Kepasrahan Mendatangkan Hadirat TUHAN

Sepertinya hari Kamis 24 April 2010 akan menambah catatan dalam buku kehidupan saya. Betapa tidak selama tinggal di Jakarta baru kali ini saya berkunjung ke RSCM. Kalau membesuk teman, keluarga pasti di rumah sakit swasta. Kali ini bersama rekan dari Sarana Kerohanian Kristen Indosat (SKK Indosat), saya berkunjung ke Rumah Sakit Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo untuk pertama kalinya. Dengan menumpang kendaraan operasional, kami berlima berangkat pada saat jam istirahat. Kurang lebih dua puluh menit, kami sudah tiba di RSUP. Karena semua tidak mengetahui secara pasti lokasinya, dua kali kami menanyakan ruangan perawatan bagi anak. Pertama kepada petugas security didepan pintu masuk dan sekali lagi langsung menanyakan petugas parkir. Memegang patokan yang sudah diberikan oleh keduanya memang tidak terlalu sulit mencari lokasinya.

Di dalam gedung Instalasi Perawatan Anak, guna meyakinkan lagi, salah seorang dari kami kembali menanyakan tempat perawatan bayi Bintang. Dengan ramah petugas security mengarahkan, “Bapak lurus kemudian ke kiri nanti ada tangga dari besi Bapak naik”. Akhirnya kamipun dapat menemukan ruang perawatan anak terkasih dari Pak Fery dan Ibu….di lantai 2 kamar nomor 2.

Baru saja memasuki area perawatan anak di lantai 2, ada seorang Ibu menyapa kami. “Dari Indosat ya,”. Terang saja ia langsung mengatakan seperti itu karena saya menggunakan baju branding. Tambah lagi baju branding yang dipakai kebetulan keluaran dari Solo Branch.

Ibu yang menyambut kami lantas berceritera bagaimana pertama kali ia terpanggil untuk secara sukarela membantu ayah Bintang. Awalnya memang sederhana. Ibu muda ini sekilas membaca sebuah koran terbitan lokal. Pada koran tersebut ada berita mengenai kasus Bintang. Itu terjadi sekitar bulan Maret lalu pada saat ia sedang berkunjung ke Solo karena ada yang sakit. Niat hati ingin membawa surat kabar itu namun tak sengaja malah ia meninggalkan koran lokal itu dirumah orang tuanya. Sesampainya di Bandara, ia sempat berebut dengan seorang Bapak guna memperoleh kembali koran yang berisi berita tentang Bintang. Hatinya memang sudah memiliki niatan untuk membantu.

Dorongan dari dalam hatinya guna menolong keluarga ini cukup kuat sekali sehingga akhirnya ia memutuskan untuk menggalang dana bagi kesembuhan Bintang. Saat ia bergumul apakah meneruskan membantu atau tidak sepertinya kuasa TUHAN berlaku atasnya. Sampai-sampai anaknyapun ingin turut memberikan donasi dari tabungan yang ia miliki. Akhirnya saat ini ia bersama seorang ibu secara tulus menjadi Team Penggalangan Dana Kasih Untuk Bintang. Mereka inilah yang membawa Bintang ke Jakarta dengan menumpang pesawat Garuda. Pak Fery dan Ibu..ditemani oleh seorang Dokter dan perawat dari RS Kasih Ibu Solo membawa Bintang ke RSCM. Keseluruhan biaya ditanggung oleh Team ini.

Pada awalnya memang orang tua Bintang sudah memperoleh fasilitas Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) dari Pemerintah Daerah. Tetapi karena melihat kondisi Bintang yang rentan dengan infeksi maka team telah memutuskan untuk tidak menggunakan fasilitas tersebut. Betapa tidak jika ditempatkan di kelas perawatan sesuai Jamkesmas, Bintang akan diinapkan bersama lebih dari 3 orang pasien bayi lain. Berdasarkan pertimbangan khawatir akan terjadinya infeksi tersebut maka pilihan Jamkesmas bukan merupakan pilihan. Ditambah lagi keputusan ini memang diambil setelah pihak RSCM tidak bersedia menerima usulan team apabila segala biaya perawatan diperhitungkan sebagian dengan Jamkesmas sebagian lain dengan biaya sendiri.

Satu kesaksian yang boleh disampaikan disini adalah Team ini melakukan semuanya itu dari “nothing”. Sama sekali tidak ada dana. Namun setelah dibentuknya team penggalangan dana ada saja dermawan yang menelepon bagaimana jika ingin membantu. Begitu seterusnya. Manakala sedang membutuhkan dana untuk suatu tindakan, pasti selalu ada orang yang membantu dan herannya nilai donasi yang terkumpul tidak hanya mencukupi kebutuhan biaya untuk tindakan yang dibutuhkan tetapi bahkan melebihi. Tahu-tahu ada dana lebih dari cukup direkening.

Selain itu yang boleh TUHAN perlihatkan hari kemarin adalah betapa TUHAN itu teramat baik. IA boleh mengirimkan seorang penolong bagi keluarga pak Fery. TUHAN sudah menggugah Ibu Endah….melalui sebuah berita di surat kabar. Tangan TUHAN bekerja melalui ibu muda ini. Dengan semangat ibu Endah bersama dengan rekan setimnya bahu membahu menggalang dana buat Bintang. Tadinya ia tidak suka ber-facebook, kini sudah mulai merambahnya. Menerbitkan berita di detik health dan harian ibukota lain. Bahkan sempat pula dimarahin oleh petugas admin RSCM. Semua dilakukan demi Bintang. Kalau bukan TUHAN yang bekerja rasanya takkan mungkin Ibu Endah dengan rekan-rekannya berani melakukan hal ini.

Siang kemarin apa yang diberikan SKK Indosat melalui Panitia Baksos Paskah 2010 dan Diakonia Care Center kiranya turut meringankan beban keluarga guna menghadapi operasi selanjutnya. Bintang harus menjalani beberapa operasi lain yang pastinya masih membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Usai doa bersama dengan ayah Bintang, SKK Indosatpun meninggalkan RSCM dengan membawa sebuah kesaksian tentang Kepasrahan yang mendatangkan dan menghadirkan hadirat TUHAN dalam hidup. Tetap percaya bahwa didalam ketidakberdayaan TUHAN akan turun tangan. Tangan TUHAN akan turun mengangkat umatNya dari setiap kelemahan. Disaat tiada daya, KuasaMU adalah yang sempurna. Dan ketika kita percaya, Mukjizat memang sungguh nyata.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 22/04/2010, in Pelayanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: