Bedanya TNI dengan Sipil

Sebuah sms masuk ke telepon selular milik saya. Setelah saya buka, isinya rupanya permintaan tolong untuk menggantikan rekan saya yang tak dapat bertugas melayani dalam Ibadah Syukur HUT RI Ke 65. Saya pun membalas dan menyatakan kesediaannya.

Seusai menyantap oatmeal alias havermut sebagai menu sarapan andalan, saya bergegas menuju ke Gereja.

Setibanya di ruang konsistori, saya belum mendapati seseorangpun diruangan, mungkin masih dalam perjalanan, pikir saya. Tanpa pikir lebih jauh lagi saya mengambil sebuah Stola yang tergantung di dekat meja rapat sambil menuju ke arah pintu masuk ruang ibadah tempat dimana saya mesti melaksanakan tugas sebagai Penerima Tamu dalam Ibadah itu.

Pada waktu sekitar 10-15 orang jemaat telah hadir di ruang ibadah, datanglah seorang yang saya kenal. Ia seorang Purnawirawan TNI AD. Usianya sekitar 62an. Seusai kami berdua bersalaman, dia memilih duduk dibaris paling belakang. Baru saja dia duduk, saya melihatnya berdiri dan berjalan menuju tempat saya bertugas. Pensiunan tentara ini kemudian menyapa saya dengan sebuah kata Maaf. Saya yang agak kaget dengan ucapan maafnya lantas diberitahu oleh beliau bahwa Tiang Bendera yang berdiri di depan ada baiknya di pindah. Menurut beliau tidak seharusnya Tiang Bendera Merah Putih diletakkan disamping kiri Mimbar atau samping kanan tempat duduk jemaat.

Sayapun lantas menuju ke ruang konsistori dan melaporkan kepada Petugas 1 yang bertanggung jawab atas tertibnya keberlangsungan ibadah. Akhirnya saya memindahkan Tiang itu ke samping kanan mimbar sesuai dengan saran anggota TNI tersebut.

Setelah dipindahkan, sayapun mengacungkan jempol kepada sebut saja namanya, Pak Harto. Kelihatan dari raut wajahnya, dia tersenyum bangga.

Untuk urusan simbol-simbol negara mereka boleh dikatakan sudah mendarah daging. Ada kekeliruan sedikit saja terjadi, langsung mereka bertindak. Kalau orang biasa atau sipil mungkin berdiam diri saja meski mengetahui adanya kekeliruan.

Itulah bedanya antara anggota atau mantan TNI dengan anggota masyarakat biasa.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 17/08/2010, in Pelayanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: