Keretaku Sayang Keretaku Malang


Kemarin sore 6 Mei 2010, tidak seperti biasanya saya pulang kantor menumpang taksi. Saya bersama tiga orang teman yang searah menuju Depok terpaksa tidak menaiki kereta api. Kami menggunakan taksi karena Kereta Api Ekonomi anjlog di Stasiun Manggarai. Hal itu mengakibatkan jalur kereta sama sekali tidak dioperasikan. Tidak hanya kami saja yang mengalami kesulitan alat transportasi untuk pulang. Ribuan orang pekerja yang bertempat tinggal di Depok Bogor tertimpa hal yang sama. Mereka ada yang menggunakan taksi seperti kami. Ada pekerja menggunakan Busway. Tidak sedikit yang memakai omprengan dari Atmajaya. Pokoknya kemarin itu anjlognya Kereta menyebabkan banyak orang sengsara.

Saya sebenarnya dalam hati ingin memuji kinerja pelayanan kereta api. Selama kurun waktu dua minggu terakhir, pelayanan Kereta Api sangat sesuai dengan prinsip-prinsip pelayanan. Penumpang baru saja duduk, dari pengeras suara langsung menyampaikan beberapa informasi. Pada waktu kereta akan tiba disebuah stasiun perhentian, petugas dari pengeras suara menginformasikan di stasiun mana kereta akan berhenti. Penumpang akan turun diingatkan kembali akan barang bawaannya agar tidak tertinggal. Pokoknya standar pelayanan prima sepertinya lambat laun diterapkan setiap hari. Namun sayangnya usaha yang saat ini sedang dilakukan kembali tercoreng oleh kejadian anjlognya kereta ekonomi di Manggarai tersebut. Pujian yang tadinya akan saya layangkan kepada pihak KAI, tidak jadi disampaikan. Rasanya manajemen KAI mesti bekerja keras guna memperbaiki sarana dan prasarana perkeretaapian secara menyeluruh dan berkesinambungan. Pelayanan prima yang sudah diterapkan seolah tak memberikan efek apapun dengan adanya kejadian tersebut.

Benar kata Warren Buffet “It takes 20 years to build reputation and 5 minutes to ruin it. Hanya dikarenakan suatu hal reputasi akan hancur. Meskipun sebenarnya reputasi KAI selama ini juga tidak terlampau baik. Namun apapun yang terjadi sepertinya saya masih mencintai moda transportasi ini. Kereta api akan tetap menjadi pilihan pertama bagi saya. Saya masih sangat merasa nyaman menumpang kereta. Saya tidak akan berpindah ke lain alat transportasi semisal mobil. Fisik dan pikiran sudah tidak kuat lagi menahan kemacetan yang terjadi setiap hari. Sedangkan kereta walaupun sesekali terdapat peristiwa dan lebih sering bermasalah dengan jadwal keberangkatan dan kedatangan, apabila disuruh maka saya akan terus memilih menaiki kereta api. Saya masih merasa nyaman dengan berkereta. Sepertinya takkan mampu hati ini beralih ke moda transportasi lainnya. Keretaku sayang keretaku malang.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 07/05/2010, in ROKER. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: