Menulis itu gampang

Seminggu yang lalu pada saat saya mulai membuka inbox ada email masuk. Sebuah email dari mas Endy menarik hati. Dalam emailnya ia mengajak siapa diantara kami di Dvisi Learning & Development untuk mengikuti sebuah pelatihan. Pelatihan dengan tajuk cara cerdas menulis artikel. Sesudah membaca, saya memforward email tersebut kepada manager bu Anty. Ternyata gayung bersambut. Ia pun sudah menduga, “pasti oom wil ngajuin neh,” gumamnya. Tidak membutuhkan waktu lama saya sudah memperoleh persetujuan dari beliau. Sesudah itu saya pun meminta kepada Mawar, salah seorang staf diruangan kami yang mengurusi Public Training. Saya meminta formulir pengajuan Pelatihan. Kemudian saya membuat dan mengajukannya kepada Kepala Divisi untuk di mintakan persetujuannya. Namun dalam hati saya kembali berpikir. “Kira-kira diperbolehkan nggak yah ?”. Sebab saat ini Indosat kan menerapkan sebuah ketentuan baru. Setiiap karyawan hanya diperbolehkan untuk mengajukan training sesuai dengan pola CBTNA (Competency Base Training Need Analysis). Berangkat dari pemikiran itu, saya memberanikan diri mengirimkan email terlebih dahulu kepada Pak Junus Danie, selaku Kepala Divisi. Mana tahu tidak diperbaolehkan sehingga saya tidak malu bahkan kecewa. Namun tak dinyana rupanya beliau malah memiliki perspektif yang lain. Ia justru mendukung saya seraya mengatakan bahwa diajukan saja nanti kan kamu bisa menulis sesuatu tentang HR. Wah, betapa lega sekali membacanya. Selanjutnya saya meneruskan proses pengajuan dengan membuat dan mengisi formulir permohonan Public Training. Setelah dicetak saya memberikannya kepada Bu Anty agar dapat diparaf terlebih dahulu baru setelahnya, formulir saya serahkan kepada mbak Mala agar diberikan kepada Pak JD. Setelah pak Junus kembali dari Jogya seusai rapat PKB, ia pun menandatanganinya. Hal ini saya ketahui melalui Mala. Ia mengatakan, form nya sudah ditanda tangan. Lantas sayapun menanyakannya kepada Mala, apakah sudah juga diajukan kepada Pak Gandung. Jawab mala sudah. Sayapun koordinasi dengan Pak Avon dan Mawar.

Tidak seberapa lama, hari berikutnya mereka berdua menyampaikan bahwa semua sudah disetujui. Nama saya telah didaftarkan. Setelah itu saya memperoleh email dari Ibu Maya. Ia mengirimkan surat undangan atau konfirmasi mengenai keikutsertaan saya pada training Andrias Harefa.

Kesampaian juga jumpa dengannya. Sudah cukup lama mendengar namanya, namun baru hari ini Jumat 7 Mei 2010 saya melihat beliau. Dalam hati, dengan mengikuti pelatihannya saya akan menjadi lebih piawai lagi dalam menulis mengenai sesuatu hal yang saya alami. Saya menjadi lebih baik lagi dalam menyusun kata perkata untuk dijadikan sebuah kalimat.

Rupanya menulis itu tidak sulit menurut pak Andras. Menulis, ya menulis saja tidak perlu terlalu dipikirkan. Apalagi menjadi hambatan. So far itulah yang saya peroleh hingga pelatihan usai. Sepertinya akan lebih lagi. Baru satu jam saja sudah cukup banyak memperoleh tehnik menulis yang baik. So, jangan takut salah lagi Wil. Go head with your writiing.

Menulis adalah permainan menyusun kata
kata kata disusun menjadi kalimat
kalimat disambung menjadi alinea
alinea dikait-kaitkan menjadi sebuah artikel

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 07/05/2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: