Wanita muda kasmaran

Suasana stasiun pagi ini cukup ramai. Selain para penumpang yang sedang menunggu di peron 1 hingga 3, suara teriakan para loper koran juga menambah ramai pagi hari yang cukup cerah. Belum lagi sesekali dari loudspeaker di beberapa titik terdengar suara petugas yang menginformasikan keberangkatan kereta. Tidak seberapa lama saya tiba di peron 2 arah Jakarta, kereta yang dinanti tiba. Seperti biasa saya bersama para penumpang mesti berebut tempat duduk. Saling dorong kerap terjadi ketika perebutan tempat duduk berlangsung. Untunglah meski begitu hari ini saya masih kebagian, duduk dideretan sebelah kanan paling ujung di gerbong paling depan.

Suara pendingin udara di gerbong terdengar jelas. Silih ganti beberapa penumpang batuk, bersin di dalam ruang gerbong satu. Bisa jadi alat pendingin udara menambah parah para penumpang yang sedang menderita batuk.

Saya bersama penumpang lain hari ini tidak terlalu lama menunggu, kurang lebih 5 menit setelah kereta merapat, petugas pimpinan perjalanan langsung memerintahkan Kereta agar segera berangkat.

Tiba di stasiun Depok Baru, kejadian serupa seperti di Stasiun Depok lama terjadi lagi. Para penumpang saling berebut pada saat menaiki kereta. Manakala pintu bagian kiri arah masinis terbuka, “byur, serombongan orang, lelaki dan perempuan masuk ke gerbong. Alhasil persis didepan saya, seorang wanita dengan pakaian hitam-hitam mengambil posisi berdiri. Baju, rok, stoking, sepatu semua serba hitam warnanya. Selain tas wanita yang digantung di pundak kananya, ia juga menenteng sebuah paper bag dari sebuah merk pakaian pria terkenal. Uniknya keduanya berwarna hitam pula.

Saat saya perhatikan, rupanya pada kedua telinga sedang menggantung sebuah handsfree warna hitam. Ia sepertinya sedang terlibat percakapan melalui telepon dengan seseorang. Sesekali saya yang duduk dihadapannya mendengar suara lirih darinya. Kadang kala suara mesra diucapkan oleh wanita muda ini dari bibirnya yang berlipstik tipis warna merah muda. Meskipun cenderung pelan sekali, namun jika diperhatikan dan didengarkan seksama, suara perempuan dengan rambut warna kecoklatan sebahu ini masih terdengar manja. Saya menduga ia sedang berbincang dengan teman lelakinya.

Satu stasiun dilewati, dua, tiga stasiun terlewati. Hingga Stasiun Manggarai, percakapan yang dilakukan oleh perempuan itu belum selesai juga. Entah apa yang diperbincangkan namun yang pasti ia masih menempelkan handsfreenya di kedua telinga mungilnya. Lamanya perjalanan Depok Baru ke Manggarai kurang lebih 40 menit. Wanita dengan paper bag hitam itu masih saja terus melakukan percakapan dengan seseorang melalui telepon selularnya.

Barulah saat tiba di Stasiun Gondang Dia, saya melihat ia melepas hands freenya. Ia lalu melipat dan memasukkannya ke tas hitam yang dikepit di pundak kanannya.

Menelepon selama 40 menit, luar biasa. Atau mungkin ada yang lebih lama lagi. Saya rasa akan bingung bagi saya jika harus bercakap-cakap selama itu. Memang benar perempuan itu menggunakan hands free yang katanya akan mengurangi resiko akibat radiasi gelombang elektromagnetik cuma apakah mesti selama itu ketika menelepon. Apalagi sepertinya yang dibicarakan bukan hal yang penting-penting amat.

Meskipun ponsel dapat digunakan dimana saja, namun penggunaan telepon genggam tidak dapat diberlakukan sesuka hati. Pada masyarakat Indonesia masih terdapat aturan-aturan tersendiri mengenai hal tersebut. Etika dalam menggunakan telepon masih perlu ditegakkan apalagi jika melakukan pembicaraan pribadi ditempat umum. Sayang sekali wanita muda dengan rok hitam pendek sedikit diatas lutut, lipstik tipis berwarna merah muda menempel pada bibirnya tidak mempedulikan apa yang dinamakan Etika itu.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 06/07/2010, in ROKER. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: