Pemilihan Penatua & Diaken GPIB Pancaran Kasih : Penghitungan Suara Putaran Pertama

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Hari Minggu 29 Juli 2012 akan menjadi sebuah catatan dalam lembaran kehidupan pribadi saya. Satu pengalaman baru kembali saya peroleh ketika mengikuti proses penghitungan suara Pemilihan Penatua dan Diaken masa bakti 2012-2017 di lingkungan gereja GPIB Pancaran Kasih Depok. Pada kesempatan kali ini saya bersama seorang rekan majelis dan seorang anggota sidi jemaat ditunjuk menjadi Saksi dalam penghitungan suara tersebut. Sesuai dengan undangan yang diberikan, saya hadir di ruangan bawah gereja seusai Ibadah sore pukul 18.00 selesai. Perkiraan waktu yang saya pilih untuk datang pada sekitar pukul 20.00 rupanya tepat sebab saat mematikan mesin motor terlihat dari pintu masuk dekat Pos Satpam gereja kegiatan internal panitia masih berlangsung seperti penyerahan Kotak Suara yang dibawa oleh Panitia Pemilihan masing-masing Sektor. Sekat-sekat dari triplek yang biasa digunakan untuk pemisah ruang ibadah PKLU dengan parkir sepeda motor terlihat mulai digeser saling berhadapan sehingga kedua sisinya dapat digunakan sebagai papan yang akan ditempelkan rekapitulasi daftar nama jemaat masing-masing sektor. Setidaknya Ketua Majelis Jemaat terlihat turut menggeser sekat-sekat seraya memberikan komando kemana akan ditempatkan sekat tersebut.

Menjelang pukul 21.00 melalui pengeras suara Ketua Majelis Jemaat mulai memanggil semua panitia dan para saksi untuk mendekat ke tempat penghitungan suara. Sebelum dimulai beliau mengajak semua yang hadir untuk menyantap makan malam terlebih dahulu dengan pesan tidak berlama-lama dalam menikmatinya sebab hari sudah semakin larut sedangkan penghitungan mesti diselesaikan secepat mungkin.

Tak lebih dari pukul 21.30 penghitungan suara 13 Sektor Pelayanan dalam lingkungan GPIB Pancaran Kasih dimulai termasuk Sektor Betel tempat dimana saya selama ini melayani dan berdomisili.

Cara pemilihan Penatua dan Diaken Periode 2012-2017 GPIB Pancaran Kasih setelah diawali dengan doa adalah :

1. Jemaat memilih nama-nama warga sidi jemaat yang berhak dipilih sesuai daftar pemilih yang diberikan Panitia Pemilihan.
2. Jemaat menuliskan Nomor Urut warga sidi jemaat yang dipilih pada Kertas Suara yang telah diberikan.
3. Khusus Sektor Betel karena jumlah Majelis atau Penatua dan Diaken yang dibutuhkan adalah 14 orang maka jumlah calon yang harus dipilih jemaat adalah 28 orang.

Penghitungan suara diawali dengan mengeluarkan amplop putih bertuliskan nama sektor dari Kotak Suara yang disediakan oleh salah seorang panitia. Diatas meja disaksikan oleh 3 orang Saksi dan seorang Pendeta serta dua orang panitia yang ditunjuk dari Pelkat Gerakan Pemuda mulai menghitung. Dari 247 jumlah pemilih di Sektor Betel yang mengembalikan amplop suara hanya 210 amplop saja. Meski demikian penghitungan tetap terus dilanjutkan.

Saat penghitungan jumlah kertas suara mulai, 3 orang panitia yang ditunjuk menghitung suara bagi jemaat di Sektor Betel menggunakan cara ; satu orang membacakan sedangkan 2 orang lainnya mencari nomor urut yang disebutkan. Namun setelah melihat masih banyaknya amplop suara yang belum terhitung sementara waktu sudah lewat tengah malam, atas saran seorang pendeta, cara pertama ditinggalkan dan panitia menggunakan cara kedua yakni dengan mengambil kertas suara kemudian mencari masing-masing nomor sesuai pilihan yang tercantum di kertas suara. Melihat ketiga panitia terlihat lelah akhirnya para saksipun atas ijin semua pihak turut membantu paling tidak membacakan nomor-nomor yang tertera dalam kertas suara untuk dituliskan pada papan rekapitulasi yang tersedia. Hal ini tentu masih dalam pengawasan seorang pendeta yang turut mendampingi hingga selesainya proses penghitungan.

Tak terasa waktu bergulir terus teriakan sahur-sahur juga sesekali terdengar dilontarkan dari sisi yang lain di dalam ruangan. Rupanya tak terasa jam dinding diatas pintu masuk konsistori sudah menunjukkan angka 01.30 dinihari. Saya yang tadinya merencanakan pulang lebih awal membatalkan niat tersebut sebab melihat semangat teman-teman Pelkat GP belum kendur dan kertas suara yang tadinya tebal kini sudah terlihat tinggal beberapa lembar saja. Padahal dinihari itu setidaknya masih 2 atau 3 sektor lain lagi yang belum menyelesaikan proses perhitungan. Bisa jadi sampai pagi baru akan selesai.

Pukul 02.00 dinihari penghitungan suara selesai pada tahap pertama yakni menuliskan suara ke tabel rekapitulasi di papan sekat yang disediakan. Selanjutnya seorang pendeta yang senantiasa mendampingi mulai menuliskan nama jemaat yang terpilih pada tahap pertama sebagai bakal calon Penatua dan Diaken. Sesuai jumlah jemaat dan kebutuhan yang ada maka telah terpilih 28 orang calon Penatua dan Diaken yang akan dibawa dalam pemilihan putaran kedua untuk memilih 14 orang calon tetap dengan rincian 7 orang Penatua dan 7 orang Diaken.

Tepat pukul 02.40 saya tiba kembali dirumah. Sebelum tidur segelas tehmanis ditemani sepotong roti coklat saya nikmati sambil menatap istri dan anak terkasih yang sudah terlelap dalam buaian mimpi.

Mengikuti proses penghitungan suara pemilihan Penatua dan Diaken Periode 2012-2017 di GPIB Pancaran Kasih menambah pengalaman hidup buat saya pribadi. Saya menjadi tahu bagaimana proses penghitungan suara berlangsung. Secara umum kerja keras Panitia patut diacungi jempol. Beberapa kendala dapat diatas semua dengan baik termasuk saat Daftar Nama Jemaat Sektor Betel tak tersedia di papan sekat yang dijadikan papan tulis.

Untuk masukan bagi Panitia saya mempunyai beberapa usulan diantaranya :

1. Waktu penghitungan suara sebaiknya dicarikan hari lain selain hari Minggu dan dimulai sejak pagi hari bukan malam hari seperti yang dilaksanakan pada putaran pertama.
2. Tidak ada salahnya dicoba menggunakan kemutakhiran Tehnologi Informasi yang berkembang selama ini dengan membuat sebuah program yang dapat dibuat oleh potensi jemaat yang ada di Jemaat.
3. Sosialisasi bagi Warga Sidi Jemaat yang berhak memilih tentang tata cara mengisi kertas suara lebih di intensifkan sehingga lebih memudahkan dan mempercepat proses penghitungan suara.

Aah, pikiran dinihari menerawang kepada satu pernyataan bahwa benar adanya mengikut Tuhan itu memang harus membayar harga. Kiranya Damai Sejahtera TUHAN yang empunya hidup akan mengawali proses pemilihan hingga Oktober 2012 mendatang. Dan buat saya yang sementara ini tercantum dalam daftar sementara menyerahkan saja kepada Tuhan melalui jemaatNya di Sektor Betel. Kalaupun saya pada putaran kedua akan terpilih, saya berharap dapat diperlengkapi lagi dan lagi oleh Kuasa Roh Kudus. Apabila ternyata tak termasuk dalam jajaran kemajelisanpun saya akan tetap berusaha melayaniNya melalui media atau organisasi lainnya dimanapun Tuhan menempatkan saya.

Tuhan Memberkati !

About these ads

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 30/07/2012, in Pelayanan. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. nancy tahalele

    Kiranya Tuhan Yesus saja yg memilih mll suara jemaatNya siapa yang patut bekerja dan melayaniNya dengan benar dan sungguh2…..sehingga nama Tuhan Yesus saja yang dimuliakan. Amin…Tuhan Yesus memberkati kita semua

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.588 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: