Praktek Belakang Layar

Sedang asik-asiknya menonton sepak bola kesebelasan favorit, gambar siaran langsungnya hilang muncul hilang muncul lagi. Begitu terus sampai-sampai dari kedudukan masih sama kuat, kelihatan kembali gambarnya posisi sudah 2-1. Untungnya untuk kesebelasan kesayangan. Minggu sore itu diputuskan untuk menghubungi provider TV. Melalui Call Centernya saya mencoba melaporkan kondisi siaran yang sedang terjadi. Tadinya saya berpikir bahwa bisa dipandu melalui pusat informasi namun nyatanya tidak seperti itu. Jadilah saya orang tabah menonton TV dengan kondisi siaran yang putus-putus.

Keesokan hari tepatnya Senin 19 April 2010, tehnisi dari provider TV sudah menghubungi saya melalui sms. Ia menanyakan kapan waktu untuk berkunjung dalam rangka perbaikan. Saya tidak lantas menjawab namun menghubungi isteri terlebih dahulu apakah ia dirumah atau sedang bepergian.

Sekitar siang hari tehnisi bisa berkunjung kerumah guna melakukan perbaikan. Setelah melakukan perbaikan dan pemindahan antena, barulah dimulai negosiasi ala melayu. Harga satu meter kabel menurut tabel adalah Rp. 4000 rupanya dapat ditawar menjadi Rp. 3000. Meskipun dapat turun Rp. 1000 namun ternyata masih ada embel-embel dari tehnisi tersebut, “nanti jika dihubungi orang pusat bilang saja tidak ada yang diganti.”

Tersenyum mendengar ceritera isteri mengenai hal ini. Sendi-sendi kehidupan sudah tidak baik jika tidak ingin dikatakan bobrok. Mental petugas layanan sudah tidak tedeng aling-aling lagi. Hajar beleh. Saya sih senang saja wong bisa diperbaiki, dapat remote baru. Atau malahan saya yang tertipu kali ya, seharusnya tidak bayar jadi harus membayar. Terserah dah yang penting TV sudah oke semua.

Sementara itu diluar, terkejut sedikit mendengar berita gugatan Pra Peradilan Bibit-Chandra dimenangkan oleh Anggoro. Waduh celaka tuh. Menurut salah satu pengacaranya, ini berarti kasus Bibit-Chandra mesti terus ke pengadilan. Termasuk juga Susno Duaji nama baiknya mesti direhabilitir. Tambah lagi penolakan Mahkamah Konstitusi terhadap uji materiil UU Penodaan Agama.

Oke deh, saya ingin istirahat dulu. Tuhan kiranya menjaga keluar masuk saya.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 19/04/2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: