Susahnya Hidup

Sering mendengar informasi peristiwa pembunuhan karena sesuatu hal yang sepele. Gara-gara seribu perak bisa jadi pertumpahan darah. Betapa sulit dan keras kehidupan di ibukota.

Mencari penghasilan lain diluar gaji bulanan sepertinya mesti dilakukan. Telah beberapa bulan ini, usaha baru sudah dijalankan. Mulai dari pulsa, sampe jualan bedcover dan sprei. Semua dilakukan demi tambahan penghasilan.

Dengan menggunakan sepeda motor, alih-alih penghematan, tiga buah bedcover diangkut dengan kuda besi ini. Setibanya di lampu merah Sabang, “gedebug”, dua buah bedcover yang diikat di kursi belakang jatuh. Untungnya masih terikat disalah satu bagian motor sehingga tidak tertinggal tapi justru ikut terbawa persis didepan Pos Pol Sabang.

Motorpun saya pinggirkan dan berhenti. Kemudian mulailah disusun dan diikat ulang. Saat itulah kembali terpikir, Tuhan seperti inikah yang kau maksudkan ketika Adam jatuh kedalam dosa. Buat Adam diberikan hukuman akan susah memperoleh penghasilan. Kata TUHAN kepada Adam saat itu “…; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu.” . Sudah hari panas, perut belum diisi, wow luar biasa, “Begini to cari uang,” gumamku. Sekali lagi sama persis dalam firman TUHAN, ..”dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu…”

Dengan pertolongan tangan kasih TUHAN, sampai juga akhirnya di rumah Opa Joe untuk mengantarkan barang pesanan.

Menjelang malam, istri memanggil ponakan lain agar main-main kerumah. Sekalian bantuin menjual barang dagangan yang baru diambil. Sedang kami berbincang, karena pintu pagar terbuka, masuklah seorang berpakaian biru, dengan sopan seraya berkata “ Jalan Bougenville dimana ya ?”. Lantas dijawab oleh ponakan, “Disini biasanya nyebutin blok bukan jalan,”. Pak “Tamu” diarahkan untuk menanyakan ke pos satpam yang terletak dipojok jalan rumah kami. Entah apalagi yang diperbincangkan saya tidak mengetahuinya. Sang tamupun kemudian meninggalkan rumah seraya masuk ke dalam mobil mereka.

Kurang lebih sepuluh menit kemudian, datanglah Pak Supri, Satpam di lingkungan RT. Seraya mengucapkan salam, iapun masuk kerumah kami. Ia rupanya ingin menanyakan siapakah pemilik motor yang sedang diparkir didepan rumah. Pak Supri lalu mengatakan bahwa plat nomor sepeda motor itu sama persis dengan motor yang hilang semalam. Tadi ada polisi yang menemui dia di Pos. Usai melakukan percakapan terkait sepeda motor tersebut, pak Satpam bergegas kembali ke Pos menjumpai “tamu” Rupanya tamu yang tadi menanyakan alamat rumah adalah reserse dari Polres Depok, demikian ungkap Pak Supri kepada kami.

Karena merasa sepeda motornya bukan curian, saya meminta ponakan pulang mengambil dokumen pendukung agar diurus di Pos Pol. Setelah fotokopi STNK dan buku Service dibawa, pak Supri datang kembali kerumah untuk mengambilnya.

Susahnya hidup…

Wah gawat ya…plat nomor bisa dobel. Sama dong dengan motornya teroris yang ditembak di Pamulang. Tidak hanya disana rupanya “that’s happen close to my house”. Hati-hati banyak kendaraan dengan dua nomor kendaraan.

Okelah kalau begitu, tambah lagi pengalaman hari ini. Pertama cari uang itu susah dan sudah suratan dari jaman nabi Adam. Yang kedua semakin hati-hati menaruh sepeda motor. Karena tempat kejadian kehilangan berada didekat rumah.

Tuhan Tolonglah
Depok, 20/3/2010

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 20/03/2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: