Kesombongan Rohani

Ada dua hal yang menarik diri saya untuk mengcopas ketikan dari seorang Jenderal Purnawirawan Luhut Panjaitan. Pertama banyak hamba Tuhan sudah sering bernubuat yang bukan-bukan. Ada yang katanya telah pergi ke sorgalah ada juga yang karena doanya bisa menyembuhkan orang kemudian menjadi sombong dan lainnya. Hal kedua yang membuat saya senang ternyata Sang Jenderal dalam tulisannya dibawah ini mengutip pernyataan almarhum Papa, Ayah saya yang baru saya baca kalimatnya sesudah beliau meninggalkan anak-anaknya.

Pagi hari dalam Ibadah Minggu 28 September 2014 di GPIB Pancaran Kasih mengambil bahan renungan dari surat Rasul Paulus kepada Timotius terkait Ajaran Sesat. Oleh karenanya saya merasa bersyukur sekali karena dalam satu hari saya jumpai dua bahan renungan yang saling mendukung dimana sore harinya saya membaca tulisan dari Jenderal Luhut.

Jadi tulisan Pak Luhut ini juga kembali mengingatkan saya bahwa Bersyukur itu merupakan Hal mutlak yang tak bisa diutak utik lagi. Sebab siapakah kita semua ? Kita hanyalah manusia biasa. Apa yang ingin dibanggakan ? Kekayaan ? No way. Seperti Firman Tuhan katakan apalah gunanya seorang memperoleh dunia jika ia kehilangan nyawanya. Oleh karena itu tetaplah kita berposisi seperti yang Tuhan ingini bahwa kita adalah ciptaanNya, Tuhanlah Pencipta kita jangan dibalik hanya karena kemampuan kita. Tidak elok juga jika kita berbuat seperti Hawa yang tergoda bujukan ular karena ular menjanjikan Hawa akan seperti Tuhan.

Terima kasih buat Pak Luhut, Selamat Ulang Tahun ke-67 pak sehat selalu dan panjang umurnya. Saya copas tulisan beliau dari blog beliau kiranya menjadi berkat bagi kita semua.

Berikut tulisan Jenderal Purn Luhut Pandjaitan melalui blognya.

“Pendeta-pendeta memang banyak bergumul dalam doa. Kalau doanya berhasil kadang timbul kesombongan rohani. Kadang pula merasa tenar karena bisa mendengar bisikan Tuhan atau Roh Kudus, padahal dia lupa dia juga manusia.” 
Ungkapan ini saya dapat dari Pendeta Katipana saat masih bertugas di Korps Baret Merah (sekarang Kopassus) beberapa puluh tahun lalu. Waktu itu, saya ingin meminta doa kepada dia. Tapi sepertinya dia ingin menceritakan bagian pengalamannya tersebut sebelum saya didoakan.
Bagi saya, makna dari ungkapan tersebut sungguh mendalam. Bahkan ketika Pendeta Katipana sudah berpulang ke rumah Bapa di surga, saya masih ingat pesan beliau itu. Saya juga tidak lupa ketika kami pernah bersama-sama di Timor-Timur. 

Tulisan selanjutnya silahkan baca http://luhutpandjaitan.com

Coming Soon : Indosat Fun Sport 2014

image

Melanjutkan sukses kegiatan Indosat Fun Sport 2013, PT. Indosat, Tbk kembali mengadakan acara sejenis ditahun 2014 ini. Kegiatan bagi karyawan yang akan dilangsungkan Jumat 19 September 2014 tetap mengambil lokasi di area Monumen Nasional atau Monas seperti tahun lalu. Menurut rencana target peserta yang mengikuti minimal sama dengan tahun sebelumnya yakni sekitar 1.200 orang karyawan dari Kantor Pusat Dan Karyawan yang berlokasi di Gedung Wisma Antara. Perubahan yang berlaku tahun ini terjadi pada konsep acara yang akan ditampilkan.

Selain kegiatan olah raga aerobik, kali ini juga akan dilakukan sesuatu yang berbeda dengan tahun sebelumnya dimana diharapkan dengan mengikuti acara ini karyawan akan semakin engaged dan turut mendukung program yang dijalankan perusahaan yakni menjadi Leader di segment data. Keseluruhan acara olah raga dan games yang diadakan semuanya menggunakan smartphone dengan pelbagai sosial media yang ada.

Jadi disini karyawan Indosat dituntut untuk minimal memiliki akun-akun sosial media sebab informasi kegiatan mulai pre event hingga hari H acara semua menggunakan sosial media. Sosial Media yang mesti diunggah karyawan diantaranya Facebook, Instagram, Whatsapp Dan Twitter.

Sepertinya Indosat Fun Sport 2014 bagi karyawan Indosat di Jakarta akan menjadi awal dari kegiatan sejenis dikota lain wilayah Operasional Indosat.

Menarik bukan ! Yuk tunggu lagi ulasan pelaksanaannya yang pasti seru Karena memiliki nilai Youthful Spirit yang kental.

Salam Berdaya !

image

Pembaptisan Obaja

image

image

image

Setelah sempat tertunda beberapa waktu lamanya, pada akhirnya Minggu 10 Agustus 2014 dalam Ibadah Minggu IX sesudah Pentakosta anak terkasih Frederik Soleman Obaja Katipana kami bawa ke altar Tuhan untuk dimeteraikan menjadi keluarga besar kerajaan sorga. Rencana sebelumnya Pembaptisan Frederik pada awal Juli namun karena oma terkasih masuk rumah sakit maka dilakukan penundaan pelaksanaan sakramen Baptisan Kudus.

image

image

image

Kami sekeluarga bersyukur karena dalam prosesi Sakramen Baptisan Kudus yang dilayani oleh Pdt. Erick Tanabora berlangsung lancar mulai waktu persiapan pada hari Jumat 8 Agustus 2014 hingga ibadah Baptisan Kudus dilaksanakan di Pospel GPIB Pancaran Kasih Depok – Gereja Mahanaim Kostrad Cilodong.

Selain karena pada saat bersamaan berlangsung pula Ibadah Lepas Sambut salah seorang Pendeta Jemaat, Pdt. Ny. Meryani Gimon, Sth di gereja Induk GPIB Pancaran Kasih, alasan lain mengapa Sakramen Pembaptisan Kudus berlangsung di Mahanaim tiada lain salah satunya permohonan kami kepada Pdt. Widyati Simangunsong S mengingat Frederik mengusung nama Opanya yang di tahun 1990 lalu memimpin Ibadah Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Mahanaim. Almarhum Opa pada waktu itu diminta oleh almarhum Mayjen Theo Syafei untuk melayani ibadah peletakan Batu pertama.

image

image

Rasa syukur atas doa dan pengharapan akhirnya terwujud. Sejarah seolah berlanjut terus. Semoga ini juga selain atas perkenanannya juga menyenangkan hati Opa Pede yang melihat dari jendela sorga apa yang sudah dilakukan anak cucunya. Terima Kasih Tuhan atas penyertaanMu membuat kami selaku orang tua sudah melangkahkan kaki selain untuk memenuhi kewajiban sebagai orang tua juga sudah mengantarkan anak terkasih dicatatkan dalam anggota Kerajaan Sorga.

image

image

Bukan soal percik atau selam tidak karena dewasa atau anak-anak yang pasti doa saya selaku ayah kiranya Meterai yang sudah tercetak dalam loh hati anak kami akan tetap terus ada sepanjang masa hidupnya sampai ia juga mengantarkan anak dan cucunya ke altar Tuhan. Seperti dikatakan dalam Yohanes 15 : 16, Bukan kamu yang memilih Aku tetapi Akulah yang memilih kamu. Kiranya Frederik Soleman Obaja Katipana akan senantiasa menjadi pilihan Tuhan dalam mengarungi kehidupannya kelak.

Ditulis di Bengkel Mansyur
11 Augustus 2014 – 10.15 WIB

Selamat Jalan Oma

Dibalik Mega Biru ada tunggu Mama
Dibalik Mega Biru Sana
Nanti Mama Jumpa Yesus Kekasihnya
Dibalik Mega Biru Sana

Disebrang sana air mata hilanglah
Disebrang sana damai dan snang
Tak Ada Susah disbrang sana
Sbab Yesus serta mama selama-lamanya

image

“Wel, cepat ke RS suda, mama pung nafas su hela-hela” itulah sebuah pesan pendek yang saya terima dari abang saat saya sedang menghitung persembahan/kolekte pelayanan ibadah Minggu sore bersama Majelis Jemaat yang bertugas. Tak ada pesan apapun dari mama saat saya berganti jaga dengan kakak di kesempatan Sabtu malam hingga Minggu siang 29 Juni 2014. Malam itu Jalan Raya Bogor nan sepi mengantarkan saya menuju ke rumah sakit. Saat tiba di pelataran parkir, sepertinya itulah waktu Tuhan bagi mama menghembuskan nafas terakhirnya. Sayang sekali saya tak berada disampingnya saat itu terjadi. Namun saya percaya ketika dua roda depan kendaraan saya memasuki pintu masuk rumah sakit tugu ibu, saat itulah mama terkasih mengetahui bahwa anak bungsunya sudah hadir melengkapi anak cucunya yang sedang berdatangan juga. Sewaktu masuk ke ruang perawatan, saya melihat dua orang suster sedang merapikan alat kesehatan yang sebelumnya menempel pada tubuh mama. “Udah gak ada ya suster” tanya saya. Jawab seorang diantaranya, “Iya pak”. Saya lalu menciumnya terakhir kali seraya mengucapkan selamat jalan mama, terima kasih dan mohon maaf atas semua yang sudah diberikan bagi saya.

Saya berhikmat rupanya mama ingin saya menjaganya dirumah sakit juga seperti dilakukan abang-abang saya. Kesempatan itu datang pada hari Sabtu 28 Juni 2014. Biasanya hanya sekedar melihatnya diruangan hingga menjelang tengah malam lalu pulang. Tapi hari itu saya memutuskan untuk tidur di kamar rawat mama. Hikmat lainnya, Mama/Oma sepertinya juga menunggu kedatangan cucu-cucunya dahulu. Oleh karena dirawat di ICU dan aturan rumah sakit yang menghimbau untuk tidak membawa anak-anak dibawah usia 12 tahun maka cucu-cucu Oma baru sempat membesuk sehari sebelum Oma dipanggil Yang Kuasa dan beberapa pada hari Minggu paginya. Terlebih Obama, anak saya yang di Sabtu malam saat Saya akan berangkat menginap, ia merengek keras meminta kepada saya dan isteri “Aku mau liat Oma, Aku mau liat Oma” rengekannya melunakkan hati saya. Hati anak kecil ini mengingatkan saya untuk setuju membawanya serta meskipun waktu besuk sudah lewat. Obama rupanya ingin menunjukkan ia juga pandai bernyanyi seperti Omanya.Lagu-lagu Sekolah Minggu dilantunkannya disamping bangsal ruangan Melati tempat orang tua kami dirawat. Ketika semua itu terlaksana, mama pun sepertinya siap menghadap Sang Pencipta, Sang Juruslamat yang menjemputnya Minggu 29 Juni 2014 pukul 20.20 WIB. Ia telihat lebih senang karena semua anak cucu dan cicitnya sudah menjenguknya ketika nafas kehidupan masih ada dalam tubuh fananya.

Selamat Jalan Mama, Oma, Nene, Tuhan Yesus Sudah menyambutmu di sorga baka.

image

image

Saya dan keluarga besar Katipana -Latuminasse mengucapkan dengan tulus Terima Kasih kepada Bapak/Ibu saudara yang telah berkenan meluangkan waktunya untuk menyampaikan ungkapan belasungkawa melalui berbagai social media kepada saya dan keluarga besar.

Untuk segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk kembali kepangkuan Sang Khalik.

Salam Berdaya !
W. Katipana Hutabarat/br Tampubolon – Obama dan Obaja

Persyaratan Pengurusan Kartu BPJS Kesehatan

image

Hari kedua cuti, Selasa 24 Juni
2014 saya kembali mencoba mencari informasi terkait pengurusan BPJS Kesehatan. Sebelumnya ingin mengurus pergantian kartu Askes milik ibu yang lama namun setelah mempersiapkan persyaratan lainnya malah menemukan Kartu Askes yang sudah ber Barcode dimana sesuai ketentuan masih dapat digunakan.

Jadilah saya hari ini nongkrong, mendengar percakapan para pendaftar, masyarakat Kota Depok dengan sesekali menimpali seolah ingin tahu lebih banyak mengenai seluk beluk BPJS Kesehatan ini.

Selama 2 hari mendengarkan, menyaksikan bagaimana proses pendaftaran dari dekat maka hari ini saya mencoba menuliskannya dalam blog supaya masyarakat lebih paham lagi, paling tidak kalaupun tidak sama dapat menjadi bahan panduan mereka yang belum mengetahui ihwal BPJS Kesehatan ini. Beruntunglah bagi pekerja swasta karena akan didaftarkan oleh perusahaannya untuk menjadi peserta mulai 1 Januari 2015.

Kali ini saya akan memfokuskan kepada persyaratan apa saja yang harus disiapkan (khususnya Depok) ketika akan melakukan pendaftaran, mengganti kartu Askes lama, mengganti kartu hilang dan beberapa informasi lain.

Kartu Askes Yang Mesti Ditukar

image

Kartu Askes Yang Masih Berlaku

image

Persyaratan Pengurusan Kepersertaan Awal Bagi  Individu atau Mandiri atau di sebut Pekerja  Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Bukan Pekerja.

PBPU adalah setiap orang yang bekerja atau berusaha atas resiko sendiri. Mereka yang masuk golongan ini adala Notaris, Dokter Praktek/Bidan/Mantri dsb, Pedagang/Penyedia Jasa, Petani/Peternak/Nelayan dsb, Asosiasi Pedagang Kaki Lima/Warteg/Rumah Makan Padang dan Pekerja Mandiri lainnya.

Sedangkan yang masuk kategori Bukan Pekerja diantaranya ; Investor, Pemberi Kerja, Penerima Pensiun, Veteran, Perintis Kemerdekaan dan Bukan Pekerja yang tidak termasuk kreteria lainnya.

Adapun tata cara pendaftaran peserta adalah sebagai berikut :

1. Pengalihan ; Setiap peserta Jamkesmas (PBI), Peserta Askes Sosial, Peserta JPK Jamsostek dan Peserta TNI/Polri/PNS TNI/Polri secara otomatis dialihkan menjadi Peserta BPJS Kesehatan.

Kartu kepersertaan yang dipegang masih tetap berlaku kecuali Kartu Askes yang masih menggunakan foto, sebaiknya segera diganti dengan cara melaporkan ke BPJS Kesehatan terdekat.

2. Pendaftaran Dilakukan Oleh Pemberi Kerja

Berlaku bagi Pekerja Penerima Upah yang bekerja di lingkungan BUMN/BUMD dan Badan Usaha Swasta.

3. Pendaftaran Sendiri/Mandiri

Berlaku bagi Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja.

Seperti kita ketahui bahwa sesuai UU No. 24 Tahun 2011 Pasal 14 dikatakan bahwa kepersertaan BPJS Kesehatan adalah Wajib bagi seluruh penduduk Indonesia dan orang asing yang bekerja paling singkat 6 bulan di Indonesia.

Peryaratan pengurusan bagi Pekerja Bukan Penerima Upah atau Bukan Pekerja atau ditulis di Kantor Operasional BPJS Depok Individu/Mandiri berdasarkan apa yang saya lihat dilapangan adalah :
1. Foto Kopi KTP
2. Foto Kopi Kartu Keluarga
3. Pas Foto ukuran 3X4
4. Mengisi Formulir Daftar Isian Peserta (Formulir 2)
5. Membayar Iuran Kepersertaan ke Bank BNI, Mandiri dan Bank BRI

Kemudian persyaratan Pengurusan Kartu BPJS baru bagi Pns/Pensiunan yang belum memiliki Kartu Askes :
1. Foto Kopi KTP
2. Foto Kopi Kartu Keluarga
3. Foto Kopi Daftar Gaji Yang dilegalisir
4. Foto Kopi SK Pegawai
5. Foto Kopi KARIP/Buku Asabri (Khusus Pensiunan)
6. Pas Foto ukuran 3×4
7. Mengisi Formulir Daftar Isian Peserta (Formulir 1)

Persyaratan Perpanjangan BPJS Kesehatan untuk anak diatas 21 tahun dan masih kuliah :

1. Foto Kopi KTP
2. Foto Kopi Kartu Keluarga
3. Foto Kopi Daftar Gaji Yang Dilegalisir
4. Foto Kopi SK Pegawai/Pensiunan
5. Foto Kopi Karip/Buku Asabri (Khusus Pensiunan)
6. Surat Keterangan Kuliah Terbaru
7. Mengisi Formulir Daftar Isian Peserta

Persyaratan Kartu Hilang :
1. Foto Kopi KTP
2. Foto Kopi Kartu Keluarga
3. Foto Kopi SK Pegawai/Pensiunan
4. Meterai 6000 (Jika tidak ada, Surat Keterangan Hilang dari Polisi)
5. Mengisi Formulir Daftar Isian Peserta

Persyaratan Penambahan Anak Ketiga :
1. Foto Kopi KTP
2. Foto Kopi Kartu Keluarga
3. Foto Kopi Daftar Gaji Yang Dilegalisir
4. Foto Kopi SK Pegawai/Pensiunan terakhir
5. KP 4 dari Instansi terkait dengan Kop surat, diketik dan distempel
6. Akte Kelahiran anak ketiga
7. Surat Nikah
8. Pas Foto 3×4
9. Mengisi Formulir Daftar Isian Peserta

image

Selain informasi persyaratan seperti diatas melalui blog ini saya sampaikan juga beberapa informasi lain yang mungkin bermanfaat antara lain :

1. Pendaftaran/Pembuatan Kartu BPJS Kesehatan tidak dipungut biaya apapun (Gratis).
2. Pembayaran Iuran paling lambat setiap tanggal 10 setiap bulannya.
3. Pastikan kita sudah memilih Pelayanan Kesehatan Tk.1 baik itu Dokter Keluarga, Klinik/Puskesmas atau Dokter Gigi yang terdekat dengan domisili
4. Pusat Layanan Informasi BPJS Kesehatan 24 Jam melalui telepon 500400.
5. Pastikan kita memiliki Nomor kontak petugas BPJS Kesehatan yang melayani di setiap Rumah Sakit Rujukan

image

Semoga saja informasi yang saya sampaikan diatas bermanfaat buat kita semua. Kondisi sakit tak dapat kita duga oleh karena itu tindakan pencegahan akan lebih baik. Memang selama 2 hari nongkrong di kantor operasional BPJS Kesehatan Depok masih banyak ketidakjelasan informasi yang terjadi. Apalagi ketiadaan petugas khusus untuk itu. Tidak sedikit prosedur yang bertele-tele dialami dan mesti dihadapi oleh peserta contohnya kalau kartu hilang mengapa mesti mengisi lagi formulir daftar isian bukankah sebelumnya sudah tersedia data peserta di database. Mudah-mudahan saja tahun mendatang akan menjadi lebih baik terutama dari sisi pelayanan.

Suasana Pengambilan Kartu BPJS yang sudah selesai

image

Saya akan menuliskan lagi pengalaman peserta menggunakan BPJS Kesehatan di rumah sakit di kesempatan lain. Tentunya akan banyak informasi dari sisi pelayanan Rumah Sakit, sebagai contoh manakala ada anggota keluarga sakit kemudian saking paniknya tidak lagi sempat menginformasikan kepetugas RS bahwa anggota keluarga kita adalah peserta Askes/BPJS maka pihak RS akan mengenakan status pasien bukan peserta BPJS apalagi jika pelaporan dilakukan melebihi 3×24 jam maka seluruh biaya akan menjadi tanggungan pribadi.

Kunci untuk memperoleh layanan ini adalah Kesabaran.

Fasilitas Kesehatan Yang Bekerja sama dengan BPJS Kesehatan mesti dimiliki atau diketahui peserta.

image

Salam Berdaya
Jalan Kemakmuran 38 Depok
Selasa 24 Juni 2014 Pkl.13.39 WIB

Cara Pekerja Bukan Penerima Upah Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

image

image

image

Learning is Living, we can not not learn, begitu ungkap salah satu NLP Presupposutions yang hingga kini masih saya rasakan kebenarannya. Salah satunya ketika hari ini Senin 23 Juni 2014 sehabis makan siang dirumah saya mencoba mengurus yang saat ini sedang ramai dibicarakan yakni BPJS Kesehatan. Rasa keingin tahuan saya cukup besar terhadap hal ini sebab Pemerintah mulai 1 Januari 2014 lalu mulai memberlakukan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau yang lebih dikenal dengan BPJS Kesehatan. Apalagi saya juga baru saja mengikuti Seminar Manfaat dan Keunggulan BPJS bagi anggota Asosiasi Perusahaan Telekomunikasi Seluruh Indonesia 18 Juni 2014 lalu dimana disampaikan bahwa mulai 1 Januari 2015 semua Pekerja Penerima Upah (PPU) non Pns/TNI/Pemegang Jamsostek/sejenis harus menjadi peserta BPJS Kesehatan. Informasi yang diperoleh diseminar mau diuji kebenarannya. Selain itu saya juga sempat menghubungi nomor kontak layanan BPJS Kesehatan 021-500400. Pertanyaan yang diajukan adalah bagaimana prosedur menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Berbekal informasi seperti itu, saya Senin 23 Juni 2014 mendatangi kantor BPJS Kesehatan Kota Depok tempat saya berdomisili. Sekarang saya akan sampaikan tata cara pengurusan kepersertaan BPJS Kesehatan berdasarkan obrolan ringan dengan para calon peserta yang sedang menunggu antrian di kantor BPJS.

Apa yang saya sampaikan disini terutama terkait peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan bukan Pekerja Penerima Upah juga bukan sumber peserta Penerima Bantuan Iuran.
image

Setelah mengamati di lokasi saya mengelompokkan cara pendaftaran peserta ada 2 yakni (Bisa juga melalui website BPJS) :

1. Penyerahan Dokumen Lebih Dahulu
2. Pembayaran Iuran Lebih dahulu

Adapun langkah-langkah yang  diperlukan untuk kenyamanan dalam pengurusan Kepersertaan BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut :

A. Penyerahan Dokumen Lebih Dahulu

1. Pastikan anda.sudah mengetahui dengan jelas alamat BPJS Kesehatan bukan BPJS Ketenagakerjaan.
2. Mintalah Formulir Daftar Isian (Formulir 2, Formulir 1 untuk Pekerja Penerima Upah). Seharusnya Formulir tersedia di kantor BPJS Kesehatan namun apa daya, apabila sudah habis calon peserta “dapat” mengganti ongkos foto kopinya di tempat fotokopi terdekat.
3. Formulir kemudian diisi dengan lengkap dan benar.
4. Lengkapi Formulir 2 tersebut dengan melampirkan Foto Kopi KTP, Foti Kopi Kartu Keluarga, Pas Foto 3×4 untuk Suami/Isteri/Anak semuanya masing 1 lembar.
5. Setelah Formulir/Dokumen lengkap, calon peserta dapat membayarkan iuran ke Bank Penerima pembayaran BPJS Kesehatan sesuai dengan kemampuan dan tarif yang dipilih. Bank Penerima Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan adalah Mandiri,BNI dan BRI.
6. Setelah Pembayaran dilakukan Peserta mesti kembali ke Kantor BPJS Kesehatan sambil menyerahkan Bukti Bayar/Tanda Setor ke Loket/Petugas BPJS.
7. Calon Peserta kemudian akan menerima Kartu Tanda Peserta BPJS Kesehatan yang sudah dilaminating seukuran kartu ATM.

B. Pembayaran Iuran Lebih Dahulu

1.  Dapatkanlah Formulir Bukan Penerima Upah lebih dahulu melalui kantor BPJS Kesehatan atau rekan lain yang sudah mendaftarkan (Khusus Depok) sebab Formulirnya Foto Kopian

2. Isilah Formulir Daftar Isian Peserta (Formulir 2) dan lengkapi dengan persyaratan lain dengan benar

3. Setorlah iuran ke Bank penerima sambil membawa dokumen persyaratan yang sudah lengkap dan benar

4. Serahkanlah Bukti Setor ke kantor BPJS Kesehatan bersama persyaratan yang diminta.

5. Calon peserta Pekerja Bukan Penerima Upah akan mendapatkan Kartu BPJS.
image

Saya menyarankan calon peserta memilih cara kedua ini karena kita cukup menyerahkan dokumen beserta Bukti Setor ke petugas di lokasi (di Depok diserahkan ke Petugas Satpam). Kalau menggunakan cara pertama peserta mesti membooking nomor antrian yang sehari sepertinya dibatasi. Belum cukup booking saja namun peserta baru akan mendapatkan nomor antrian berupa sepotong kertas kecil berisi angka bertinta biru dengan tanggal berlaku. Sesudah itu peserta baru akan dipanggil sesuai nomor antrian yang diperolehnya. Sebagai informasi saja ketika saya datang ke lokasi, seorang pengantri memperoleh nomor undian 86 padahal pengakuannya sehabis sholat subuh dia sudah membooking kemudian mendapatkan nomor 86 dan saat menyampaikannya kepada saya waktu menunjukkan waktu makan siang, dia belum mendapatkan.panggilan, katanya baru sampai nomor 57.

Menurut saya, proses pendaftaran kepersertaan BPJS Kesehatan di Depok akan lebih baik lagi apabila :
1. Kantor BPJS dibuat seperti kantor Samsat
2. Kantor BPJS Kesehatan musti ada petugas Customer Service
3. Formulir 1 dan 2 lebih diperbanyak stoknya

Melalui blog ini saya juga sampaikan ;

Persyaratan Kartu BPJS Hilang

1 Foto Kopi KTP
2. Foto Kopi Kartu Keluarga
3. Foto Kopi SK Pegawai/Pensiunan Terakhir
4. Meterai 6000 / jika tidak ada Surat Keterangan Hilang dari Polsek
5. Mengisi Formulir Isian

BPJS Kesehatan sangat bermanfaat buat seluruh masyarakat Indonesia maka yang belum menjadi peserta lebih baik segera mendaftarkan diri dan keluarganya khususnyanya bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah karena Pekerja Penerima Upah diluar peserta Jamsostek akan didaftarkan oleh perusahaan dan menjadi peserta mulai 1 Januari 2015.

Salam Berdaya

Doa Anak Bungsu Buat Mamanya

image

Tak terasa waktu terus bergulir dengan cepat. Kadang masih bengong juga, kenapa ? Masih belum hilang dari ingatan 4 tahun yang lalu perhelatan akbar Piala Dunia diselenggarakan. Kini Piala Dunia hadir kembali mengisi hari-hari warga dunia tak terkecuali pecinta bola di Indonesia termasuk saya. Ketika tulisan ini mulai diketik diatas kereta CL Kota-Bogor, Spanyol sang Juara Bertahan Piala Dunia sudah angkat koper lebih awal akibat dua kekalahan yang di deritanya. Hiruk pikuk piala dunia 2014 di Indonesia tetap menggema meskipun kadang sedikit terkubur juga dengan masa kampanye Pilpres. Dua calon Presiden bersama team suksesnya sedang gencar-gencarnya melakukan segala kegiatan demi kemenangan pasangan Capres yang diusungnya. Jadi biarlah dua peristiwa ini nantinya akan menambah catatan sejarah dunia. Catatan sejarah juga ternyata mesti ditorehkan buat saya ditengah perhelatan akbar ini. Saya bersama kakak-kakak harus kembali lagi berurusan dengan Rumah Sakit mengantarkan, menjaga orang tua terkasih, mama yang mesti mendapatkan perawatan.

Betapa tidak, 4 tahun yang lalu saya juga berada di rumah sakit Tugu Ibu Cimanggis Depok menemani almarhum Papa saya yang ketika itu jatuh sakit dan mesti dirawat. Kaitannya dengan Piala Dunia adalah, waktu itu almarhum papa juga sakit saat Piala Dunia mulai berlangsung. Kini, 4 tahun berselang saya juga kembali ke rumah sakit ini mengantarkan orang tua terkasih. Kali ini mama tercinta mesti saya bawa ke Tugu Ibu sebab beliau tak bangun dari tidurnya meski hari sudah siang dan dibangunkan, tetap saja tertidur seraya mendengkur. Senin 16 Juni 2014 saya bersama kakak nomor 3 dan istrinya membawa orang tua terkasih, mama ke ruangan Instalasi Gawat Darurat. Tiba di depan ruang IGD ketika pintu mobil terbuka, dua orang petugas IGD  mendekat mobil yang saya kendarai. Kakak No. 3 yang tiba lebih dahulu datang membantu mendorong tandu. Saya membopong mama yang terbaring dikursi belakang, membaringkannya bersama petugas. Cuaca sore itu mendung, hanya terlihat 1-2 orang sedang duduk di depan ruang IGD, mungkin menunggu kerabatnya.

Di dalam ruang IGD, mama kemudian dipasangi infus setelah sebelumnya diperiksa tekanan darahnya. Hasilnya, 90/60, rendah juga ya, pikir saya dalam hati. Beberapa pertanyaan mesti saya jawab sepertinya sebagai referensi pengambilan diagnosa. Selain itu persetujuan pengambilan tindakan mesti saya tanda tangani. Dokter pun kemudian memanggil. Ia dengan pelan sambil menulis sesuatu di formulir standard menyampaikan bahwa orang tua, mama sudah koma. Saran dokter mama mesti dirawat di ruang ICCU. Waduh ! Antara kaget dengan tidak tahu ingin bagaimana, akhirnya kakak nomor 3 yang mendampingi saya di depan dokter menyetujui. Dokter IGD menyarankan dilakukan pemeriksaan CT Scan kepala.

Saat menengok mama di salah satu bangsal di IGD, saya melihat mama sudah lebih baik keadaannya. Cairan infus yang masuk mungkin yang menguatkan dirinya. Ia sudah membuka matanya, namun menurut dokter kenapa dikatakan tidak sadar ya. Entahlah, maklum tidak paham jadi terima saja.

Inilah kali kedua saya menyaksikan orang terkasih dirawat di ruang ICCU. Betapa sungguh sangat tidak nyaman bila harus kembali lagi keruang kayak itu. Anak pertama saya Tuhan panggil di ruang sejenis hanya beda nama dan beda rumah sakit saja. Satu namanya NICU untuk anak-anak, satu lagi ICCU/HCU buat orang dewasa. Kenapa tidak nyaman ? Pastilah disana kan penanganan bagi pasien dengan tingkat keseriusan yang tinggi, nyawa taruhannya. Jarum, selang terpasang meliliti tubuh almarhum anak pertama saya. Saya juga tidak tahu apakah saya mampu melihat kondisi mama dengan selang-selang seperti dulu anak saya. Sampai malam ini saya belum melihat mama saat diruang ICU. Ada rasa sedih dihati, takut,campur jadi satu. Terakhir saya hanya melihat selang infus dan selang oksigen yang dimasukkan dalam tubuh mama ketika akan di Scan. Kiranya Tuhan memberikan belas kasihanNya kepada mama. Meskipun hasil CT Scan malam itu sudah diinformasikan dokter syaraf kepada kakak ketiga, bahwa ada cairan di otak mama. Entah cairan apa sehingga dugaan itu adalah penyebab mama tidak mampu lagi mengeluarkan sepatah kata. Meskipun demikian, masih tersimpan keyakinan oleh bilurNya mama akan sembuh.

Mama, cepat sembuh ya. Mama pung cucu, Frederik mau di bawa ke gereja untuk dibaptis seperti mama dulu bawa saya kepada Tuhan agar tercatat sebagai warga kerajaan surga. Kiranya Tuhan memberikan waktu lagi kepada mama supaya saat Frederik dibaptis mama masih ada. Jadi malam ini Kamis, 19 Juni 2014, pukul 21.25 di sofa warna hijau depan ruang HCU/ICU sambil penuh harap dalam doa dengan mata berkaca menahan air mata tumpah dikedua pipi, saya mohon kesembuhan mama kepadaNya. Lagu Allah Peduli dari Jefrey S Chandra yang didengar melalui smartphone kiranya sungguh nyata sebab mukjijat masih terjadi. Ajarkanlah hambaMu ini Tuhan untuk senantiasa bersukacita dalam penderitaan,seperti firman Tuhan yang dibawakan saat memimpin ibadah di Sektor Sion, dengan berpengharapan selalu kepadaMu. Meskipun malam ini anak bongso tidak masuk ruangan lihat mama, ketikan, tulisan ini akan tersebar ke alam semesta dan sampai kepangkuan Sang Pencipta yakni Yesus Kristus, tabib segala tabib, dokter segala dokter sebagai sebuah doa tulus anak bungsu yang mengasihi mamanya yang dulu melahirkan, merawat dan membesarkannya. Mama yang selalu mengatakan ya, mama yang selalu menganggukkan kepala tanda setuju. Mama yang selalu membuatkan telur mata sapi kala anaknya ini bangun tidur setiap hari. Mamaku, lekas sembuh ya, “Hari su malam, Welly pulang dolo e, lia mama pung cucu di ruma, beso datang lai tadudu deng air mata pono dimata didepan Ruang HCU/ICU”, Tete Manis Memberkati.

“Allah mengerti Allah peduli segala persoalan yang kita hadapi, tak akan pernah dibiarkannya ku bergumul sendiri sebab Allah mengerti “

RS Tugu Ibu 19 Juni 2014
Depan Ruang HCU/ICU
21.25 WIB
Anak bungsu mama, Welliam Both

Expected The Unexpected – Lembang Heritage Discovery

Gambar

Setelah sempat tertunda beberapa waktu, akhirnya mulai 8-10 Mei tahun 2014 ini Group HR dikantor kami mengadakan kegiatan outdoor. Aktifitas outdoor yang dilakukan berdasarkan konsep Amazing Race ini diikuti oleh seluruh karyawan yang bertugas di Jakarta, Surabaya, Medan dan Makasar.Kejutan demi kejutan datang silih berganti mulai saat keberangkatan melalui Stasiun Gambir hingga selesainya acara.

Gambar

Rangkaian kegiatan Amazing HR 2014 yang diawali sehari sebelumnya dengan pemberian materi Sharing Seesion kepada seluruh peserta terkait Territory Management yang disampaikan oleh rekan kerja dari Region Jakarta. Selain bekerja sama dengan Team Jakarta, Panitia Internal menggandeng Team Sales Area Bandung juga untuk berkolaborasi mensukseskan acara ini. Rekan Sales Area Bandunglah yang menunjukkan Outlet mana saja yang dapat dikunjungi. Expect the unexpected mulai terasa gemanya diantara peserta apalagi pada siang hari itu. Betapa tidak meski peserta sudah terbagi dalam 10 (sepuluh) kelompok namun sama sekali belum tahu menggunakan moda transportasi apa menuju ke Bandung. Hari Selasa 7 Mei 2014 itu, peserta hanya mendapatkan instruksi dari rekan-rekan maengems untuk membuat dan mengaktifkan WhatsApp dan Follow Akun Twitter admin yang sudah ditunjuk.

Sekitar sore harinya, peserta memperoleh informasi dimana titik kumpul keberangkatan melalui akun Twitter. Meski sebagian peserta tahu akan kumpul di Stasiun Kereta, namun sebagian peserta lain juga masih belum menduga kalau akan menggunakan kereta. Mereka masih sangat berharap untuk menumpang bus menuju perjalanan.

Tidak seperti biasanya, kegiatan kali ini menggunakan alat transportasi Kereta Api untuk menuju ke lokasi. Peserta sempat terkecoh karena dalam pikiran mereka mungkin perjalanan Jakarta-Gambir sekiranya dapat dipakai untuk istirahat, mengingat ada peserta yang harus berangkat sekitar pukul 04.00 WIB.

Gambar

Saat menginjakkan kaki di Stasiun Hall Bandung pada hari Kamis 8 Mei 2014, peserta langsung berlomba menuju sejumlah Outlet yang ditentukan. Tak tanggung-tanggung data-data dari outletpun harus diperoleh oleh setiap team meskipun menggunakan kendaraan umum dan berjalan kaki untuk mencapai lokasi-lokasi outlet tersebut. Udara terik dihadapi dengan semangat 45 oleh para peserta. Amazing HR 2014 ini sungguh menuntut setiap peserta untuk memiliki jiwa adaptasi yang tinggi. Fokus kegiatan Amazing HR 2014 diadakan tak hanya di Bandung namun juga di Kota Lembang dan sekitarnya dengan tajuk “Expect The Unexpected – Lembang Heritage Discovery”. Berbeda dengan kegiatan Outbound atau Team Building yang selama ini saya ikuti, seluruh informasi selama kegiatan diperoleh peserta melalui social media seperti ; Twitter, WhatsApp dan Facebook. Setidaknya beberapa lokasi yang mesti di sambangi oleh peserta dalam kelompoknya menggunakan clue-clue yang dimunculkan melalui akun social media tersebut. Lokasi-lokasi tersebut adalah ; Taman Makam Junghun, Makam Pahlawan Nasional Otto Iskandardinata, Rumah Deetje, Sesko AU, Floating Market. Etape pertama berakhir di sebuah rumah makan di daerah Maribaya Lembang.

Kejutan lain yang dirasakan setiap peserta selama kegiatan, peserta tidak menginap di Hotel namun justru menghabiskan malamnya dengan tidur berselimutkan Sleeping Bag dalam tenda-tenda yang telah di siapkan di Cikole Jayagiri Resort Lembang. Hujan deras pada hari pertama menambah denyut kejutan bagi seluruh peserta saat menikmati acara malam di aula yang disiapkan.

Gambar

Kunjungan ke outlet-outlet seputar Sukajadi-Setia Budhi yang dilakukan oleh karyawan yang belum paham benar tentang bagaimana positioning produk perusahaan, apa saja tugas Canvaser dan Cluster Offier terlebih lagi terkait jaringan perusahaan di lokasi yang dikunjungi sepertinya memberikan sebuah point of view tersendiri sehingga seiring dengan kebijakan yang berlaku di internal bahwa sebagai karyawan Human Resources harus sudah memulai positioning yang baru bukan sebagai administrator di lini bisnis namun harus menjadi Business Partner bagi rekan sejawat di lingkungan perusahaan.

Insight lain yang dapat dipetik, aktifitas yang dilakukan pada Amazing HR 2014 benar-benar membuat seluruh peserta senantiasa selalu siap dalam menghadapi perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dalam setiap perjalanan. Hal ini sangat dibutuhkan oleh seluruh karyawan baik dilingkungan Indosat maupun karyawan HR khususnya menghadapi setiap perubahan bisnis yang terjadi di perusahaan.

Terima kasih buat Team Maengems/Pendulum yang menjadi Event Organizer dalam pelaksanaan Team Building tahun 2014 di perusahaan kami.

Salam Berdaya !

 

Kenapa Mesti Tidak Jujur

Peristiwa ini sudah terjadi beberapa waktu lalu. Ada pesan penting yang saya perlu share disini. Jadi beginilah ceriteranya.

Hujan deras yang menyambut saya dan ponakan pada saat memasuki Kota Cianjur sama sekali tidak menyurutkan hati untuk memenuhi undangan sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa dari Jakarta. Pada hari itu melalui perjalanan panjang Depok-Lembang-Cisarua pulang pergi, saya mesti menjadi fasilitator team building yang diselipkan diantara kegiatan Retreat mereka.

Salah satu The Pre Supposition of NLP yang ada yakni “Learning is Living, we cannot not Learn” membuat saya belajar dari kegiatan mahasiswa ini.  Tentu ada hal yang saya pelajari. Baru kali ini saya sangat merasakan para peserta agak unik. Kenapa unik ? Hasil pengamatan siang hingga sore itu banyak sekali peserta yang “menempuh” segala cara untuk menjadi pemenang dalam setiap games. Padahal tidak ada hadiah apapun yang diberikan. Satu sisi saya senang karena peserta antusias mengikuti kegiatan akan tetapi pada sisi lainnya ada satu hal yang perlu menjadi perhatian, yakni masalah ketidakjujuran. Peserta berlaku curang untuk menjadi pemenang. Buat saya pribadi ini masalah serius. Atau saya yang terlalu menganggap ini hal serius, entahlah yang pasti saya tidak mengganggap ini hal biasa. Masakan hanya ingin meraih kemenangan bagi grupnya, beberapa anggota grup dengan bangga kerap tidak jujur. Dan uniknya sepertinya dengan terbuka dan tanpa merasa bersalah mereka senang melakukannya. Meski ketahuan dan sudah menerima teguran mereka tetap saja mengulanginya.

Bagaimana mereka akan menjadi seorang pribadi yang cakap bila ketidakjujuran dijadikan kebiasaan pada hal-hal yang kecil. Para peserta yang merupakan mahasiswa ini mestinya segera melakukan perubahan atas sikap mereka sehingga hal kecil ini tidak terus terbawa sampai mereka meraih gelar sarjana. Segala sesuatu dalam hidup yang dilakukan terus berulang-ulang tentunya akan menjadi kebiasaan namun sayangnya kebiasaan yang dipertunjukkan oleh peserta team building saat itu tergolong kurang baik. Kenapa Mereka berlaku curang atau tidak jujur ketika mengikuti team building.

Semoga saja mereka tidak kebablasan menjadikan sikap tidak jujur dan berlaku curang  berlangsung dalam hidup mereka. Para mentor dalam organisasi yang mereka ikuti diharapkan dapat membimbing
agar tidak mengedepankan Ketidakjujuran dalam kehidupan mereka hari lepas hari.

Salam Berdaya !

2013 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 27,000 times in 2013. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 10 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.568 pengikut lainnya.