Tegurlah Sekarang Jika Tak Ingin Hukuman Datang

Selamat hari Minggu. Hari ini 24 Okt 2010 saya tak seperti biasanya beribadah pukul 06.00. Alih alih ingin nyekar siang harinya saya memutuskan hadir dalam Ibadah Minggu di Pankas. Renungan yang disampaikan Pdt. Esther membahas hal Yehezkiel yang dipanggil untuk melayaniNya. Tak seperti Yesaya, Paulus atau lainnya Yehezkiel dipilih oleh Tuhan tidak hanya sebagai Imam namun pula berperan sebagai Nabi. Sebagai Imam ia adalah perantara antara umat Israel dengan Allah. Apa yang diinginkan Bangsa Israel diutarakan melalui dirinya. Sedangkan perannya sebagai Nabi adalah ia menyampaikan keinginan Tuhan kepada umatNya. Ceritera Yehezkiel dalam renungan hari ini benar membawa insipiring buat saya. Saya sungguh terkesan dengan apa yang diinginkan Allah terhadap diri kita. Tuhan melalui firman hari ini ingin mengajak semua umatnya agar sudi untuk menegur, menasihati tak hanya orang terdekat kita tetapi juga orang lain yang hidupnya dalam sebuah kekeliruan. Tuhan meminta agar kita memberikan juga kebenaran firman Tuhan kepada banyak orang. Kita diwajibkan untuk membawa kembali orang lain kejalan Tuhan. Meskipun terkadang kita mengalami penolakan seperti halnya Yehezkiel namun adalah tugas kewajiban diri kita untuk menginformasikan bahwa apa yang benar itu benar dan apa yang salah adalah salah. Kita mesti membawa banyak orang ke jalan yang benar. Ini adalah panggilan kita. Hal itu mengandung arti bahwa inilah Panggilan Tuhan. Kita yang hidup didunia ini seringkali melihat hal yang keliru lantas kita biarkan saja. “Ah biarin saja bukan urusan kita“. Kebanyakan kita melakukan hal tersebut. Hari ini sebaiknya kita memulai. Betapa tidak hukuman Tuhan menanti siapa saja yang terus membiarkan kekeliruan yang dilakukan oleh seseorang. Oleh karena itu kita mesti mengayomi mereka. Mari membawa kembali orang ke jalan yang benar seperti yang telah diajarkan oleh Allah sendiri. Sebab berita keselamatan bukan milik kita sendiri. Kesimpulan dalam renungan kali ini kita mesti memiliki waktu untuk menegur, mengarahkan siapapun yang keliru dalam jalan hidupnya. Jangan gentar. Katakan benar jika itu benar sampaikan salah bila memang hal tersebut salah. Tuhan menginginkan kita menyampaikan hal yang benar agar siapapun yang saat ini sedang dalam kekeliruan mereka masih dapat kembali ke jalanNya. Hukuman Tuhan akan berlaku bila kita sudah mengetahui bahwa sesuatu itu salah namun kita tak berani mengutarakannya. Sama pula bahkan jika seolah olah kita membiarkannya seraya berkata dalam hati “ah itu bukan urusan kita, biarin aja dah”.

Oleh karenanya mari benahi lagi hidup kita selagi masih ada waktu. Tegurlah teman saudara orang terdekat kita bila mereka berjalan dalam kekeliruan.

Selamat hari Minggu GbU

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 24/10/2010, in Pelayanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: