Kaki O or Kaki X


Sabtu 8 Nopember 2010 sesuai dengan rencana saya pada hari ini akan membawa anak Johannes Samuel Obama Katipana ke Dokter langganan kami. Usia anakku saat ini sudah memasuki 18 bulan pada tanggal 16 Oktober 2010 lalu. Kini ia sudah menjalani usianya yang ke-19 bulan. Semakin hari anak laki-laki kesayangan saya semakin bertumbuh menjadi anak sehat.

Setibanya di sebuah rumah sakit di Jalan Margonda Raya Depok, kami mendaftarkan anak saya di meja pendaftaran. Di rumah sakit yang sebelumnya Rumah Sakit khusus Ibu dan Anak kini telah berubah menjadi RSU.

Klinik Rawat Jalan buat anak terdapat di lantai 2. Dokter anak yang praktek hari itu juga biasanya hanya 2 orang saja . Anak kami kebagian nomor urut 10. Tiba di ruang penimbangan Dokter yang akan memeriksa para pasien anak pagi itu ternyata masih melakukan visite pasien Rawat Inap. Pada lantai 2 ini untuk mengusir rasa bosan pihak Rumah Sakit menyediakan televisi, koran dan tempat bermain anak sekedarnya. Satu buah perosotan dan sebuah ayunan tersedia dipojok ruangan dekat dengan laboratorium.

Sepuluh menit berlalu dari pukul sepuluh pagi terlihat di jam dinding diatas pintu ruang menyusui. Dokter yang biasa merawat anak kami pun terlihat. Dokter anak kami ini termasuk yang “good looking”. Mengenakan baju putih dokter iapun memasuki kamar prakteknya. Selama melakukan pemeriksaan ia selalu mengajak anak-anak yang diperiksa dengan canda tawanya yang renyah. Di meja prakteknya terlihat 2 buah kue kecil tersedia di dalam kotak dari kaca persis disamping telepon meja warna putih.

Menunggu kurang lebih satu jam, barulah seorang suster yang bertugas siang itu memanggil ” Anak Johannes”, teriaknya dengan lantang sambil menengok ke kiri dan kanan. Padahal Joe saat pemanggilan ia sudah terlelap. Kami pun segera memasuki ruang periksa meski Johannes sedang tidur. Joe tertidur di bangku persis didepan kamar periksa.

Ruang praktek yang benderang penuh dengan gambar warna warni yang bertujuan agar pasien anak tak merasa takut sewaktu dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan selalu dilakukan dengan suasana riang. Sambil mengajak becanda Joe yang sudah terbangun. Dokter anak yang manis ini meminta suster untuk mengambil obat, alat suntik guna imunisasi Joe. Hari itu Johannes diimunisasi salah satunya HiB dan Polio.

Ketika dokter selesai melakukan imunisasi, isteri saya rupanya sudah terpendam ingin menanyakan juga perihal kaki anak kami yang “katanya” berkaki O. Saya sudah berkali-kali mengatakan bahwa biarkan saja sebab saya pun sewaktu kecil sempat berkaki O bahkan X. Hampir semua pemain sepak bola akan memiliki kaki O.

Dokter pun mengatakan tidak apa-apa namun apabila memang ingin lebih memastikan lagi, ia menyarankan agar menghubungi Dokter bagian tulang di lantai 1. Dia pun menghubungi kerabatnya itu melalui telepon di samping kiri meja prakteknya. Puji Tuhan Dokter yang dimaksud ternyata juga praktek pada pagi hari menjelang siang itu.

Akhirnya guna memastikan segala sesuatunya berjalan baik dengan kaki anakku, saya dan isteri membawanya dalam gendongan menuju lantai 1. Usai melapor kepada suster di depan ruang praktek kami menunggu. Tak lebih dari 10 menit, seorang pria berkaca mata keluar dari ruangan. Saya lantas menghampirinya seraya dia juga sedang menanyakan kepada suster dibagian pendaftaran. Sang Dokter langsung mengiyakan ketika saya mengatakan bahwa saya adalah pasien dokter anak yang tadi menelepon.

Kami pun dibawa masuk keruang prakteknya. Tak disangka, pelayanan dokter ini sangat ramah sekali. Kami sama sekali tidak menduga bahwa dokter ini sungguh melayani kami dengan segenap hati. Jelas, komprehensif dan terpenting adalah ramah penuh senyuman. Ia pun meminta agar anak kami disuruh berjalan dari satu titik ke titik lain, kedepan dan kebelakang. Kemudian ia meminta kami memegang Joe dan ia disuruh berdiri seperti tentara sedang mengambil sikap sempurna.

Melalui pengamatan di ruang prakteknya terhadap Joe Obama, ia secara detail menjelaskan bahwa tak ada sesuatu masalah dengan kaki anak saya. Kekhawatiran ibunya akan ucapan tetangga yang mengatakan perlu diperiksakan ke dokter tulang sebab Joe cenderung kakinya O dapat dibuang jauh-jauh. Menurutnya lebih jauh di meja prakteknya kondisi anak seumuran Joe memang seperti itu. Hingga usia 5 tahun seorang anak akan cenderung terlihat berkaki O. Setelah umur 5 tahun anak-anak kecil akan memiliki kecendrungan berkaki X. Sepanjang masih dalam batas normal segala sesuatunya tak perlu dikhawatirkan. Untuk anak yang dikira berkaki X dapat dilihat apakah telapak kakinya rata atau tidak. Jika anak akan menderita kaki O maka orang tua dapat melihat dari kakinya pada saat anak berdiri sikap sempurna. Batas minimum lebar antara paha kiri dan kanan adalah 6 cm apabila masih dibawah ukuran itu maka tak ada satupun perlu dikhawatirkan. Apabila terjadi kaki O pun Dokter akan memberikan saran agar anak terkasih kita menggunakan Brace

Dokter tulang itu juga memberikan informasi bahwa anak kami terlihat memiliki kaki O bisa jadi karena Pampers yang digunakan lebih besar dari ukuran berat badannya. Menurutnya Johannes termasuk Balita yang bongsor sebab itu kakinya terlihat O. Lebih lanjut juga ia menyarankan agar anak kecil tidak perlu dibelikan Baby Walker karena akan membuat kaki kiri dan kanan semakin lebar jaraknya.

Mendengar penjelasan detail penuh keramahan sepertinya hati isteri saya semakin lega. Ia tak lagi meragukan kaki anak kami. Kini ia bertekad dapat menjelaskan kepada tetangga atau siapapun yang ia jumpai mengenai komentar mereka terhadap keadaan kaki anak kami.

Oleh karena itu apabila berbicara mengenai Kaki O atau Kaki X janganlah terburu-buru kita memiliki kekhawatirkan seperti isteri saya itu. Semua rupanya tak separah yang dipikirkan. Apalagi dengan penjelasan yang diberikan oleh Dokter tulang yang sangat ramah. Isterikupun tersenyum lega keluar dari ruang praktek Dokter tulang.

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 06/11/2010, in Keluarga. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. grentina siadari

    trims bgt om, infonya sangat bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: