Mengingat rayakan Hari Kemerdekaan

Beberapa hari lagi bangsa Indonesia akan mengingat rayakan hari Kemerdekaan. Tahun ini perayaan HUT RI yang ke-65. Cukup tua juga Republik tercinta ini. Biasanya di lingkungan rumah kita masing-masing akan diadakan berbagai lomba olah raga rakyat. Tidak sampai disitu saja disetiap instansi juga telah dan akan menyelenggarakan hal sejenis. Pun demikian dengan perusahaan kita, melalui BAPOR telah diadakan berbagai jenis lomba secara perseorangan maupun kelompok atau Divisi.

Namun apakah kita akan senantiasa menyelenggarakan hal seperti itu saja. Ada lomba ada pemenang. Seusai acara, bagi-bagi hadiah dan piala, lantas usai lah segalanya. Cukupkah kita mengisi kemerdekaan dengan hal itu ? Rasanya tidak. Sesungguhnya masing-masing dari kita seyogianya dapat melakukan lebih dari sekedar turut berpartisipasi dalam perlombaan-perlombaan. Itu mungkin hanya salah satu media.

Sebagai warga negara, kita sebenarnya dapat memberikan lebih banyak lagi. Tidak juga mesti mengeluarkan banyak dana. Coba saja dipikirkan, diantaranya, apabila setiap kepala keluarga dapat mematikan air yang tak dipergunakan. Juga pada saat mencuci kendaraan tidak menggunakan air secara berlebihan. Berapa kubik air akan dihemat. Listrik, jika lampu-lampu yang tak dipakai dapat dimatikan saja terutama pada jam-jam sibuk. Paling tidak kedua hal tersebut kan dekat dengan kehidupan kita jadi sepertinya tidak akan sulit melaksanakannya. Dengan melakukan penghematan sedikit banyak turut membantu Pemerintah. Dalam konteks yang lebih besar akan sangat berguna sekali bagi alam semesta.

Bagaimana dengan peran kita sebagai karyawan ? Tentunya banyak hal yang dapat dilakukan setiap karyawan. Tidak hanya ikutan dalam lomba-lomba yang sifatnya seremonial tadi. Hadir dan kembali diruangan kerja tepat waktu, inipun termasuk dalam salah satu cara untuk mengingat rayakan HUT Kemerdekaan. Dengan hadir tepat waktu sesuai “core time”, perusahaan tak perlu menghabiskan begitu besar biaya guna membayar listrik sebab karyawan pulang tidak akan lewat waktu core timenya. Coba kita renungkan, apabila hanya ada 1-2 orang saja pada sebuah lantai, kemudian listrik dan air pendinginnya mesti dinyalakan, sedikit boros bukan. Mesti ada cara yang perlu dijadikan sebuah “terobosan” agar dapat mengatasi hal seperti itu. Misalnya kalau hanya meeting sehabis office hours, seyogianya bisa diadakan disebuah tempat yang bisa dilakukan tanpa air pendingin.

Selain beberapa issue diatas, masih terlihat banyak hal yang dapat dilakukan di perusahaan ini dalam rangka langkah untuk penghematan. Misalnya masalah penggunaan lift. Seingat saya dulu ada usulan agar pada jam-jam tidak sibuk, lift yang dioperasikan hanya 1-3 buah saja. Lainnya tak perlu. Namun hingga hari ini tetap saja kali ya. Mudah-mudahan saya salah karena jarang pulang diatas jam 17.30 WIB sehingga tak tahu persis.

Dibalik itu semua, sadar atau tidak, dalam skala lebih kecil lagi langkah penghematan sebenarnya sudah dilakukan pada setiap lantai. Dan kita semua mampu melewatinya. Setiap pagi suguhan teh manis telah berganti dari segelas menjadi satu cangkir saja. Meski awalnya banyak keluhan namun akhirnya dapat berjalan lancar, mulus. Apalagi jika ada meeting tidak melulu mesti ada teh dan kopi bukan. Sesekali bisa kan cukup air putih saja. Jika terlalu banyak minum yang manis-manis, bisa-bisa nanti diusia pensiun karyawan akan terkena diabetes, kan jadi repot, menghabiskan biaya perawatan yang hingga kini sedikitnya masih menjadi tanggungan perusahaan.

Mengingat rayakan kemerdekaan dengan melakukan hal seperti diatas rasanya bukan suatu hal yang mustahil. Suguhan secangkir gelas disetiap lantai telah mengawali langkah penghematan. Kemauan dan kerelaan untuk meniadakan beberapa kenikmatan yang biasanya diperoleh selama bertahun-tahun perlu dilalui, dalam kepemimpinan TNI biasa disebut LEGAWA alias RELA meninggalkan semua itu.

Kita tidak perlu muluk-muluk mengisi kemerdekaan RI ke-65 tahun ini dengan memikirkan kasus-kasus yang terjadi di negeri ini. Sudah banyak orang yang memikirkannya apalagi mereka digaji pula untuk itu. Mari lakukan apa saja hal yang dapat dikerjakan pada lingkungan sendiri. Semua dapat dilakukan dengan satu syarat yakni tekad dan kemauan yang konsisten. Tak lupa arahan, bimbingan sentuhan dari tingkat Manajemen sebagai pengambil keputusan perlu juga terlibat aktif dalam menjalankan penghematan bukan hanya karyawan saja yang disuruh untuk melakukannya, misalnya untuk menuju ke lantai 2 Podium Depan, bisa saja kan naik tangga tidak perlu Lift.

DIRGAHAYU RI ke-65, MAJU TERUS PERUSAHAANku TERCINTA

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 08/08/2010, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: