Saatnya Retreat

3 hari saya akan menjalani cuti mulai hari Kamis-Jumat/12-13 Agustus 2010 dan Senin 16 Agustus 2010. Tak ada aktifitas khusus dari rencana cuti kali ini. Saya hanya menginginkan beberapa hari menenangkan diri atas apa yang sudah dilakukan selama ini. Saya butuh beberapa hari dimana saya akan merenungkannya guna mengambil Hikmat TUHAN dalam rangka melanjutkan kehidupan didunia tidak hanya dalam pekerjaan namun juga pelayanan.

Sewaktu masih sekolah di Semarang, saya sering memanfaatkan waktu merenung dengan melakukan pendakian gunung. Gunung-gunung di Jawa Tengah hampir semua sudah saya capai. Merapi, Merbabu, Lawu, Sumbing, Sindoro. Masing-masing minimal 2 kali. Selain tentunya hiking rutin Boja-Bandungan dan latihan Menwa di Hutan Penggaron. Saya terkadang juga bolos kuliah kemudian mengikuti hasrat hati dan langkah kaki. Kota-kota yang jadi sasaran adalah Kudus, Jepara, Magelang, Salatiga. Alasan memilih kota itu karena dekat dan ongkosnya tidak mahal. Entah apa yang dicari namun sepulangnya dari melakukan aktiftas itu jiwa serasa lebih segar dan siap lagi melaksanakan kegiatan rutin.

Sebagai contoh adalah ketika saya mengunjungi Taman Rekreasi Pantai Kartini di Jepara. Tak ada yang istimewa yang saya lakukan namun dengan duduk ditepi pantai memandang jauh kelautan lepas seolah menghilangkan segala pikiran, kepenatan. Tentunya sambil mengucapkan syukur kepada TUHAN atas rahmat dan perlindunganNYA selama ini. Tidak perlu berlama-lama dilokasi menjelang sore saya sudah bergegas kembali ke Kota Semarang. Terpenting bagi saya pada saat itu, saya membaca lagi buku kehidupan dalam pikiran. Pikiran menerawang, mata tertutup, merenung. Apa saja yang telah diperbuat. Apakah sudah berkenan bagi TUHAN dan sesama. Itu yang biasanya dilakukan.

Suatu waktu kita mesti berhenti beraktifitas rutin. Kita mesti mencoba mencari, mengembalikan hasrat, semangat dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masing-masing. Setiap manusia membutuhkan waktu untuk “Retreat”.

Dengan melaksanakan Retreat, kita akan bersama-sama merasakan pikiran kembali bersih dan siap untuk menghadapi kehidupan selanjutnya.

Dari kaca mata iman Kristen, seperti halnya TUHAN Yesus ketika di Taman Getsemani. DIA juga melakukan Retreat, dengan berdoa ditengah kegelisahan hati. Apalah jadinya apabila TUHAN YESUS tak jadi menyerahkan dirinya untuk menebus dosa manusia. Ketika selesai DIA berdoa, ia kembali memperoleh kekuatan dalam menghadapi apa yang harus DIA lalui.

Oleh karenanya, Mari kembali melakukan RETREAT !

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 14/08/2010, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: