100 Hari Papa : Aku Semakin Berkurang dan Engkau Semakin Bertambah

Bunyi dering telepon rumah didinding ruang tamu terdengar dari kamar, Suara dari seberang dikenal, suara kakak saya. Ia menghubungi saya sebab menurutnya hari Minggu ini 24 Oktober 2010 adalah tepat 100 hari kepulangan papa atau opa kepangkuan Bapa disurga. Oleh karena itu ia merencanakan diadakannya Ibadah Syukur di rumah Kedayu. Mendengar hal itu saya setuju setuju saja akan tetapi dalam hati saya merasa kagum padanya. Sementara saya sendiri tak tahu jika hari ini adalah 100 harinya papa. Sepertinya kakak saya ini masih menyimpan memori yang dalam terutama ketika ia merawat papa selama menderita sakit. Ia juga orang pertama yang melihat papa kembali ke Bapa disurga pada waktu akan berpamitan berangkat kesekolah.
Sementara itu semalam ketika saya dan isteri bersama Joe berkunjung ke Kedayu mama hanya mengatakan jika telah diucapkan sebaiknya memang diadakan begitu katanya.
Meskipun tidak ada peristilahan dalam iman Kristen mengenai 100 hari ini namun yang perlu ditarik benang merah mengenai acara yang akan berlangsung malam nanti adalah Keluarga ingin menghadirkan hadirat Tuhan senantiasa agar supaya diberikan kekuatan dan penghiburan guna melanjutkan perjuangan hidup di kehidupan fana ini. Rasa kehilangan itu sudah pasti akan tetapi terlebih dari itu semua memuji memuliakan Tuhan itu yang akan diangkat nanti malam. Bagaimana Tuhan telah memberikan waktu bagi kami hidup bersama Papa selama ini. Tanpa Kasih dari Tuhan dan sayang darinya bisa jadi kami tak seperti sekarang ini. Jerih payah beliau telah mengantarkan anak anaknya kepada kehidupan kami saat ini. Dia berjuang membesarkan kami, dia rela senantiasa mengalah untuk kami anak anaknya. Aku semakin berkurang dan Engkau semakin bertambah, itu semboyan Papa dalam mendidik kami. Artinya biarlah dia tetap seperti apa adanya dan ia malah memberikan apapun yang dimilikinya itu hanya semua untuk anak anaknya. Terima kasih Tuhan Engkau telah memberikan Papa Daniel buat kami semua anak cucu. Banyak contoh teladan yang engkau beri. Semua itu kan kami ingat selama lamanya, Aku semakin berkurang dan engkau semakin bertambah. Terpujilah Tuhan Halleluya Amin.

In memory of my beloved father who passed away on 14 July 2010. He served his life to the land of GOD and also served to the country being a priest soldier at Special Troops Command in Indonesia.
His love, struggle in facing the wolrd, everything he has done still and always in our heart. We proud being your children pa.

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 23/10/2010, in Keluarga. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: