Dua Jam Sekali

Sebuah pesan pendek masuk Jumat 25 Juni 2010. Rupanya sandek dari abang Herman. Ia meminta saya untuk menjaga Papa yang masih dirawat di Tugu Ibu. Setibanya di Stasiun Depok, saya langsung menuju ke sebuah Toko Susu di Depok. Saya bermaksud untuk membeli keperluan Joe. Kebutuhan bulanan Johannes seperti Susu dan Pampers disiapkan sedari sekarang biar tidak memikirkan lagi. Buat papa dan mamanya belakangan saja.

Tiba dirumah saya bersama isteri diskusi sebentar mengenai rencana kepulangan Opa Johannes sambil makan malam. Usai percakapan langsung saya meluncur menuju Rumah Sakit Tugu Ibu di Palsigunung.

Di rumah sakit ternyata masih ada Bang Polly. Ia sebenarnya telah siap menjaga papa namun karena kehadiran saya, dia memutuskan untuk bergantian saja. Saya menjaga papa, ia pulang. Begitulah akhirnya, saat babak pertama pertandingan antara Brazil versus Portugal usai, abang Polly kembali ke Cimanggis.

Tinggallah saya sendiri di ruang melati 11 ditemani sebuah televisi tua ukuran 14 inch. Duduk diatas tempat tidur bersebelahan dengan papa yang sedang tidur-tidur ayam. Beberapa menit sekali terlihat lendir mengalir melalui mulut menuju ke pipi kanannya. Saya lantas menyeka dengan tissue gulung yang tersedia di atas meja kecil ukuran 50 cm panjang dan tinggi 80 cm. Setelah itu saya membersihkan tangan dengan sabun antiseptik di wastafel biru di dekat pintu masuk kamar mandi.

Mata yang sudah mengantuk berusaha untuk tetap bertahan. Dua jam sekali saya mesti memberikan herbal dari Ambon. Hal ini diwanti-wanti oleh Abang Herman agar tidak boleh tidak dipatuhi apabila ingin melihat papa sembuh, katanya. Jam dinding di atas sebuah kaca rias menunjukkan pukul 00.00 WIB. Saat untuk melakukan tugas pokok jaga di rumah sakit. Saya mengambil sebuah obat berbentuk kapsul berwarna hitam dan biru dari sebuah plastik obat. Obat ini bukan dari dokter namun racikan seseorang. Di beli dan dikirim langsung dari Ambon. Menurut informasi yang diperoleh bahan pembuat kapsul ini salah satunya dari teripang susu. Bentuknya teripang setelah mencari di mesin pencari baru melihat seumur-umur namun kayak apa persisnya belum tahu. Herbal lantas ditaruh kedalam sebuah sendok teh kemudian dicampur dengan air putih non akua. Warna racikan bintik-bintik hijau, kuning dan hitam. Sebuah kapsul diberikan untuk tiga kali asupan dengan interval waktu 2 jam satu kali. Meski kelihatannya malas, papa tetap berusaha untuk meminumnya. Dalam hatinya mungkin kesal juga. Betapa tidak, baru akan beranjak tidur, eh dibangunin. “Pa minum obat ya.” Begitu terus sepanjang malam. Coba kita yang sehat saja kalau sudah akan menghilang ke alam mimpi tiba-tiba dikagetkan pasti timbul rasa kesal. Namun namanya juga usaha, segala macam dilakoni demi kesembuhan orang tua terkasih.

Sementara itu direncanakan papa akan kami bawa pulang ke Cimanggis. Mudah-mudahan pada hari Sabtu ini atau Minggu besok. Secara psikis menurut dokter Edy Harun yang merawat tidak ada yang perlu dikhawatirkan jadi sudah dapat keluar dari RS. Hingga hari ini, biaya yang dibutuhkan sekitar 19 juta, telah dilunasi 14 juta jadi sisa 5 jutaan. Selanjutnya perawatan akan dilakukan dengan sistem “Home Care”.

Seorang tetangga kebetulan perawat akan dimintai bantuan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, pemasangan slang infus termasuk pergantiannya. Papa juga sepertinya sudah memerlukan kursi roda. Kebetulan katanya di Pancaran Kasih ada. Meskipun belum melihat bentuknya apakah masih layak pakai atau tidak seperti yang dikatakan seorang rekan majelis. Secara prinsip ijin pengambilan telah diberikan oleh Ketua Majelis Jemaat.

Dua jam sekali akan saya lanjutkan di pukul 08.15 WIB pagi ini Sabtu, 26 Juni 2010. Di luar kamar terdengar petugas cleaning service rumah sakit sedang bercakap dengan rekannya sambil menyanyi lagu Benyamin dan Titi Qadarsih. Bunyi sapu lidi membersihkan selokan di area rumah sakit terdengar hingga ke ruang melati 11 tempat dimana papa dirawat.

Mari pakai sarung tangan dan langsung berikan herbal F5 ini ke papa tercinta. Tuhan Memberkati !

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 26/06/2010, in Keluarga. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Hi!Saya Martin,Boleh numpang tanya teripang ini terletak d’mana?kalau boleh minta nomor hp.kalau cocok boleh saya hub k’orangnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: