Pesta Akbar Dunia Usai


Pesta empat tahunan usai sudah. Perhelatan akbar pecinta sepak bola sejagad telah ditutup. Kemenangan dan kekalahan mewarnai suasana pesta bola. Ada tawa gembira, ada tangis haru. Semua jadi satu. Spanyol akhirnya menjadi Juara. Mereka berhasil mengalahkan tim favorit lain, Belanda dengan skor 1-0. Gol semata wayang dicetak oleh Andres Inniesta pada babak perpanjangan waktu. Drama pertandingan malam itu, Minggu 11 Juli 2010 menghasilkan 14 kartu kuning dan satu berbuah kartu merah. Kartu kuning keluar dari wasit asal Inggris, Howard Webb.

Piala Dunia di Afrika Selatan yang berlangsung mulai 11 Juni – 11 Juli 2010 sebelum dinilai sukses banyak menghadirkan berbagai kontroversi. Banyak ceritera atau kisah tidak hanya menggelikan bahkan tidak sedikit kisah menghebohkan.

Awal ceritera Piala Dunia dimulai dari Bola yang dipergunakan. Bola resmi piala dunia adalah JABULANI. Bola ini diciptakan oleh produsen olah raga Adidas dan diresmikan di Cape Town Afrika Selatan pada tanggal 4 Desember 2009. Makna dari kata Jabulani dalam bahasa Zulu adalah “bergembira atau membawa sukacita dan kebahagiaan”. Bola resmi ini ada versi emas berjudul Jo’bulani digunakan untuk bermain di putaran final sedangkan versi oranye Jabulani dipakai pada saat kondisi cuaca atau lapangan bersalju.

Jabulani bagi sebagian pemain terutama penjaga gawang seringkali menyulitkan mereka. Menurut Iker Cassilas, Jabulani seperti bola pantai. Ia bergerak terlalu cepat dan mudah sekali bergerak di udara. Keluhan atas Jabulani kadang membuat pemain mencari kambing hitam atas kekalahan yang mereka derita. Jabulani telah banyak makan korban.

Kisah kedua yakni mengenai sah tidaknya tendangan jarak jauh Frank Lampard ketika Inggris menghadapi Jerman. Bola tendangannya menyentuh mistar bagian atas penjaga gawang Jerman. Wasit tidak mensahkan tendangan tersebut menjadi Gol padahal banyak pengamat mengatakan termasuk juga penjaga gawang Jerman juga mengatakan seharusnya bola tendangan itu sah dijadikan gol. Namun tidak di Indonesia tidak di Afrika Selatan, wasit adalah Jenderal penguasa di lapangan segala keputusannya adalah final dan tak dapat diganggu gugat. Hal yang konyol juga dilakukan oleh seorang penjaga gawang, Green dari Inggris. Sebuah tendangan lemah yang seharusnya dapat ditangkap sempurna, ternyata malah masuk menjadi gol. Akibat aksi Green ini, dia pun di tidak dipasang lagi sebagai starter dalam tim Inggris.

Ceritera ketiga pada Piala Dunia adalah mengenai fenomena Paul, sang Gurita. Gurita ini lahir di Inggris, berusia dua tahun dan hidup di Sea Life Aquarium di Oberhausen Jerman. Ia sejak 2008 lalu rupanya telah pandai meramal termasuk meramal pertandingan final Piala Eropa 2008 antara Jerman versus Spanyol. Ketika itu Paul meramal Jerman akan takluk pada Spanyol dan hasilnya memang demikian. Spanyol Juara Eropa 2008.


Ketepatan Paul dalam meramal hasil pertandingan Piala Dunia masih 100 % akurat. Binatang laut ini meramal bahwa Jerman akan menang melawan Argentina. Hasilnya memang benar Jerman memukul Argentina 4-0. Hingga pertandingan Jerman versus Spanyol Paul juga meramal dengan tepat. Paul melakukan ramalan dengan cara memilih dua buah kotak yang disisipkan bendera negara kedua kesebelasan yang akan saling berhadapan. Kotak dimasukkan dalam tempat tinggal Sang Gurita, di sebuah akuarium besar. Kemudian Gurita alias Paul akan memilih, merangkak menuju salah satu kotak kaca. Ia akan memilih dengan membuka salah satu kotak. Pilihannya lantas dikaitkan dengan kemenangan bagi kesebelasan yang akan bertanding itu. Luar Biasa ! Di jaman secanggih ini, yang namanya Paul, Sang Gurita masih dikaitkan oleh jutaan orang yang mendukungnya guna meramal hasil sebuah pertandingan Piala Dunia.

Kesebelasan Favorit, Jerman meraih Juara Ketiga mengulang prestasi di tahun 2006. Aksi Thomas Muller selama kontes Piala Dunia menjadikan dia Top Scorer dengan 5 gol dan 3 assists. Disamping itu dia juga terpilih menjadi Pemain Muda terbaik Piala Dunia 2010. Pasukan Muda Jerman boleh saja gagal kali ini namun tunggu saja penampilan mereka di Piala Eropa 2012. Aksi mereka ditunggu lagi dan akan diawali pada tanggal 3 September 2010 dalam kualifikasi Piala Eropa melawan Belgia. Go Jerman Go Jerman

Dan yang terakhir, hidup saya menjadi normal kembali. Takkan ada lagi bangun tengah malam atau dinihari untuk menyaksikan kesebelasan favorit bertanding. Entah bagaimana hasil medical chek up pada hari Kamis 15 Juli 2010 mendatang. Mudah-mudahan semua masih aman-aman saja.

Selamat Tinggal Afrika Selatan, Selamat Datang Brasil 2014.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 13/07/2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: