Ada uang Ada Lobang

Dalam hati saya ketika papa sudah divonis terkena kanker stadium 4, pikiran langsung melayang kemana-mana. Salah satunya adalah menyiapkan tempat pemakamannya nanti jika kelak suatu hari nanti TUHAN memanggilnya. Tempat Pemakaman yang dimaksud adalah TPU Kalimulya Excel. Lokasi makam di dekat kantor Kelurahan Kalimulya dan terpisah dari TPU Kalimulya 1. Tanah pemakaman ini dikelola oleh pihak perseorangan. Biasanya disini dibaringkan orang-orang yang dikasihi oleh keluarga bisa Majelis, Pendeta, siapapun mereka yang pasti berada di dalam area yang dipagar tembok setinggi 2 meter lebih. Makam-makam yang ada di dalam Kalimulya Excel tertata rapi dengan rumput dan batu nisan pada masing-masing makam. Suasanannya sepi, sunyi dan hening sekali. Di sebelah kiri pintu gerbang dari besi, berdiri sebuah bangunan yang dihuni oleh petugas pemeliharaan makam. Ia tinggal bersama istrinya disitu. TPU Kali Mulya Excel ini diberi nama sesuai dengan nama pemiliknya, Pak Excel. Bagi saya tempatnya yang tidak menyeramkan, hening, rapi terawat menjadikan alasan untuk menempatkan papa disini. Itu harapan dalam hati, kapan lagi memberikan yang terbaik buat beliau. Untungnya saat panggilan Allah itu berlaku, segala sesuatu dilancarkan termasuk hal biaya.

Saya sudah memikirkan tempat terbaik itu saat ia mulai menurun kesehatannya. Manakala saat yang tak diharapkan tersebut tiba, langsung saja saya menghubungi salah seorang pengurus Yayasan yang biasa mengurusi pemakaman. Saya menelepon Bapak itu dan ia mengatakan akan menjumpai keluarga dirumah duka. Kebetulan ia seorang majelis juga dan kenal baik papa. Ketika ia datang kamipun terlibat percakapan.

Ada sebuah kalimat yang menarik sekaligus menggelikan atau bahkan mengerikan, terserah dari sudut pandang mana dilihatnya. Usai penjelasan panjang lebar mengenai ketidaksanggupannya lagi bekerja sama dengan tempat pemakaman yang selama ini ada dalam pikiran saya, lantas ia berucap bahwa mereka (baca pihak pengelola) saat ini berprinsip “Ada Uang Ada Lobang”. Maksudnya adalah, pengelola tempat pemakaman baru akan menggali lubang kubur apabila keluarga duka sudah membayar sejumlah uang sesuai tarif yang berlaku. Dana mesti diserahkan langsung. Saya mengatakan padanya, coba tolong ditanyakan dulu saat ini berapa biaya yang dibutuhkan. Setelah ia menghubungi pak Excel selaku pemilik, didapatlah tarif yang berlaku saat ini. Puji Syukur pada TUHAN bahwa biaya yang mesti dikeluarkan tidak seperti yang dibayangkan saat percakapan. Sebelumnya ia mengatakan kalau yang menghubungi keluarga duka atau dia sebagai “pemilik Yayasan” maka harganya akan berbeda jauh. Kira-kira 10 juta bahkan mungkin saja hingga 15 juta. Lobby pemilik Yayasan yang juga Majelis berhasil itu, harga jauh dibawah dugaan tarif. Biaya yang dibutuhkan sudah termasuk Batu Nisan, Tenda Kursi, dan tentunya liang lahat.

Luar biasa. Mengubur orang meninggal didunia ini rupanya tidak sedikit biaya yang akan dikeluarkan keluarga duka. Rasanya hanya meludah saja yang belum dikenakan bayaran. Tidak heran jika Pemkot Depok memiliki program dana kedukaan bagi setiap warga Depok yang meninggal. Pak Walikota tentunya telah memahami betul besaran biaya penguburan. Dana duka sebesar 2 juta sepertinya cukup untuk membantu meringankan meski belum menyelesaikan kebutuhan biaya penguburan.

Berapapun biaya yang dikeluarkan, bagi saya sepanjang masih mampu untuk mengeluarkannya, akan saya bayarkan apalagi untuk Papa terkasih. Terima kasih TUHAN

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 17/07/2010, in Keluarga. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: