Sentuhan Susu Formula

Sesuai dengan rencana saya mengambil cuti pada hari Jumat 16 April 2010. Hari itu cukup bersejarah dalam hidup saya.

Pertama tentunya karena pada tanggal tersebut pasukan Korps Baret Merah, Kopassus yang merupakan Pasukan terbaik ke-3 didunia merayakan hari ulang tahunnya. Pastinya di tempat yang membesarkan saya sekaligus markas prajurit pilihan, Cijantung, akan diramaikan dengan upacara dan defile.

Saya jadi teringat tempo dulu. Bagaimana bermain bola dilapangan Atang Sutresna. Bersepeda disekeliling kantor. Menonton layar tancap dan tidak ketinggalan mandi di kali Ciliwung sambil mencari udang. Meskipun kini hanya merasakan dari luar saja namun cukup bagi saya dengan mengikutinya dari berita melalui media cetak dan televisi.

Hal kedua yang menyebabkan tanggal 16 April merupakan istimewa buat saya dikarenakan tanggal tersebut merupakan hari jadi anak terkasih saya Johanne Samuel Obama Katipana. Ia berhari jadi yang pertama. Sebuah kebahagiaan bagi kami mengingat rayakan hari kelahiran anak terkasih ini. Tentunya saya dan isteri sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut sukacita di hari lahir Joe, anak kami.

Sepulangnya kami dari kota, saya menanyakan kepada ibu yang menolong kami mengerjakan aktifitas rumah tangga sehari-hari. Apakah ada telepon yang masuk. Seketika iapun menjawab, “Ada pak, dari susunya ade (maksudnya perusahaan susu),” ujarnya. “Mbaknya ngucapin selamat ulang tahun buat si Joe,” tambahnya sambil membantu mengeluarkan barang belanjaan dari kantong-kantong plastik.

Saya pun terharu mendengarnya. Rupanya ada juga yang mengucapkan ulang tahun kepada anak saya. Mereka tidak mengenal saya. Wanita yang menelepon sama sekali belum pernah saya jumpai. Orang tua mana yang tidak senang ketika mendengar hal seperti itu. Pasti semua akan bahagia menerima ucapan hari jadi untuk anak terkasihnya.

Bagi sebagian orang hal seperti itu bisa jadi tak berarti apapun. Namun buat saya pribadi, ucapan HUT seorang wanita yang mengaku dari sebuah perusahaan susu formula tersebut telah membuat saya bahagia. Tersentuh atas apa yang sudah mereka lakukan. Saya memang sudah menggunakan produk susu mereka sejak anak kedua saya ini lahir. Teringat setahun lalu, ketika isteri sudah tidak dapat menghasilkan ASI, saya sempat dibuat khawatir. Betapa tidak saat itu saya sama sekali tidak memiliki pengalaman menghadapi hal seperti ini.

Usai berembug dengan isteri, sayapun pergi sebuah toko di bilangan Depok yang menjual susu formula. Sambil mengendarai sepeda motor terus saja saya berpikir mengenai ” susu apa yang cocok ya ?”. Pertanyaan ini terus bergelayut hingga tiba ditoko yang dituju. Saya menanyakan kepada salah seorang pelayan toko mengenai susu yang dapat diberikan kepada bayi yang baru berusia seminggu. Kebetulan sekali saat itu ada seorang “sales” salah satu susu formula. Ia pun menjelaskan kekhususan produknya. Dengan rinci seorang sales wanita ini menguraikannya. Detail sekali sampai-sampai apa yang dia jelaskan tidak semuanya saya mengerti. Sayapun tertarik sekaligus memutuskan untuk membeli produknya tersebut. Di sela-sela saya menunggu pengembalian uang atas pembayaran pembelian sekaleng susu itu, sales wanita ini langsung menanyakan pula data pribadi anak saya.

Rupanya data pribadi yang sempat ditanyakan itu yang selanjutnya dipergunakan oleh produsen susu tersebut untuk memantau anak saya. Pada saat pergantian susu formula ke jenis yang berbeda sesuai dengan usia bayi, seorang wanita akan menghubungi rumah saya. Wanita penelepon dari produsen susu formula ini menanyakan perkembangan anak saya. Ia menanyakan juga apakah sudah diimunisasi ini dan itu. Semua ditanyakan tanpa terkesan menggurui. Terasa sekali penelepon sudah dibekali mengenai apa dan bagaimana “menangani” perkembangan bayi. Dalam percakapan melalui telepon itu, tak lupa ia mengarahkan tata cara penggunaan produk susu mereka.

Ditengah banyak perusahaan yang membiarkan pelanggan berhubungan dengan mesin. Pelanggan tidak jarang hanya diperhadapkan dengan suara wanita dari mesin penjawab otomatis. Tekan 1, jika anda ingin mengetahui produk kami, tekan 2 bila anda ingin bla bla bla. Wuih, kasihan deh loe.

Sentuhan-sentuhan manusiawi sepertinya masih dibutuhkan. Tehnologi tidak selamanya dapat melayani dengan baik. Saya pribadi berterima kasih sekali kepada produsen susu formula yang memiliki program seperti yang diberikan kepada saya dan tentunya pelanggan lain.

Apa yang sudah dilakukan oleh wanita dari produsen susu anak saya ini telah menyentuh hati. Saya takkan mudah untuk beralih ke produk lain. Selain cocok untuk anak mereka sudah menyentuh hati saya. Inikah marketing with meaning ? Saya juga tidak mengetahui secara pasti.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 19/04/2010, in Keluarga. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: