Menulis adalah praktek

Kata Andrias Harefa “Siapa saja yang baru tahap belajar, ingatlah pesan Mardjuki. Niteni, Nirokke dan Nambahi”

Hari Sabtu training ? Training apaan ? Kok hari Sabtu ?”. Tiga pertanyaan beruntun sempat diucapkan oleh seorang rekan kerja ketika mengetahui bahwa saya akan mengikuti pelatihan pada hari Sabtu. Memang sih dari nada pertanyaannya, ia cukup heran. Seolah dia ingin mengatakan “ngapain sih training hari Sabtu ? mending libur, Wil“. Sepertinya itu yang akan dikatakannya.

Anjing menggonggong kafilah berlalu. Itulah jurus pamungkas yang saya keluarkan menghadapi pertanyaan rekan saya tersebut. Buat saya mengikuti pelatihan yang sangat bagus sama sekali tidak ada ruginya. Memang sih waktu bermain dengan anak menjadi lebih sedikit. Namun disisi lain mesti dilihat juga bahwa sebenarnya saya sedang menanamkan sesuatu untuk kebutuhan masa mendatang.

Saya merasa bersyukur sekali. Hal ini disebabkan keikutsertaan saya dalam Pelatihan yang diselenggarakan Writes Schoolen. Selama ini saya hanya mengetahui dari perbincangan di kantor. Saya hanya mengenal para trainer melalui media. Hari Jumat-Sabtu/7-8 Mei saya berkesempatan untuk tatap muka. Mereka adalah para penulis handal di negeri ini. Sebut saja Andrias Harefa, Her Suharyanto dan Hasudungan Sirait.

Delivery materi dilakukan dengan ciri khas masing-masing. Mereka dengan “trademarknya” sendiri tidak hanya mengajak namun turut mendorong. Tujuannya hanya satu, agar hambatan peserta pelatihan terpinggirkan. Melalui training ini saya lebih memahami lagi betapa perlunya menyingkirkan hambatan dalam menulis. Selama ini terasa banyak kekurangan dalam tulisan saya. Namun kini harusnya takkan terjadi lagi. Betapa mindset saya dirangsang agar berubah. Tidak perlu khawatir apalagi takut. Keluarkan saja semua kata-kata. Tumpahkan kalimat dan ide dalam pikiran. Kumpulkan menjadi satu. Dan jangan berhenti, begitu Andrias Harefa mengutarakan. Mulailah menulis dari apa di lihat, rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Lewat pelatihan dua hari ini, saya menjadi lebih paham lagi apa dan bagaimana menulis yang baik. Tahu apa yang disebut dengan flashing, blooming dan spraying. Selain itu saya mengetahui bagaimana sidang redaksi di sebuah surat kabar ternama menentukan artikel mana saja yang layak tayang.

Apa yang diajarkan oleh Pro aktif Network adalah hal yang menarik. Tidak hanya untuk diketahui bahkan kudu dikuasai. Pemateri mampu mengaktualisasikan pengalaman dan pengetahuannya. Mereka telah membuka mata saya bahwa menulis membutuhkan beberapa jurus. Laksana seorang Jacky Chan yang berlatih jurus kungfu dari sang guru dalam film drunken master. Saya bersama sembilan orang lain diajarkan jurus sakti dari ketiga pendekar ini. Tidak hanya teori diberikan namun juga dikedepankan latihan dan latihan dan latihan. Seorang demi seorang memperoleh bimbingan. Tak tanggung-tanggung pemateri memberi tahu rahasia keempat jurus yang biasa dipakai dalam dunia tulis menulis.

Gaya penulisan yang pertama adalah Narasi. Narasi itu berceritera. Dari sebuah kata menjadi kalimat. Kalimat disambung menjadi sebuah alinea. Terus mengalir hingga menjadi sebuah paragraf atau alinea. Cara atau Jurus yang kedua yang biasa dipakai adalah Deskripsi. Pada metode ini penulis senantiasa mendayagunakan kelima panca indera. Dengan penglihatan, pendengaran, penciuman, perasaan dan pengecapan, penulis menggambarkan sebuah artikel. Detail sekali. Sementara yang satu lagi adalah jurus Adegan. Gaya ini dipakai penulis untuk mengenal lebih dekat seorang tokoh. Kata, kalimat yang disambung disusun dan ditulis dengan memperhatikan adanya setting tempat dan waktu tertentu. Sepintas memang tidak ada bedanya dengan Jurus Deskripsi. Jurus Adegan menulis dengan mengangkat aksinya sedangkan deskripsi berceritera dengan mengandalkan panca indera. Jurus terakhir adalah penggabungan dari ketiganya. Para penulis best seller selalu menggunakan jurus penggabungan ini.

Dua hari pelatihan sama sekali tidak ada ruginya. Sebaliknya untung diraih. Saya akan terus menulis agar menjadi kebiasaan. Bisa karena biasa. Apa saja akan saya tuangkan dalam ketikan di komputer. Saya akan menggali terus bagaimana menjadi penulis yang baik. Menulis dengan menggunakan pengetahuan yang telah dperoleh.

Menutup ketikan ini, saya kutip sebuah pesan Andrias Harefa di salah satu bukunya “Menulis adalah praktek sehingga hanya dengan melakukannya anda menjadi bisa.

Terima kasih buat Andrias Harefa, Her Suharyanto dan Hasudungan Sirait. Anda bertiga luar biasa !!!

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 08/05/2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: