Apel Persada

Tabuhan drum seorang Prajurit Korps Musik dari Garnisun Tetap 1 memecah keheningan pada siang itu, Rabu 14 Juli 2010 di Gereja POUK Pelita Cimanggis. Tubuh saya gemetar mendengarnya. Saking meresapi prosesi Upacara Persemayaman ayah, tak kuasa air mata mengalir dikedua pipi. Langkah perlahan dari enam orang Prajurit Kopassus yang menggotong Peti Papa menambah haru hati ini. Tambah lagi penghormatan perwira dengan sangkur terhunus, dari satu peleton pasukan Batalyon Kavaleri 7 Cijantung bersenjatakan SS1 (Senapan Serbu 1) membuat suasana lebih hening pada siang hari di halaman depan Gereja tempat Papa sering melayani jemaatnya. Yang terdengar saat itu hanya bunyi tabuhan drum, suara sepatu PDL mengiringi peti masuk ke kereta jenasah. Terisak saya melihat pemandangan itu semua. Rasa haru dan bangga campur menjadi satu. Haru karena Opa mesti meninggalkan dunia fana ini. Saya juga bangga sebab meski negeri ini corat marut dengan berbagai permasalahannya, Negara dan TNI masih menghargai jasa orang tua kami.

Persemayaman seperti Sabtu itu telah sering saya ikuti. Maklum, saya tinggal, besar di Kompleks Pasukan Elite nomor 3 di dunia. Namun kali ini prosesi diperuntukkan bagi ayah sendiri sehingga apa yang saya rasakan benar-benar berbeda.

Kereta jenasah dari Garnisun berwarna hijau bersama rombongan dikawal oleh 2 orang Polisi Militer dengan motor gede. Iring-iringan bergerak menuju tempat peristirahatan orang tua saya yang terakhir. Perjalanan ditempuh sekitar 45 menit dari Sukatani Cimanggis menuju ke Kali Mulya Cilodong.

Setibanya kami di lokasi pemakaman, peti jenasah diturunkan, digotong dan selanjutnya diletakkan di atas liang lahat.

Bendera Merah Putih masih menyelimuti peti. 4 Prajurit Kopassus berdiri didekat lubang kubur. 2 orang disisi kiri dan 2 lainnya pada bagian kanan.


Upacara persemayaman dilanjutkan di lokasi pemakaman khusus di dekat Kelurahan Kali Mulya Cilodong. Disini, Kepala Team Pemakaman Kogartap 1/Jakarta membacakan selembar kertas sejenis sertifikat dengan kop TNI yang disampuli sebuah map warna merah, diatasnya sebuah kalimat yang tercetak miring dengan ukuran font sekitar 25 bertuliskan “Apel Persada”. Lantas Kepala Team Pemakaman membacakan, “Atas nama Negara dan Tentara Nasional Indonesia dengan ini mempersembahkan ke persada ibu pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa Almarhum”. Usai dibacakan Apel Persada, empat orang Prajurit Yon Kav 7 melakukan Tembakan Salvo mengiringi peti jenasah yang dimasukkan ke liang lahat. Di dekatnya terlihat empat orang Prajurit Kopassus kesatuan terakhir ayah kami memegang Bendera Merah Putih.

Setelah dilipat selanjutnya bendera itu diserahkan kepada mama yang sedari tadi mengikuti Apel Persada tidak jauh dari barisan satu regu Kopassus yang sedang berdiri menghadap kubur. Bendera diserahkan kepada isteri Almarhum, mama, sebagai penghargaan dari Negara dan TNI atas jasa-jasa papa dalam dunia kemiliteran.

Meskipun orang tua saya ini tidak dikebumikan di Taman Makam Pahlawan namun perasaan bangga tetap terpatri dalam sanubari. Hal itu boleh jadi dikarenakan Upacara Persemayaman, dimana didalamnya diselenggarakan Apel Persada dengan tembakan salvo dilaksanakan secara lengkap dan utuh.

Seperti apa yang tertulis dan dibacakan dalam Apel Persada, Dharma Bakti papa kepada Negara dan Bangsa selama hidupnya kiranya dapat menjadi suri tauladan.

Selamat Jalan Pejuang Seroja !

Meskipun jasadnya telah diterima Bumi Pertiwi namun sekeluarga meyakini benar bahwa Papa terkasih telah bersama TUHAN dalam pangkuanNYA di Taman Firdaus. Dan buat kami yang ditinggalkan, biarkanlah anak-anakmu melanjutkan cita-cita perjuanganmu untuk mempertahankan NKRI sampai mati.

Selamat Jalan Papa ! KOMANDO !

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 19/07/2010, in Keluarga. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: