Anjing merekam Jejak dengan air seni

Sewaktu menjalani masa kecil, usia Sekolah Dasar di Kompleks Kopassandha (kini Kopassus) saya bersama teman-teman satu perumahan sering melakukan banyak aktifitas. Diantara aktifitas yang sering kami lakukan tempo itu adalah Jalan-Jalan mengelilingi Kompleks.

Kegiatan jalan-jalan ini biasanya dilakukan setiap menginjak bulan Puasa. Selain karena awal puasa Sekolah diliburkan, juga sebagai salah satu cara menghabiskan waktu menjelang waktu berbuka puasa.

Bersama dengan teman-teman sebaya ketika itu, saya memulai perjalanan disebuah titik pertemuan. Disini biasanya kami menunggu rekan-rekan lain yang ingin turut serta.

Sebenarnya tak ada yang istimewa dengan kegiatan ini. Apalah artinya jalan-jalan alias cuci mata disekeliling Kompleks, dari Cijantung 3 Karet menuju Cijantung 3 Bermis atau menuju ke Cijantung 1. Mana-mana saja rutenya sesuai kesepakatan. Sebuah hal yang paling sering dilakukan adalah saya selalu membawa serta anjing peliharaan yang diberi nama Panther. Anjing itu berjenis kelamin jantan dan sudah dikebiri. Binatang ini memiliki tubuh gempal. Warna bulunya coklat muda.

Dan satu hal yang paling unik pada saat itu adalah, saya bersama teman-teman mempunyai keisengan menghitung berapa kali Panther akan buang air kecil alias kencing. Mulai dari lokasi pemberangkatan hingga tiba kembali disana. Saya selalu menghitung seberapa sering Panther melakukannya. Pada waktu dulu jujur saya tak mengetahui mengapa anjing saya itu selalu kencing pada tempat-tempat yang dia lewati. Saya pikir ya iseng saja, tiga hingga lima langkah orang dewasa ia lantas kencing. Begitu terus dari start hingga finish.

Jawaban atas ketidak tahuan saya mengenai Anjing yang selalu mengambil kesempatan untuk kencing baru diketahui ketika saya di bangku Sekolah Menengah. Rupanya Panther, atau setiap anjing akan melakukan hal itu alih-alih sebagai tanda bagi dia apabila nanti anjing itu akan kembali ke titik awal pemberangkatan. Anjing akan mencari, membau air seni yang sebelumnya dia telah keluarkan. Anjing itu akan menghampiri tempat-tempat itu. Jadi air kencing anjing akan menjadi jejak bagi hewan berkaki empat ini apabila ia akan mengikuti rute yang ia telah jalani.

Salah satu bukti lain yakni, sewaktu saya tinggal di Serang, Anjing kami yang bernama Blacker sempat hilang selama 1 Minggu. Binatang ini rupanya pada saat almarhum papa pulang ke Jakarta, dia mengikuti dari belakang tanpa disadari oleh papa. Mungkin di sebuah lokasi ia kehilangan jejak mobil utility yang dikendarai papa.

Sepulangnya papa di hari Minggu, dia tak mendapati anjing kesayangannya dirumah. Tunggu punya tunggu, satu minggu kemudian muncullah Blacker kerumah kami di Serang. Hewan ini langsung menjilati tubuh papa yang sedang duduk santai di depan pintu dapur seperti layaknya manusia yang baru berjumpa kembali setelah berpisah cukup lama.

Sungguh pandai anjing-anjing peliharaan papa. Blacker, Panther, itu nama-nama anjing kami.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 16/08/2010, in Putra Cijantung. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: