Satu Lagi Tentang K3 ; Food Safety

Ketika membuka box makan siang yang baru saja saya ambil dari atas meja kecil disebelah pintu masuk ruang 4 lantai 25, seorang mahasiswi berteriak dari kursi diseberang saya, “Oom, sambalnya basi,” begitu ucapnya. Saya sama sekali tak berani memakannya takut kalau dimakan nanti malah repot. Padahal warna merah dari sambal itu sangat menggoda selera. Semua mahasiswa peserta fb maker angkatan 9 tidak memakan sambal yang disediakan di kotak makan siang pada hari Jumat 21 Mei 2010 lalu.

Mengetahui kejadian ini, tanpa pikir panjang, saya langsung menghubungi pihak Koperasi. Saya ingin menginformasikan peristiwa ini agar selanjutnya Kopindosat dapat melakukan apapun tindakan yang dianggap perlu kepada penyedia makanan itu. Namun sayangnya, saya belum memperoleh jawaban yang memuaskan. Sandek balasan isinya standard banget, tidak puas rasanya. Saya pun menindaklanjutinya dengan mengirimkan sms lagi. Kali ini langsung ke unsur pimpinannya. Hingga jam kantor usai, saya belum memperoleh balasannya.

Tak dinyana pada saat saya sedang menumpang kereta api, sebuah Sandek atau pesan pendek masuk. Tertera di layar telepon nama dari Manajer Layanan Koperasi. Ia mengirimkan sms yang isinya permohonan maaf dan penjelasan mengenai kejadian tadi siang. Setelah dilakukan pengechekan, katanya, sambal basi yang disuguhi untuk makan siang disinyalir bersumber dari “cita rasa tomat”. Memperoleh penjelasan yang seperti itu, sayapun mengucapkan terima kasih. Ini menghapus kekecewaan atas penjelasan awal yang sama sekali belum mencerminkan pelayanan prima. Meskipun saya belum mengerti betul apa yang dimaksud dengan “cita rasa tomat” yang mengakibatkan sambal menjadi basi, namun hati ini telah puas atas jawaban sang manajer yang juga rekan kerja tempo dulu ketika masih sama-sama bertugas Koperasi.

Saya yakin bahwa memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh anggota adalah salah satu cita-cita luhur Kebangkitan Kopindosat. Kebangkitan koperasi akan lebih terasa apabila pelayanan yang diberikan tidak sekedar basa basi biasa-biasa saja. Berikan pelayanan yang luar biasa kepada seluruh anggota maka Kopindosat tidak hanya akan mengalami Kebangkitan namun akan terus berlari menjadi garda terdepan bagi kesejahteraan seluruh anggotanya.

Melalui peristiwa Jumat lalu, saya kembali berharap, pihak K3 perusahaan dapat melakukan tindakan preventif agar kejadian food poisoning di Daan Mogot beberapa tahun silam tidak terulang lagi. Bisa jadi tidak hanya saya yang mengharapkan bagian yang bertanggung jawab terkait K3 melakukan pengechekan. Hal itu disebabkan karena sebagian karyawan masih memanfaatkan kantin yang tersedia di perusahaan meskipun kini dengan sistem berbayar. Apalagi jika hujan turun, masakan di kantin yang disediakan perusahaan Jasa Boga yang menjadi mitra Koperasi, biasanya habis tak bersisa.

Karyawan sama sekali tidak mengetahui persis proses penyediaan makanan itu. Ambil contoh, bagaimana tentang higiene dan sanitasinya, apakah sudah terjamin ?. Pengechekan akan bermanfaat buat karyawan sebab mereka lebih merasa yakin apakah makanan yang disajikan itu halal atau tidak. Ada tidaknya sertifikat laik Higiene dan Sanitasi Jasa Boga sesuai Kepmenkes 715/2003 terkait pengolahan makanan tentunya dapat menumbuhkan kepercayaan ketika menikmati makanan di kantin, nasi kotak dan snack training atau rapat.

Pengawasan higiene dan sanitasi terhadap kotak makan siang, makanan di kantin dan snack training dijalankan mulai pengadaan bahan makanan, pengolahan hingga tata kelola penyajian masing-masing penyedia layanan atau food handler tersebut. Pastinya Divisi yang menangani K3 sudah mengetahui aspek apa saja yang perlu dilakukan pemantauan sesuai dengan standarisasi dan prinsip keamanan pangan atau food Safety. .

Saya bersama karyawan telah melihat adanya kampanye K3 yang dilakukan oleh perusahaan bekerja sama dengan media internal, myindosat. Itu sudah cukup baik. Namun ada baiknya pihak K3 perusahaan dapat pula membuat sebuah media, forum mengenai apa dan bagaimana K3 yang konsisten dan berkesinambungan. Pendekatan sebaiknya dilakukan dengan konsep tehnologi dan tren masa kini yang semenarik mungkin.

Semisal, unit K3 bisa memanfaatkan media seperti Ice Cube ini. Salah seorang karyawan bagian K3 dapat ditugasi untuk menulis, mengutip dan mengupload tulisan-tulisan praktis mengenai K3. Apabila berkaitan erat dengan konsep manajemen K3, tentunya dapat pula memanfaatkan myknowledge sebagai kendaraan untuk ajang kampanye. Namanya juga usaha, tidak ada salahnya dicoba.

Apabila kiat-kiat Food Safety sudah diterapkan, karyawan akan terlepas dari bahaya food poisoning yang sama sekali tidak diinginkan sebab tentunya akan berakibat kepada terganggunya kinerja perusahaan.

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 23/05/2010, in Office. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: