Turun 18 lantai = Kaki Gemetar

Senin, 2 Agustus 2010, suasana ruangan dikantor terlihat sepi sehabis waktu makan siang. Saya sedang berada di sisi barat bersama seorang mahasiswi kerja praktek. Pada waktu kami sedang bercakap-cakap terdengar suara ledakan. Saya sempat mendengarnya. Tidak lama kemudian alarm lantai 18 berbunyi. Meski masih ragu apakah ada latihan kebakaran atau tidak akhirnya sayapun ikut turun setelah mengingatkan mahasiswi kerja praktek yang tadi saya tinggalkan. Di tangga darurat telah terlihat beberapa rekan karyawan dari lantai 19 sedang menuruni tangga.

Mulai lantai 18 perlahan namun pasti saya menuruni anak tangga demi anak tangga hingga ke lantai 1. Rasanya gempor juga kaki dibuatkan. Bagaimana jika terjadi kebakaran beneran, bisa-bisa kaki dan lutut copot kali.

Setibanya di titik kumpul, karyawan sudah memenuhi Assembly Area. Mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Propinsi DKI tengah mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas. Raungan sirene terus mengaum-ngaum dari Mobil Komando yang diparkir di dekat titik kumpul. Tak lama kemudian Sky Lift, mobil pemadam melakukan aksinya menyemprotkan air ke arah lokasi kebakaran di lantai 7. Lantai 7 diskenariokan terbakar, kepulan asap keluar dari arah itu.

Seusai penyemprotan melalui Sky Lift, beberapa petugas melanjutkan perannya dengan melakukan evakuasi atas korban yang jatuh. 2-3 orang petugas melakukan Rapelling turun dari lantai 7 ke lokasi parkiran.

Insiden kecil sempat terjadi saat, salah seorang petugas pemadam meluncur dari lantai 7 ke arah bawah di dekat pintu keluar parkir basement. Pada saat melihat tali yang diturunkan tanpa menggunakan Belayer, saya sontak berucap kepada rekan disebelah yang sedang menyaksikan “latihan simulasi ini”. “Berani juga ini orang-orang, meluncur tanpa menggunakan belayer”. Belum lama mengucapkan hal itu, terdengar suara “gedebuk” kencang sekali. Rupanya petugas yang meluncur tak dapat menahan laju luncurannya dan langsung menghantam pagar pembatas parkir kendaraan roda empat. Tak ayal lagi, ia langsung semaput. Setelah memperoleh pertolongan, korban luka beneran ini dibawa keambulan yang sudah disediakan menuju rumah sakit guna pengobatan pinggang bagian belakangnya yang menghantam tembok pemisah.

Rencananya ingin demonstrasi, akhirnya malah benaran jatuh korban luka. Uniknya bukan dari peserta Latihan Evakuasi namun korban justru dari Team Pemadamnya.

Unik juga kegiatan hari ini, turun 18 lantai, kaki pun gemetar. Mau copot rasanya dengkul ini.

Sekitar pukul tiga sore, latihan evakuasi kebakaran selesai.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 02/08/2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: