Gelisah versus Taat Kepada Allah

Siapa diantara kita yang tak pernah mimpi ? Pasti semua manusia atau kita pernah mengalaminya. Mimpi yang kita alami kerap bagi sebagian orang akan menggelisahkan. Saking gelisahnya bahkan sampai mencoba mencari tahu dari buku-buku tafsir mimpi atau datang ke ahli tafsir mimpi. Untungnya orang-orang yang datang ke ahli nujum itu bukan dari GP Pankas. Sementara itu mimpi buat beberapa orang hal itu dianggap angin lalu saja. Yah hitung-hitung bunga tidur lah begitu anggapan mereka. Ragam tanggapan pantaslah terjadi dalam menyikapi mimpi itu sendiri. Sah-sah saja bila mimpi bisa menggelisahkan dan juga menggelikan.

Hal mimpi ini juga sudah terjadi jauh hari diceriterakan di Alkitab salah satunya yakni pada zaman Daniel. Ketika itu Bangsa Israel dalam masa pembuangan di Babel. Pada waktu itu yang berkuasa adalah Raja Nebukadnezar. Dan bacaan kita malam ini juga dinyatakan bahwa sang Raja juga memperoleh mimpi. Mimpi yang dialami oleh Raja Nebukadnezar ini diceriterakan pada bacaan kita sungguh mengejutkan hati sang Raja. Penglihatan-penglihatan yang sudah dialami Raja benar-benar menggelelisahkan dirinya. Istilah jaman sekarang Raja sampai-sampai terganggu kehidupan psikologisnya. Makan tak kenyang tidur tidak nyenyak. Isi lepalanya penuh dengan pikiran akan apa sih arti mimpi itu.

Nebukadnezar semakin gelisah manakala ia memerintahkan semua ahli jampi para ahli nujum untuk datang menghadapnya. Bukannya memperoleh pencerahan dari mereka, Raja Nebukadnezar malah bertambah gelisah ketika tahu bahwa mimpinya itu rupanya tak diterjemahkan oleh para ahli tersebut. Agar dapat mengetahui makna dari mimpi serta penglihatan yang diperolehnya Nebukadnezar suka atau tidak suka ahirnya ia memanggil Daniel lagi sebab semua orang bijaksana di negerinya tak satupun yang ingin menterjemahkan arti dari mimpinya. Daniel pun datang menghadap Raja. Ketika Daniel yang disebut Belthazar mendengarkan cerita mimpinya malah ia yang terdiam sebentar. Jika kita membayangkan bagaimana sikap Daniel saat itu, kira-kira ia tengah bertatap muka tapi pikirannya sedang melayang. Daniel seolah berpikir “Wah kasian sekali nih Raja mimpinya kok amat tragis”. Saat Daniel terdiam Raja pun menyapanya. Daniel pun tersadar. Dia pun lantas mulai menjelaskan apa arti dan makna mimpi sang Raja dengan detail tanpa tedeng aling-aling. Ia tak peduli bila tafsirannya ternyata dianggap mengecewakan.

Rekan-Rekan GP terkasih, bacaan kita pada malam ini sebenarnya ingin mengajak kita semua untuk melawan setiap rasa gelisah yang kita alami. Melalui Kisah Mimpi Raja Nebukadnezar ini Allah ingin mengajarkan kepada kita semua bahwa kekhawatiran dan kegelisahan harus dilepaskan dari kehidupan. Dilepaskan disini dalam buku tafsiran Kitab Daniel dinyatakan sebagai sesuatu yang mesti “ diputuskan“ dari dalam hati. Sebagai kaum muda yang mungkin dalam kehidupan pribadi, kita gelisah atas apa yang sudah di perbuat sehingga membuat kita berdosa. Kita gelisah karena hingga saat ini belum diberikan pekerjaan. Bisa juga khawatir akan hal kelulusan dalam setiap ujian yang kita hadapi di Kampus. Atau meski sudah bekerja namun tetap gelisah sebab pekerjaan yang dijalani tidak menjanjikan masa depan. Mungkin juga karena punya pacar tapi gelisah bila putus ditengah jalan. Ada sesuatu bergejolak dalam hati dan pikiran kita seperti halnya Raja Nebukadnezar yang gelisah menanti makna mimpinya.

Rekan pemuda pemudi terkasih, malam ini Tuhan mengingatkan kita bahwa semua kegelisahan harus dilawan oleh kita. Caranya tentu bukan dengan memanggil ahli jampi dan tidak juga membeli buku-buku tafsir mimpi. Tuhan hanya menginginkan kita Taat Kepada FirmanNya. Dia cuma ingin melihat kita anak-anak muda ini berjalan meraih masa depannya dengan memiliki ketaatan kepadaNya dalam mengungkapkan kebenaran. Itu adalah kunci yang diberikan Tuhan pada malam ini.

Kita sebagai kaum muda dituntut agar dapat melakukan kebenaran dan melawan ketidakbenaran yang ada, baik pada diri kita maupun di lingkungan kita. Seperti Daniel ia tidak peduli kepada siapapun termasuk Raja Nebukadnezar. Roh Tuhan sudah menunjukkan apa yang mesti disampaikan oleh Daniel dan hal apa saja yang harus diketahui dan dilakukan oleh Sang Raja. Daniel mengartikan apa arti mimpi Raja tanpa merasa takut, sekalipun dia harus berhadapan dengan Nebukadnezar. Satu hal yang ditakutkan oleh para ahli nujum yang malah justru tak berani mengartikannya. Daniel tidak takut mengatakan yang sebenarnya. Kebenaran yang ada mesti ia ungkapkan dan lakukan kepada siapapun itu termasuk Raja Nebukadnezar. Sebuah keberanian yang patut kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Daniel sudah mencontohkannya, kini tinggal bagaimana kita membuat pilihan ; apakah mencontoh para ahli nujum, atau kita lebih memilih jalan seperti Daniel dalam mengungkapkan kebenaran. Tak peduli apapun resikonya.

Pemuda-Pemudi terkasih, ada 2 hal pokok yang dapat kita petik malam ini.

Pertama : Kaum muda pancaran kasih sudah selayaknya kita taat kepada Allah. Tak perlu gelisah ataupun ragu. Kegelisahan dihancurkan dengan kedekatan kita dengan Tuhan. Apa yang dibutuhkan, apapun yang diinginkan. Entah itu pekerjaan, apakah itu jodoh ataupun hal lainnya yang membuat kita gelisah, akan kita peroleh manakala kaum muda taat kepada Allah. Kunci daripada segala sesuatu yang kita harapkan rupanya hanya ketaatan. Lawan daripada kegelisahan salah satunya adalah ketaatan kepada Allah. Kemenangan atas kegelisahan akan kita peroleh manakala taat itu hadir dalam hidup kita. Allah berkehendak agar kita senantiasa berpikir bahwa Allah adalah Tuhan, Allah berkehendak kita taat dalam beribadah, taat untuk berbuat baik terhadap sesama dan taat berkelakuan seturut kehendak Allah sehingga kita tidak hanya dilepaskan tapi juga diputuskan segala akar ketidaktaatan dalam hati.

Kedua : Jadilah seperti Daniel yang berani mengungkapkan kebenaran kepada siapapun.Katakanlah benar bila benar dan salah bila salah. Hidup yang dijalani, kita buat untuk menyongsong kebahagiaan dalam ketaatan penuh dengan kebenaran. Jadilah kita seperti Daniel yang tidak ingin sama seperti Ahli Nujum, Ahli Jampi yang menutupi kebenaran dengan gerakan tutup mulut atau mengatakan tidak mampu padahal tahu akan makna mimpi itu. Sekali lagi Benar sampaikan Benar jikalau salah katakan itu salah, apapun resikonya.

Ingin menang dalam peperangan melawan kegelisahan ? Lawanlah gelisah dengan menggunakan ketaatan untuk mengungkapkan kebenaran pada siapapun tanpa rasa takut. Beranikah anda ? Tuhanlah yang memberikan kekuatan ! Amin

Bacaan Alkitab Daniel 4 : 19-27
disampaikan dalam Ibadah Pelkat GP
GPIB Pancaran Kasih Depok – Sektor Jerusalem, Sion, Betel, Hermon
Jumat 13 Juli 2012

Tentang oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 14/07/2012, in Pelayanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.459 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: