Pagi hingga Sore adalah Pelayanan

Hari ini Minggu 15 Agustus 2010, saya memperoleh tugas untuk pertama kalinya membaca Warta Jemaat di GPIB Pancaran Kasih. Sebelumnya sudah beberapa kali menerima tugas seperti ini namun hanya di Pos Mahanaim. Saya sempat ragu juga namun berkat pertolongan TUHAN semua berjalan dengan cukup baik. Sayangnya setiap ibadah di Simpangan pada jam ibadah pukul 10.00 WIB kerap petugas yang telah terjadwal tidak hadir sehingga mesti ada yang merangkap seperti halnya saya pagi ini, sehabis menjadi kolektan lanjut membaca warta atau istilahnya P5. Selain itu petugas Penerima Tamu juga hanya seorang, untung saja ada seorang ibu Majelis yang tidak bertugas sudi membantu.

Seusai menghitung kolekte di ruang konsistori, saya melanjutkan perjalanan menuju Pos Mahanaim. Hari ini rencananya diadakan Rapat Koordinasi Bajem 1 Sinar Kasih. Rapat yang dihadiri oleh 30 orang ini kali ini mesti berlangsung terburu-buru mengingat pukul 14.00 WIB kami semua para Majelis akan mengikuti Ibadah Pelepasan salah seorang anggota jemaat Pancaran Kasih, Alm. Serma D. Sirait, anggota Koramil Mauk Tangerang yang dipanggil TUHAN pada hari Sabtu 14 Agustus 2010 pukul 20.59 WIB di RSPAD. Salah satu hasil keputusan Rapat ini, Pertemuan Presbiter tanggal 4 September 2010 di Wisma Indosat Bukit Pelangi akan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi.

Setelah percakapan diantara para Majelis selesai, saya bersama seorang rekan berangkat menuju Setu Cilodong. Di rumah duka telah berkumpul banyak sekali pelayat. Tanpa menunggu terlalu lama, pak Pendeta langsung mengeluarkan Tata Ibadah dan dibagikan oleh Majelis kepada jemaat yang hadir. Ibadahpun selesai ketika jam tangan saya menunjukkan waktu pukul 15.00 WIB. Acara selanjutnya diserahkan kepada Negara melalui Garnisun Tetap 1 Jakarta Raya.

Tak terasa saat mendengarkan tabuhan genderang dua orang Prajurit Korsik, air mata pun tumpah mengalir dipipi saya. Saya tak tahu mengapa yang pasti badan terasa mendidih, gemetar. Saya hampir saja cegukan. Ketika peti jenasah diusung, saya seolah melihat papa tercinta yang berada di dalamnya.

Beberapa hari belakangan menjelang satu bulan kepergiannya, saya sering sekali teringat akan beliau. Entah karena kebetulan yang melayani adalah Batalyon Kavaleri 7 juga atau hal lain, saya tidak mengetahuinya. Yang pasti sore itu, airmata mengalir. Rasa kehilangan yang sesungguhnya benar-benar dirasakan 1-2 hari ini.

Rasa sedih juga masih saya rasakan saat Apel Persada dijalankan di TPU Kali Mulya 3. Seolah menjadi seorang Perwira Upacara, dalam hati saya mengingat-ingat apa saja tahapan yang akan dilakukan sore hari itu. Keharuan dalam hati memuncak saat peti jenasah dimasukkan ke liang lahat. Ditambah lagi dengan turunnya hujan mengawali Apel Persada menambah keharuan diantara para pelayat yang hadir.

Rencananya kami sekeluarga akan nyekar ke makam papa tepat di hari Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2010 mendatang. Kuatkanlah hatiku Ya Allah dalam menghadapi perjalanan hidup tanpa ditemani oleh Papa, Opa terkasih.


Satu hari ini, mulai pagi hingga sore hari saya menjalankan tugas panggilan sebagai anggota Majelis. Biarlah apa yang telah dilakukan berkenan dimata TUHAN dan Ucapan Terima Kasih saya panjatkan oleh karena Kekuatan yang diberikan saat ibadah Minggu tadi.

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 15/08/2010, in Pelayanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: