Hutan Penggaron (1) : Senior Jadi-Jadian di Pos Caraka

Sewaktu saya mengikuti Unit Kegiatan Kemahasiswaan, Resimen Mahasiswa Batalyon 915 (kini Satuan 915), ada sedikitnya dua buah peristiwa yang saya alami. Ketika itu kejadiannya terjadi ditempat yang sama yakni Hutan Penggaron Ungaran. Peristiwa pertama terjadi pada saat saya masih menjadi CAMEN, sebutan bagi Calon Anggota Resimen Mahasiswa. Kami yang menjadi CAMEN berjumlah 7 orang saja. 5 orang wanita, 2 orang lainnya laki-laki termasuk diri saya.

Latihan yang berlangsung selama 5 hari ini memasuki hari keempat maka terjadilah sebuah kejadian yang takkan pernah saya lupakan. Pengalaman itu berlangsung pada waktu kegiatan Caraka Malam. Saya sebagai CAMEN yang dituakan sepertinya memang di plot untuk diberangkatkan paling akhir.

Setelah lepas dari pos pemberangkatan, saya ingin menyusul Tri Sakti Djoko Lelono yang sedari tadi saya dengar dia berteriak terus menerus menyebutkan sandi kami malam itu. Sandi itu diucapkan manakala menjumpai senior. Kata sandi yang diberikan oleh senior adalah GAGAK HITAM. Apabila dikatakan GAGAK maka jawabannya adalah HITAM.

Sayapun berlari terus ingin mengejar Tri Sakti. Tiba di sebuah persimpangan, satu mengarah lurus kekiri sementara yang lain mengarah sedikit kekanan. Karena tak melihat tanda dedaunan seperti yang disampaikan senior di Pos Pemberangkatan, saya berhenti sejenak di dekat sesosok orang yang sedang tidur-tiduran di persimpangan jalan itu. Melihat ada senior didepan saya, lantas dengan lantang sayapun berteriak SENIOR, lewat arah mana nih, kata saya memecah suasana malam. Sang SENIOR yang saya lihat sedang tidur-tiduran itu menjawab, “LURUS”. Tanpa pikir panjang, saya langsung berlari lagi mengambil jalan setapak yang telah disampaikan SENIOR itu. Setelah kira-kira 100 meter dari lokasi itu, saya tiba dialiran sungai kecil di Hutan Penggaron. Sebelum menyeberang, keraguan sempat muncul. Dalam pikiran saya, mengapa di lumpur sungai di depan saya tak ada bekas tapak sepak PDL. Bukankah saya adalah CAMEN terakhir yang melewatinya apabila memang melewati sungai tersebut. Dengan rasa penasaran saya masih saja mencoba meneruskan. Baru 3-5 langkah saya langsung berhenti dan berbalik arah lagi. Dari situ saya berteriak memanggil SENIOR.

Rupanya saya telah salah jalan alias nyasar. Rutenya seharusnya tidak mengambil arah kekiri tetapi mestinya ke kanan. Jadilah saya masuk pos terlambat. Disana saya menerima hukuman dari Danlat yang menunggu di Pos terakhir.

Di Pos Terakhir, saya ditanya, “mengapa bisa sampai salah jalan, kan sudah diberitahu tanda-tandanya, kata senior itu”. Sambil memegang senjata kayu sayapun menjelaskan bahwa di persimpangan saya menanyakan kepada senior yang sedang berjaga disalah satu sisi. Senior itu yang menyuruh saya, lurus sehingga saya mengikutinya, kilah saya kepadanya.

Ceritera punya ceritera, ternyata Danlat alias Komandan Latihan tidak pernah menempatkan seorang senior pada persimpangan itu. Malam itu di sesi Caraka Malam, tak ada Pos disana. Waduh, saya jadi heran dibuatnya. Padahal dengan sangat jelas saya melihat ada seseorang disitu. Wajahnya persis seperti Wadan Yon kami. Makanya saya menuruti petunjuknya ketika sambil tiduran dia menyuruh saya LURUS. Jika bukan dia, lantas siapa ya yang saya lihat disitu.

Saya semakin yakin bahwa betul tidak ada pos di persimpangan itu mengingat, Wadan Yon kami tersebut tak pernah masuk pos pada setiap kegiatan caraka malam alias salah satu lelaki takut roh halus. Ini saya ketahui ketika saya telah resmi menjadi anggota MENWA dan mendidik angkatan junior.

Pantas saja saya jadinya nyasar rupanya ada yang menyelinap membuat pos bayangan dan ingin mengikuti Pra Latsar. Untung saja saya masih tetap sadar sehingga tak sempat lebih dari sekedar “disasarkan”.

Penggaron Penggaron…namamu tetap kukenang dihati

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 11/08/2010, in MENWA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: