Kanker Lidah


Dari berbagai tulisan yang terdapat di mesin pencari, saya dapat mengambil kesimpulan sendiri mengenai sumber yang menjadi penyebab terjadinya kanker lidah. Faktor-faktor apa saja yang dapat menimbulkan penyakit itu. Mungkin bagi yang memiliki beberapa faktor resiko maka sebaiknya dapat menghentikan. Sedangkan buat yang tidak atau belum memiliki faktor resiko tersebut dapat melakukan tindakan pencegahan dengan menghindari semua itu.

Faktor-faktor yang disinyalir sebagai pencetus kanker lidah diantaranya adalah :

1. Alkohol
2. Tembakau
3. Pemakaian Gigi Palsu
4. Kebersihan mulut kurang
5. Asap Rokok

Jika salah seorang dari kita seorang perokok maka perlu waspada jika mengalami tanda-tanda adanya bercak putih pada sariawan yang tak kunjung sembuh. Sebab ternyata hal tersebut dapat memicu terjadinya kanker lidah. Kanker lidah meningkat sejalan dengan peningkatan usia. Umumnya hal ini terjadi pada usia sekitar 60 tahun meskipun kini sudah ada juga kasus terjadi pada usia lebih muda.

Gejala-gejala kanker lidah diantaranya adalah ;

1. Biasanya terdapat luka (ulkus) seperti sariawan yang tidak sembuh dengan pengobatan yang adekuat
2. Mudah berdarah
3. Nyeri local
4. Nyeri yang menjalar ke telinga
5. Nyeri menelan, sulit menelan
6. Pergerakan lidah menjadi sangat terbatas.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari factor-faktor resiko yang bisa mencetuskan timbulnya kanker lidah tersebut.

Semoga kita dapat terhindar. Papa saya terkena sakit ini. Hingga Sabtu, 26 Juni 2010, tepat satu bulan, beliau masih dalam perawatan. Apabila ditarik ke masa silam, Papa hingga usia menginjak di umur 60 ia masih merokok. Selanjutnya sekitar umur 65-70 thn, karena mengalami gangguan dalam pencernaan akibat ketiadaan gigi maka dokter menyarankan agar ia menggunakan Gigi Palsu. Sumber penyebab kanker lidah entah dari bahan pembuatan gigi palsunya atau kebersihan dari penggunaan gigi palsu itu. Saya tidak mengetahui secara pasti. Dokterpun hanya mendiagnosa. Faktor ketiga, kebiasaannya tempo dulu menenggak minuman beralkohol meski telah berhenti puluhan tahun lalu sepertinya juga mempengaruhi. Ketika masih remaja di kampung halamannya dahulu kala bersama dengan abang-abangnya mereka sudah terbiasa membuatkan minuman Sopi atau Sageru atau dikenal dengan tuak buat ayahnya atau kakek saya.

Jadi apa yang saya baca dibeberapa tulisan itu benar adanya. Tentunya pendapat dokter juga ya. Opa Obama memiliki 3 faktor sekaligus.

Entah sampai berapa lama Opa Obama akan bertahan hanya TUHAN saja yang mengetahuinya. Keluarga telah mendoakan. Apakah pintu kesembuhan yang akan diperoleh ataukah pintu keselamatan yang akan diberikan. Mana-mana saja, terpujilah TUHAN. Betapa tidak, praktis dalam 2 minggu belakangan ia hanya mengasup makanan dari jarum infus yang dipasangkan pada lengan kanannya.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 26/06/2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: