Papa Raih 5 Terbaik di STT Intim Makasar 1953


Dalam rangka mengenang setahun almarhum Papa, Opa terkasih pada bulan Juli mendatang maka mulai hari ini saya akan menuliskan ceritera atau kisah dari orang tua terkasih almarhum Pdt. Frederik Soleman Katipana. Semasa hidup ragam panggilan disandangnya. Beberapa menyapa dengan Pak Kati atau Pak Pendeta. Selama berkarya di lingkungan Baret Merah beliau juga memiliki panggilan lain yaitu PAITUA. Belum lagi sebelumnya sempat pula ia menyandang nama Joseph Fernandez alias Ama Josep. Pertama mama sempat heran mengapa menerima surat dari seseorang bernama itu namun belakangan baru mama mengerti bahwa nama itu almarhum sandang selama dalam penugasan di Timor Portugis 1975. Kisah beliau di daerah operasi bersama Team Susi akan saya ketik juga di blog ini.

Sumber penulisan akan saya ambil dari berbagai catatan tulisan tangan atau hasil ketikan dan ceritera yang masih saya ingat termasuk dari buku. Sebuah buku dengan judul Dari Malino ke Makasar karangan Dr. P.N Holtrop yang berisi informasi sekilas tentang Sejarah Sekolah Teologia Indonesia Timur disingkat STT Intim pada dasa warsa pertama 1947-1957 juga merekam jejak beliau. Buku ini termasuk unik sebab disusun hanya dari naskah-naskah berupa surat, notulen, laporan-laporan tahunan, pidato-pidato dan karangan-karangan yang dikumpulkan kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku dengan judul tersebut. Ada hal lain yang menambah daya tarik buat saya yakni dalam buku itu terdapat sedikitnya 2 buah foto almarhum papa bersama para mahasiswa seangkatannya. Hal menarik lain saya ketik ulang pada blog ini agar anak cucu beliau mengetahui dengan baik siapa Opanya. Di STT Intim Opa merupakan Angkatan Kedua.

Opa meraih gelar Sarjana Theologi bukan tanpa perjuangan. Dia meraihnya dengan susah payah dalam pembiayaan namun sukses dalam pembelajaran. Pernah semasa hidup beliau bercerita, ia mengikuti ujian tanpa sarapan dan hanya minum air putih saja. Akan tetapi semua jerih lelahnya tak sia-sia. Bukan Papa jikalau hanya karena sebuah ejekan ia mundur. Semangat pantang menyerah senantiasa ia pertontonkan sepanjang masa hidup sampai kanker lidah merenggut nyawanya. Ejekan salah seorang rekan mahasiswa ketika itu telah dipatahkannya. Cercaan “Orang Kisar makan biji mangga” dari rekannya menjadi cambuk untuk meraih sukses dalam perkuliahan. Perjuangannya ternyata mampu mengalahkan prestasi dari rekan mahasiswa almarhum yang mengucapkan cercaannya. Beliau berhasil meraih Ranking 5 terbaik dari lulusan di Angkatan kedua dengan nilai rata-rata di angka 8 (delapan).

Berikut bukti catatan dari Berita yang disusun oleh B. Supit untuk dimuat dalam Pedoman Rakyat Makasar.

UJIAN AKHIR SISWA-SISWA ANGKATAN KEDUA.
Makasar 6 Juni 1953.

Dibawah pimpinan Rektor Dr. H. Bergema, Perguruan Theologia di Indonesia Bahagian Timur di Makasar telah mencapai pula suatu hasil penting bagi gereja-gereja. Pada hari-hari ke 21 hari bulan Mei – 4 Juni 1953 telah dilakukan ujian akhir bagi 23 siswa sesudah menempuh pelajaran 3 tahun di SoE dan 1 tahun di Makasar. Sayanglah yang seorang tak dapat turut serta karena sakit. (Kini masih dirawat dalam rumah sakit Labuang Baji). Maka 23 siswa tersebut lulus semuanya dengan baik. Sehingga pada tanggal 4 Juni petang telah dilakukan upacara penyerahan surat-surat ijazah yang melayakkan mereka menunaikan tugas pendeta pada gereja-gereja yang mengutusnya. Badan Penyelenggara Perguruan tersebut mengharapkan kiranya Tuhan kepala Gereja melangsungkan pimpinanNya dengan kekuatan dan berkat seperlunya untuk ketetapan dan keteguhan kerajanNya di Indonesia ini. Dibawah ini kami susunkan nama gereja dan pendeta-pendetanya yang baru itu.

A. Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud :
1. H. Tumadang
2. A. Ulan
3. A.S. Antahari
4. E. Kakondo
5. U. Kansil
6. G. Haroni

B. Gereja Masehi Injili Bolaang Mangondow
1. H.J. Laloman
2. A.G. Lantong
3. A. Karopit

C. Gereja Kristen Sulawesi Tengah
1. M. Sinauru
2. I. Tokare

D. Gereja Kristen Sulawesi Tenggara
1. G. Sonaru

E. Gereja Protestan Maluku
1. C. Koritelu
2. M.B. Tallaut
3. F.S. Katipana

F. Gereka Masehi Injili Timor
1. Nona A.E. Nalley
2. DJ. Bengngu
3. B. Luase

G. Gereja Kristen Sumba :
1. S.D Kii
2. E.K Opung
3. A.D Hamapati
4. U.NJ. Kapita

H. Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat
1. Z. Pattinama

HASIL UJIAN AKHIR SISWA-SISWA ANGKATAN KEDUA *

Makasar, 4 Juni 1953

Sangat menggembirakan kami bahwa kamu semua lulus di ujian akhir. Ada diantara kamu yang dulu telah diikhtiarkan untuk tidak meneruskan pelajaran karena pada mulanya kurang kemajuan. Tetapi sebab usaha, maka mereka mendapat angka-angka yang baik di ujian akhir.

Lima(5) dari kamu mendapat nilai rata-rata 8 (delapan) atau lebih untuk 12 mata pelajaran ujian akhir. Jumlah angka-angka dari lima pelajar tersebut tidak terlalu berselisih.

SINAURU dari Poso adalah Nomor 1 (satu) berikut TUMADANG dari Sangir, HAMAPATI dari Sumba, KATIPANA dari Kisar dan ANTAHARI dari Sangir.

5 yang berikutnya yang mendekati mereka adalah OPUNG dari Sumba, LALOMAN dari Bolaang Mangondow, BENGNGU dari Timor, PATTINAMA dari Jakarta dan ULAAN dari Sangir.

Juga pelajar-pelajar yang lain telah dapat angka-angka yang baik dengan beberapa kekecualian.

WANITA PERTAMA YANG MENDAPAT IJAZAH SEKOLAH THEOLOGIA
Dari satu sudut yang tertentu maka penamatan kursus ini adalah saat yang bersejarah di dalam hikayat Gereja Kristen Indonesia bagian Timur. Bukan baru kali ini ijazah-ijazah diserahkan oleh Sekolah kita. Pada bulan Nopember 1951 (satu setengah tahun yang lalu) juga telah berlaku begini. Tetapi pada hari ini, kali yang pertama diserahkan ijazah pada seorang pelajar wanita yaitu BETTY NALLEY, yang telah buka jalan, karena untuk Timor dan Indonesia bagian Timur adalah Sdr. B. Nalley pendeta wanita yang pertama. Entah ialah yang pertama di Indonesia tak saya ketahui lebih dulu, tetapi untuk Indonesia bagian Timur tak dapat disangkal, sehingga perlu pada malam ini hal ini mendapat perhatian.

Sumber : diambil dari Pidato Dr. H. Bergema ketika menyerahkan idjazah-idjazah dan daftar-daftar angka pada 23 pelajar Sekolah Theologia di Makasar yang lulus pada ujian akhir tahun pelajaran 1952/1953, Makasar 4 Juni 1953

Posted on 14/06/2011, in Keluarga. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Trimakasih untuk sejarah yang indah orang tua dan sekaligus sejarah STT INTIM. Dari Soe ke Malino menuju Makassar.

  2. Terima Kasih pak Robert, Tuhan Memberkati !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.554 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: