Rampok, Uang Palsu Dimana Mana

Puasa baru berjalan tidak lebih dari 12 hari, peristiwa kejahatan di Indonesia makin marak. Belum usai warga dikejutkan oleh perampokan di Medan terhadap salah satu Bank swasta. Peristiwa lain terjadi pula di Cililitan Jakarta Timur. Itu semua belum mengungkapkan kejahatan lain seperti perampokan Toko Emas, Pegadaian. Tempat seperti itu menjadi incaran para penjahat.

Penjahat saat ini berani mengambil resiko lebih besar dibanding sebelumnya. Siang hari bolong mereka seolah sengaja mempertontonkan aksinya kepada khalayak ramai. Bayangkan sekitar 16 orang merampok habis-habisan Bank swasta itu. Lebih mengerikan lagi para perampok mempersenjatai dirinya dengan senjata api.

Kejadian menjelang Idul Fitri selain perampokan juga semakin ramai ditambah dengan adanya berita mengenai peredaran uang Palsu. Di kota-kota besar di Indonesia Polri berhasil meringkus para pelaku. Untungnya mereka sudah ditangkap namun tidak menutup kemungkinan masih terdapat lagi kelompok atau orang lain yang belum diringkus.

Lebaran sebentar lagi. Mari rapatkan bariskan mulai dari lingkungan kecil masing-masing. Entah akan muncul peristiwa apa lagi setelah mencuatnya kasus uang palsu ini.

Saya hanya bisa mengajak kita tidak terkecoh dengan dua peristiwa diatas. Kita tidak boleh lupa apabila akan bepergian jauh, mengosongkan rumah dapat dikoordinasikan dengan lingkungan setempat. Tidak perlu juga kita membawa barang perhiasan berlebihan. Keduanya adalah hal mendasar yang tak boleh terlupakan.

Meski sempat kecolongan dengan adanya peristiwa Perampokan dan Uang Palsu dimana mana, pihak POLRI sudah menyebar anggotanya untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan muncul kembali. Namun pertahanan yang paling baik adalah dari diri kita sendiri.

Khusus uang palsu, bagi yang akan menukar uang baru. Lebih baik datang menukarkan ke mobil Bank Indonesia atau Bank lain. Lantas untuk mencegah dalam hal penerimaan uang palsu lakukan tips yang sudah disosialisasikan oleh Bank Indonesia. 3D yakni ; Dilihat, Diraba, Diterawang dengan penjelasan seperti tertera dibawah ini ;

Dilihat

Lihatlah uang dimiliki, apakah warnanya pudar, kusam, pucat, luntur, patah-patah, atau masalah lainnya. Pastikan uang yang anda periksa tadi memiliki warna, corak dan gambar yang baik serta memiliki tanda-tanda uang asli seperti tanda air yang menggambarkan pahlawan-pahlawan nasional, bahan kertas serta benang tali pengaman yang berada di dalam uang tersebut. Uang-uang pecahan besar biasanya memiliki tanda keaslian lain seperti corak gambar dengan warna yang mencolok dan sulit ditiru penjahat. Pastikan uang itu benar-benar asli.

Diraba
Usaplah uang tersebut apakah uang itu terasa kasar atau lembut. Uang yang asli biasanya agak kaku dan tebal bahan kertasnya. Di samping itu pada angka atau gambar uang biasanya sengaja dicetak agak menonjol dan akan terasa jika diusap-usap. Rabalah uang anda apakah sudah asli atau belum.

Diterawang
Langkah terakhir adalah menerawangkannya ke sumber cahaya kuat seperti matahari dan lampu. Setelah diterawang lihatlah bagian tali pengaman dan tanda mata air apakah dalam kondisi baik atau tidak.

Apabila melihat, menyaksikan banyaknya peristiwa seperti ini, saya merindukan sekali saat tempo dulu. Pada waktu jaman Orde Baru tidak terlalu banyak kejadian kayak gini. Bahkan meskipun dianggap melanggar Hak Azasi Manusia, saya pribadi sangat setuju Aksi PETRUS dijalankan lagi seperti dahulu dengan beberapa perubahan dalam eksekusinya. PETRUS alias Penembak Misterius, di awal 1982-1984 terbukti secara meyakinkan menurunkan angka kejahatan. Dalam hal kejahatan peduli amat dengan HAM. Tembak mati lantas buang saja ke laut di Selat Sunda para pelaku kejahatan timbang di adili, buang-buang uang rakyat untuk menghidupi mereka di penjara. Juga akan semakin membuat penjara penuh melebih kapasitasnya.

Waspadalah ! Ingat pesan Bang Napi Kejahatan timbul bukan hanya karena niat si pelaku namun juga karena adanya kesempatan.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 24/08/2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: