Hanya di Indonesia

Sehabis membersihkan kamar mandi, saya buru-buru mandi terus makan dan duduk manis di depan layar kaca. Ceriteranya ingin menonton final sepak bola Piala Indonesia. Babak akhir tahun 2010 ini, Minggu 1 Agustus akan menampilkan dua tim papan atas yakni Sriwijaya FC berhadapan dengan Arema Indonesia, Juara Liga 2009-2010.

Pertandingan yang diselenggarakan di Stadion Manahan Solo Jawa Tengah, pada awal dimulainya sudah berjalan cukup panas. Betapa tidak sebuah kartu merah sudah dikeluarkan oleh Wasit Jimmy Napitupulu. Kartu diberikan kepada pemain Arema Indonesia, Nor Alamshah. Ia terlihat dilayar kaca dengan sengaja berusaha mencelakakan seorang pemain Sriwijaya. Nor mengangkat kaki terlalu tinggi.

Suhu pertandingan yang panas berlangsung terus sesudahnya hingga babak pertama berakhir. Tunggu punya tunggu, kok Siaran Langsung tidak menampilkan pertandingan Babak Kedua. Rupanya informasi yang diperoleh, Babak kedua tidak dilanjutkan karena adanya intervensi dari aparat keamanan, dalam hal ini Kapolda Jateng. Sepertinya ia mengintruksikan agar Wasit diganti. Menurut pandangan dia Jimmy Napitupulu memimpin dengan berat sebelah alias tidak adil. Hal inilah yang menyebabkan ia selaku penanggung jawab keamanan merasa perlu untuk menghentikan pertandingan yang sedang berlangsung dalam suhu yang panas agar tidak terjadi keributan diluar lapangan. Dalam wawancara dengan televisi ia menegaskan bahwa ia sama sekali tidak menginginkan terjadinya kerusuhan hanya karena ketidakbecusan kepemimpinan wasit. “Ini wasit diganti atau tidak? Kalau tak diganti pertandingan tak bisa dilanjutkan. PSSI bisa kembali ke Jakarta kalau ada apa-apa, tapi kami kan tetap di sini mengamankan kalau ada apa-apa,” ujar Kapolda melalui Televisi.

Pertandingan babak kedua pun urung dilanjutkan hingga dilakukannya pertemuan antara pihak PSSI, dengan Kapolda Jateng. Terlihat di TV, Andi Darusalam mengajak Kapolda Jateng kedalam stadion.

Sekembalinya pak Kapolda dari pertemuan itu, iapun dicegat wartawan dan seraya menyampaikan bahwa, telah dilakukan pertemuan. Wasit sudah berjanji akan memimpin dengan adil tidak seperti saat babak pertama. Kapolda juga terlihat bercakap-cakap dengan kedua Pelatih dan mengatakan agar pertandingan dilanjutkan dengan fair play.

Sunggu aneh sekali, setiap pertandingan dilakukan di Jawa Tengah, Kapolda Jateng senantiasa mencampuri urusan tehnis persepakbolaan. Ia selalu saja mengintervensi dengan alih-alih jika nanti terjadi keributan bahkan kerusuhan dialah pihak yang paling dituding bertanggung jawab. Apakah dia takut dicopot jabatannya atau menutupi ketidaksanggupannya mengamankan pertandingan jika terjadi sesuatu ?. Entahlah namun yang pasti bukan sekali ini saja ia melakukan tindakan sejenis ini. Sebelumnya Kapolda Jateng ini juga sempat menahan Bernard Mamadou dan Nova Zaenal karena dianggap sebagai biang kerusuhan dalam laga Liga Indonesia Divisi utama.

Sebenarnya apabila pihak yang terlibat sebuah pertandingan dapat mendewasakan diri peristiwa sejenis tak perlu terjadi. Penonton mesti lebih dewasa lagi saat mengetahui kesebelasan kesayangannya kalah. Wasit dalam memimpin pertandingan juga harus adil, tidak berat sebelah kepada sebuah kesebelasan. Dan terutama sekali para pemain seyogianya mampu menahan emosi meski tensi pertandingan cukup tinggi.

Kapan ya Indonesia akan maju, peristiwa seperti ini terjadi hanya di Indonesia, aparat keamanan menghentikan pertandingan bukan mengamankan pertandingan.

Akhirnya Sriwijaya FC berhasil menumbangkan Arema Indonesia dengan skor 2-1. Pelatih Rachmad Darmawan berhasil membawa Sriwijaya FC meraih Juara Piala Indonesia. Tampil sebagai Best Player adalah Keith Kayamba Gumbs.

Selamat Buat Sriwijaya FC dan Selamat Buat Rachmad Darmawan, dia telah mengukir tinta emas dan mengakhirnya dengan manis sebelum meninggalkan Palembang digantikan Ivan Kolev.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 01/08/2010, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: