Adat or Iman, CAKO sedang latihan merayap

Getar telepon selular berulang kali. Kurang lebih empat kali menggetarkan saku sebelah kiri. Pesan singkat masuk. Setibanya di Gondangdia barulah sempat membaca pesan singkat yang diterima. Rupanya ada berita duka. Salah seorang anggota jemaat, meninggal dunia pagi 05.30 karena sakit. Rencana semula ingin jalan batal. Kebetulan ada ojek yang kenal langsung saja menumpang dimotornya. Sepanjang perjalanan Gondangdia-KPPTI jari jemari sibuk menekan tombol huruf demi huruf. Meneruskan informasi kepada jemaat Sektor 4-5.

Jawaban atas pertanyaan seorang rekan mengenai adanya seorang Staf Divisi LD akan pindah terjawab sudah. Rekan yang belum lama bertugas di Divisi LD kembali memperoleh tugas baru. Kali ini atas permintaan yang bersangkutan, ia ditempatkan di Palembang Sumatera Selatan.

Pukul 10.00 WIB jumpa dengan beberapa mahasiswa yang akan Kerja Praktek di lantai 23. Briefing selesai sekitar pukul 12.10 WIB. Langsung beli makan siang di lantai 8.

Mengambil paket B, saatnya pulang ketika waktu sudah menunjukkan 16.30 WIB. Hari baru saja Hujan. Tetap menerobos daripada menunggu lama lagi malah hujan turun lagi. Tidak lama menunggu Depok Ekspres pun tiba di jalur 2. Aman dalam perjalanan hingga tiba di Depok Lama.

Sesampainya dirumah, langsung mengambil Baju Tidur untuk Joe. Kali ini agak berbeda. Satu set pakaian tidur ala KOMANDO. Loreng darah mengalir. Gagah dan ganteng juga anakku memakainya. Semoga cita-citaku kau yang akan mengambil alih.

Hujan masih saja turun, meski rintik-rintik. Namun hujan model kayak begini yang membuat sakit. Berdua isteri mengikuti “lelayu” jemaat yang berpulang tadi pagi.

Sedang khusuknya mengikuti ibadah, tiba-tiba ada suara dari pojok sebelah kanan rumah duka. “Hula hula nami, Raja Hutabarat….” Jiaah…ini apaan sih. Wong lagi ibadah, Pendeta lagi berkhotbah malah ada sekelompok orang yang sedang rapat sendiri dengan suara lantang. Mana sih yang ingin didahulukan Opung ?. Adat yang ingin dikedepankan atau Ibadah ?. Konsentrasi buyar. Tidak lagi mendengar khotbah. Untungnya sebelum usai ibadah, acara Rapat Adat dihentikan terlebih dahulu. Tetapi sudah terlanjur. Sukacita sudah buyar. TUHAN maafkan daku.

Terima kasih TUHAN atas hari ini. Buatlah kami tidur nyenyak malam ini. Dan besok Engkau membangunkan kami sekeluarga dengan badang yang sehat dan kuat.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 29/03/2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: