Sepur Salah

Pada waktu kereta api jurusan Depok yang saya tumpangi berhenti di Stasiun UI tadi malam 24 Juni 2010, sebuah istilah perkereta apian baru terdengar. Mungkin saya yang tidak familiar dengan peristilahan itu. Sebelum ini saya hanya mengetahui beberapa istilah. Sebut saja gangguan sinyal, gerbong satu set, langsir dan wessel. Kesemuanya paling kerap disebut-sebut oleh petugas KA dan dalam percakapan diantara para penumpang. Tadi malam perbendaharaan kata perkereta apian saya tambah lagi.

Sebuah pemberitahuan dari crew bahwa kereta yang saya tumpangi malam itu akan diberhentikan luar biasa di stasiun UI. Lebih jauh petugas menginformasikan bahwa kereta akan melakukan perjalanan dengan Sepur Salah. Hah, sepur salah, apaan itu ya. Saya tidak mengerti maksudnya. Alasan petugas tersebut, sedang terjadi gangguan wessel di Stasiun Depok Baru. Sepertinya gangguan disebabkan oleh hujan yang turun di seantero Depok malam tadi. Mendengar informasi seperti itu, puluhan penumpang terlihat memilih untuk turun di Stasiun UI. Mereka mungkin khawatir kereta akan berhenti lama padahal hujan masih turun.

Kembali kepada Sepur Salah. Menurut pendapat saya yang dimaksud dengan istilah Sepur Salah adalah Kereta Api berjalan menggunakan jalur yang tidak seharusnya. Masinis menjalankan keretanya pada sepur berlawanan arah. Seperti malam tadi, kereta memakai rute pemberangkatan atau sepur satu padahal seharusnya yang dipakai adalah jalur kepulangan atau sepur dua.

Sementara itu menurut Reglamen 16 A Peraturan Khusus yang tertulis dalam Indonesian Railway atau Perkeretaapian Indonesia “Berjalan sepur salah” berarti bahwa kereta api dari kedua jurusan terpaksa melalui satu sepur. Salah satu dari pada kereta api mesti berjalan menyalahi peraturan pemakaian sepur “lintas sepur kembar” sehingga peraturan “berjalan sebelah kanan” tidak lagi dapat dilakukan. Itulah pengertian ilmiah dari Sepur Salah.

Oleh karena kejadian malam ini, kereta yang saya tumpangi harus menunggu antrean. Untungnya malam ini tidak banyak kereta yang mengantri sehingga saya bersama penumpang lain tidak lama menunggu. Waktu yang dibutuhkan untuk menunggu ibarat seorang penumpang menghabiskan rokok kreteknya.

Di tengah hujan lebat, kereta yang saya tumpangi perlahan melaju menuju Stasiun Depok Baru melalui Sepur Salah. Pengalihan melalui Sepur Salah mulai dilakukan pada saat kereta memasuki Stasiun Pondok Cina.

Kurang lebih tujuh menit kemudian keretapun tiba. Tidak seperti biasanya kali ini para penumpang turun dengan rasa bersyukur. Pasalnya waktu menunggu tidak terlampau lama. Bisa jadi mereka bersyukur sebab semua berjalan dengan baik. Tidak ada insiden apapun. Pinjam istilah keamanan, semua hal aman terkendali.

Hari ini Vocabullary saya bertambah lagi. Semoga setiap hari ada sesuatu yang baru yang dijumpai.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 24/06/2010, in ROKER. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: