Jaman Su Edan

Satu lagi kasus sensitif terjadi di Indonesia. Seperti biasa yang menjadi korban adalah anak-anak TUHAN. Kali ini peristiwa penusukan dan pemukulan terjadi di Bekasi. Kejadian menimpa seorang Sintua atau Penatua dan Pendeta HKBP di Mustikajaya. Keduanya mengalami luka terutama Sintua yang mesti dirawat secara intensif di Rumah Sakit hingga kini. Sementara sang Pendeta terluka memar dibagian pelipis.

Kasus yang terjadi Minggu 12 September 2010 sepertinya merupakan puncak gesekan yang selama ini terjadi. Persoalannya kan lagi dan lagi terkait kebebasan beribadah di bumi yang katanya telah merdeka 65 tahun. Perhatian pemerintah hanya sekedar simpati, prihatin saja. Tak ada langkah konkrit yang tegas sama persis dengan kasus Malaysia. Misalnya dengan mengancam untuk mengambil tindakan tegas dengan memberangus ormas yang berada dibalik layar peristiwa penusukan ini. Itupun jika memang benar ingin mengawal pluralisme di bumi Indonesia terutama dalam kebebasan beribadah.

Banyak pihak memang menaruh perhatian. Namun apakah perhatian, pernyataan kutukan yang diucapkan benar-benar tulus dari hati nurani mereka ?. Rasanya mesti dibuktikan lebih dalam kembali. Sebab apabila benar mereka semua sepakat menolak, mengutuk tindakan tersebut lantas mengapa anak-anak TUHAN kalau ingin beribadah selalu dihalang-halangi. Kenapa pula proses pembangunan gereja dipersulit. Jangankan mengajukan ijin, yang telah mengantongi ijin saja dapat dihentikan pembangunannya. Apa sih yang ditakutkan dengan adanya pembangunan Gereja ?

Terima kasih memang patut disampaikan kepada mereka yang ingin membangun keberagaman di bumi Indonesia namun apakah ungkapan itu tulus ? Nanti dulu.

Jika ditilik dari sisi rohani, peristiwa pemukulan dan penusukan ini seolah menambah catatan panjang yang mengingatkan anak-anak TUHAN akan akhir jaman. Firman TUHAN telah menubuatkan bahwa pada akhir jaman pengikut Kristus akan mengalami penganiayaan, tantangan yang berat.

Jaman sudah mulai edan. Waspadalah, mari kita berlaku cerdik seperti ular dan tulus layaknya seekor merpati. Meskipun jaman su edan, anak-anak TUHAN tak perlu ikut-ikutan edan. Tuhan Yesus sudah mengajarkan agar kita anak-anakNYA tidak sama dengan dunia. Tugas turunan Ishak ini hanya berdoa dan mendoakan mereka yang suka membakar gereja, membunuh pelayan TUHAN, melukai hamba TUHAN. Sebab mereka sama sekali tak tahu apa yang mereka perbuat.

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 15/09/2010, in Pelayanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: