negaranya hanya menjadi negara nomor 3, ia menginginkan Amerika menjadi negara nomor 1 dalam hal hubungan perdagangan dengan Indonesia. In a good times or bad times Amerika Serikat akan tetap mendukung Indonesia. Indonesia tetap sebaga teman Amerika. Kiranya itu sebuah sinyal positif semakin banyak investor dari USA yang akan menanamkan dana di tanah air. Namanya juga merajut silaturahmi. Apa yang diakibatkan atas kedatangan Presiden Barack Obama pemblokiran lalu lintas, sistem keamanan yang dirasakan berlebihan bukanlah tiada maksud. Seluruh kegiatan itu dilaksanakan demi kelancaran proses kunjungan dan nama baik bangsa Indonesia. Nama Indonesia akan harum dimata Internasional bila kunjungan penting ini berlangsung aman dan lancar. Tinta emas akan dicatat dalam buku sejarah dunia. Tak hanya tertulis dibuku tamu istana yang ditulis Obama. Siapa yang tak bangga, dalam catatan sejarah akan tertulis kunjungan Presiden Amerika Serikat berlangsung aman dan lancar penuh dengan hospitality khas Indonesia.

So it will be written so it will be done. Akhirnya diucapkan Selamat Datang Mister Presiden.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 09/11/2010, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: