Site Nasihun

Sewaktu masih bertugas di Divisi Management Services- Pengamanan Perusahaan, salah satu tugas saya adalah mencari penjaga Site. Sebelum site onservice, maka Divisi Operasi & Pemeliharaan di Pusri (sekarang di Tifa) akan berkoordinasi dengan Divisi Management Services dalam rangka pengamanan Site.
Site yang pernah saya kunjungi diantaranya adalah site Lihun, Kebon Singkong, Sentul, Nasihun, Narasoma, Marjaamsa, Ijah, Ariatie, Lihun, Sonneville dan masih banyak lagi. Nama-nama site yang cukup unik bukan ?.

Penjaga Site direkrut dari warga sekitar. Ada warga biasa, pemilik tanah, Ketua RT, anggota Hansip, anggota karang taruna, bahkan ada juga yang dianggap “jawara” dilokasi terdekat dengan site.

Salah satu site yang pada waktu itu dijaga oleh “Jawara” adalah Site Nasihun. Site ini berlokasi diseputar Pondok Cabe. Saya tidak memiliki catatan alamat lengkap site ini. Namun ceritera mengenai nama site yang sama persis dengan nama sang jawara sering melintas dengan baik dalam pikiran.

Buku tulis dengan kover warna biru yang sudah terlihat kusam juga menyimpan catatan hal itu. Tercatat dua kali saya mengunjunginya. Pertama pada saat merekrut di bulan Juni 1998. Dan kedua kalinya tanggal 21 Agustus 1998. Sebuah ceritera tertinggal mengenai penjaga Site Nasihun.

Nama penjaga site Nasihun. Perawakannya tidak terlalu besar. Kulit terlihat legam, keras. Rambut hitam dengan suara logat betawi kental. Usianya pada waktu itu kurang lebih empat puluh limaan. Lokasi site persis bersebelahan dengan rumahnya.

Sang jawara tidak berada dirumah pada saat saya dan Pak Soebandi, Komandan Peleton Security Indosat (dh Satelindo) tiba dirumahnya. Meski demikian kami diminta masuk oleh isterinya. Tidak lama menunggu, pak Nasihun tiba. Terlihat dari balik kaca di ruang tamu rumahnya, ia turun dari sepeda motor. Ia menyalami dan langsung duduk dihadapan kami.

Usai berbasa basi sebentar, percakapan berlanjut. Bincang-bincang mengalir seputar kebersihan, keamanan site. Suasana sepertinya mulai agak panas ketika membicarakan kesopanan. Nada suara beliau makin lama makin tinggi. Tak disangka dan diduga, pak Nasihun seraya menggunakan jari telunjuknya memukul-mukul meja tamu dihadapan kami. ” Saya tidak suka,” katanya sambil memukulkan jari telunjuknya dimeja kaca. “Sekarang ni jaman repormasi. Anak muda jangan suka begitu,” geramnya. Dahi pak Nasihun semakin mengerut, marah besar. Saya merasa kaget. Lah, kok ini malah saya yang kena. Sambil terus mendengarkan sang jawara berkicau terus, pak Soebandi rupanya tahu jika saya sudah kelihatan terpancing. Memang saya juga kesal, tidak terima dong, mengapa dimarahin. Untung Danton Security ini yang memiliki kumis tebal dan panjang cukup pandai membaca situasi. Dia memberikan kode kepada saya. Ia menginjak kaki saya dengan sepatu PDHnya. Saat saya akan angkat bicara, dia menginjak lagi kaki saya dengan lebih keras. Berulang lebih dari dua kali. Saya mengerti maksud injakannya. Saya akhirnya duduk bersandar di kursi tamu. Membiarkan ocehan, kekesalan dari pak Nasihun ini mengisi ruang tamu rumahnya.

Setelah memiliki kesempatan untuk berbicara, saya baru memulainya. Saya pun meminta maaf atas apa yang dia alami. Betapa tidak, rupanya Bapak ini marah dan kesal. Menurut versinya karyawan Indosat (satelindo) yang datang mengecek site berlaku tidak sopan. Ia sangat tidak menerima sewaktu petugas melakukan pengechekan site lantas meninggalkan kotak makan siang mereka disembarang tempat seperti yang terjadi. Seraya ingin merekonstruksi kejadian yang menimpanya, pak Nasihun mengajak kami keluar ruangan. Pak Nasihun lalu me-reka ulang peristiwanya.

Hanya disebabkan kotak makan siang berwarna putih yang tidak ditaruh di tempat sampah, seseorang bisa naik pitam. Kesal dan tersinggung. Pak Nasihun tidak menerima kotak putih berserakan di halaman rumahnya. Sudah tidak ditawarkan, malah ditinggalin sampah.

Saat itu untungnya saya masih dapat menahan diri. Coba jika benar terpancing, mungkin lain ceriteranya. Terima kasih juga buat pak Bandi karena sudah mengingatkan saya.

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 12/05/2010, in Office. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: