Anti Pencucian Uang

image

image

Pada tanggal 8-9 Desember 2014 lalu, saya mengikuti sebuah kegiatan sharing session yang diselenggarakan oleh Divisi Talent Development bekerja sama dengan sebuah Bank Asing. Sharing Session kali ini membahas terkait dengan materi Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme.

Banyak sekali informasi bermanfaat diperoleh selama pelaksanaan sharing session yang diadakan di gedung Wisma Antara lantai 15. Saya menjadi paham dengan apa yang biasa disebut RED FLAG. Perbedaan antara pencucian uang dan pendanaan terorisme juga dapat diketahui dengan mengikuti sharing session yang diikuti oleh rekan-rekan dari team back office dan front office. Knowing Your Customer juga menjadi bagian penting yang terserap melalui sharing session ini. Mengingat betapa pentingnya informasi ini rasanya akan menjadi sebuah informasi yang menarik bila dituliskan juga disini. Saya sampaikan beberapa informasi yang diperoleh selama dua hari kegiatan dengan pola Q &A, sehingga lebih mudah dipahami.

Apakah yang dimaksudkan dengan Pencucian Uang ?

Pencucian uang adalah pergerakan dana untuk tujuan menyembunyikan sumber yang sebenarnya, kepemilikan atau penggunaan dana. Proses ini terjadi pada saat pelaku kejahatan berusaha untuk menyamarkan asal muasal dana dan kepemilikan yang kegiatan kriminal.

Bagaimana Proses Pencucian Uang Itu dilakukan ?

Placement :
Menempatkan dana hasil kejahatan ke dalam sistem keuangan.

Layering
Memisahkan hasil kejahatan dari sumbernya yaitu kejahatan nya melalui beberapa tahap transaksi keuangan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul dana.

Integration
Menggunakan harta kekayaan yang telah tampak sah, baik untuk dinikmati langsung, diinvestasikan ke dalam berbagai bentuk kekayaan materi maupun keuangan, dipergunakan untuk membiayai kegiatan bisnis yang sah ataupun untuk membiayai kembali tindak pidana.

MODUS PENCUCIAN UANG

Structuring/Smurfing
Upaya untuk menghindari pelaporan dengan memecah-mecah penyetoran tunai sehingga nilai transaksi menjadi lebih kecil. Ini dilakukan untuk menghindari pelaporan.

U Turn
Upaya untuk mengaburkan asal usul hasil kejahatan dengan memutarbalikkan transaksi untuk kemudian dikembalikan ke rekening asalnya.

Penggunaan Pihak Ketiga
Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan identitas pihak ketiga dengan tujuan menghindari terdeteksinya identitas dari pihak yang sebenarnya merupakan pemilik dana hasil tindak pidana.

Penggunaan Identitas Palsu
Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan identitas palsu sebagai upaya untuk mempersulit terlacaknya identitas dan pendeteksian keberadaan pelaku pencucian uang.

Semoga informasi ini bermanfaat buat kita semua terlebih untuk memperingati Hari Anti Korupsi yang jatuh pada setiap tanggal 9 Desember. Hari Anti Korupsi Internasional ditetapkan oleh PBB pada 31 Oktober 2003 dan diingat rayakan pertama kali di Merida Meksiko pada 9 Desember 2004.

Buat yang kerap mendapatkan durian runtuh di rekeningnya kemudian ditarik lagi, harap berhati-hati. Bagi yang pernah mendapatkan email dari seseorang yang ingin memberikan sejumlah dana warisan dari luar negeri, juga perlu waspada untuk tidak masuk dalam perangkapnya. Apalagi bila tanpa alasan yang jelas menerima barang-barang mewah dari seseorang patut juga dicurigai. Ingatlah pesan Bang Napi, Waspadalah ! Waspadalah !

Salam Berdaya !

Panti Rehabilitasi Mental Gerasa

image

image

Bila suatu hari kita sedang berada di jalanan melihat ada dua tiga orang  mengangkut seorang wanita yang memiliki gangguan mental, baiklah kita tidak terburu-buru menganggap peristiwa itu adalah Operasi Yustisi yang kerap dilakukan instansi Pemerintah. Tahukah kita bahwa ternyata ada sebuah yayasan yang peduli atas keberadaan orang yang mempunyai gangguan mental ditempat-tempat umum disekitar kita ?. Yayasan ini membawa perempuan-perempuan tersebut untuk di pelihara, dirawat dan diperhatikan kebutuhannya. Ada yang diambil dari kolong jembatan, beberapa dibawa dari emperan toko di Pasar dan sebagian di”jemput” di lokasi pembuangan sampah sedang menikmati sisa-sisa makanan.

Rupanya di tengah kesulitan perekonomian yang terjadi dewasa ini ternyata masih ada sepasang manusia modern yang sangat peduli terhadap keberadaan mereka yang terbuang di jalanan. Sekitar bulan Oktober 2011, Pdt. Lukas dan Bunda Ferra beserta keluarga memutuskan sebuah perubahan kehidupan mereka, revolusi mental, mungkin itu bahasa terkininya. Sepasang suami istri ini bertekad untuk melayani Tuhan terutama dalam hal merawat orang-orang “terbuang” yang memiliki gangguan mental. Satu per satu perempuan-perempuan dari pelbagai usia dijemput, diangkut dan dibebaskan dari kehidupan jalanan. Sejak mulai berkecimpung dalam pelayanan terhadap orang yang memiliki gangguan mental, pasangan Sunda Chinese – Manado ini, telah menampung sekitar 47 orang termasuk dua orang yang sedang mengandung dan seorang yang berpenyakit paru. Pak Lukas, demikian panggilan akrab Orang tua bagi Ibu-ibu binaan di Panti Rehabilitasi Mental Gerakan Asih Abadi atau Yayasan GERASA, mengaku total memberikan pelayanan bagi orang terbuang. Ia merasa terpanggil karena banyak keluarga yang tetap saja belum ingin menerima anggota keluarganya padahal sebagian sudah sembuh. Dalam kesaksiannya, sebagai seorang pengasuh Pak Lukas pernah suatu kali dirinya membantu persalinan salah seorang penghuni Panti, ia yang memotong tali pusat dan lain-lain sebelum dibawa ke rumah sakit. Pdt Lukas juga seorang Gembala di sebuah Gereja yang dekat Panti Rehabilitasi. Dia memiliki pengharapan bahwa suatu saat nanti ketika dirinya sudah tak ada didunia ini, para ibu-ibu yang ia percayai untuk memimpin kelompok kecil, seperti Cathrine, salah seorang penghuni dapat melanjutkan pelayanannya ini.  

image

image

SKK INDOSAT pada hari Sabtu 6 Desember 2014 berkunjung ke Panti Rehabilitasi Gerasa yang terletak di Jl. AC Lengkeng No. 13 Kelurahan Bojong Menteng Rawa Lumbu Bekasi, untuk mengingat rayakan kelahiran Yesus Kristus. Tiga kendaraan membawa anggota SKK yang tergabung dalam panitia natal 2014 termasuk ibu Ketua Panitia. Mereka cukup takjub dengan persembahan yang disajikan saat ibadah yang berlangsung dengan penuh sukacita. Para penghuni yang katanya mengidap “gangguan mental” rupanya hafal betul ayat-ayat Alkitab yang diberikan oleh para ibu asuhnya. Siang hari itu dalam ruang pertemuan berhiaskan pohon terang dipojok kanan panggung, satu per satu penghuni dipanggil tampil untuk melafalkan ayat Alkitab dalam pelbagai bahasa, mulai dari bahasa Batak, bahasa Sunda hingga bahasa Mandarin berkaitan dengan peristiwa Natal. Kesaksian pujian oleh seluruh penghuni panti yang didampingi oleh beberapa pengasuh berkaos warna kuningnya Indosat mengakhiri persembahan ibu-ibu Gerasa pada siang hari itu.

Dalam kesempatan tersebut secara simbolis juga disampaikan bantuan kasih dari karyawan Kristen Katolik Indosat, diwakili oleh Ibu Irma Aurora selaku Ketua Panitia Natal. Anggota SKK diberikan penjelasan oleh Pak Lukas, sambil diperlihatkan foto-foto penghuni sewaktu mereka diambil dari jalanan. Bukan untuk mengingat namun sebagai suatu pembelajaran masa lalu yang tak boleh terulang kembali.

Panitia Natal dan Ibu-Ibu Gerasa tak melupakan untuk foto bersama dipenghujung acara dengan sebuah pengharapan bahwa para ibu-ibu ini suatu saat nanti boleh merasakan damai sejahtera Natal bersama keluarganya kembali.

Selamat Natal Catherine, yang tak lagi diterima keluarganya padahal ia sudah sembuh dan menjadi asisten dari pak Lukas. Tugas utama Christine seperti dituturkan oleh Pak Lukas adalah memegang kunci pagar bagian depan hingga belakang. Perempuan asal Ende ini juga dipercaya menjadi “kepala suku” bagi ibu-ibu penghuni Gerasa.

Selamat Natal juga bagi para penghuni Panti Gerasa lainnya, Tuhan Yesus Memberkati dan tentunya senantiasa semangat dalam menjalani kehidupan ditahun yang baru mendatang.

Terima kasih kepada Tuhan atas hari ini dimana saya dan teman-teman boleh menjadi saksi sebuah pelayanan luar biasa dari satu keluarga yang dipakai Tuhan untuk melayani orang-orang terbuang.

image

Diketik di dalam
Komuter Line
Tanah Abang-Depok
17.05

New Office New Spirit New Hope

image

image

image

Cuaca berawan. Mentari kerap tersipu malu bersembunyi dibalik mega. Ah bahagianya hati ini, betapa tidak, hari ini catatan sejarah kembali ditorehkan ke dalam buku besar perjalanan perusahaan tercinta. Sebuah event berlangsung di lantai 18 Kantor Pusat dalam saturangkaian acara peluncuran ruangan baru.

image

Ruang Kerja yang akan ditempati mulai 8 Desember 2014 ini sangat  berbeda sekali dari bentuk ruangan sebelumnya ketika dibangun tahun 1989. Dulu ruangan didominasi oleh partisi, kursi, meja berbahan baku perkayuan dengan sekat, kini ruangan Group Human Resources tampil dengan konsep Open Space Environment. Tak ada lagi sekat pemisah diantara karyawan satu dengan rekan kerja lainnya. Itulah satu perbedaan mencolok antara old office dengan new office. Setidaknya ada dua perbedaan lain yang dihadirkan oleh konsep new open office environment. Perbedaan kedua, Flexi Seating, setiap karyawan diperbolehkan duduk tidak pada tempat biasanya. Mereka boleh bekerja di meja atau tempat yang masih available atau istilahnya work anywhere dimana seseorang dapat berpindah dan berganti tempat duduk setiap hari. Dan yang lebih fantastis ternyata pada konsep Open Environment ini tidak tersedia ruang kerja khusus bagi Group Head dan Division Head, semua bergabung dalam satu area terbuka tanpa sekat pemisah apapun.

Satu-satunya ruangan yang memiliki ruang tersendiri hanyalah ruangan payroll dimana disini memang memerlukan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi terutama dalam proses penggajian. Karyawan yang bertugas pada unit ini duduk dalam sebuah ruangan kaca polos terlihat dari 4 sudut yang ada dan terpisah dari bagian lain. Meskipun demikian tetap tanpa sekat pemisah antara karyawan satu dengan lainnya diruang khusus tersebut.

image

image

Open Office Environment yang menjadi konsep andalan ini setidaknya memiliki tiga makna utama. Pertama hal ini merupakan simbol of new culture, simbol sebuah perubahan budaya. Konsep ini juga merefleksikan dua corporate values perusahaan terutama Trust dan Care. Kepercayaan dan Kepedulian di yakini akan semakin bertumbuh diantara sesama karyawan dan pimpinannya dalam sebuah kesatuan solid. Selain itu nuansa keterbukaan terasa kental sekali pada ruangan baru dimana keterbukaan dalam ruang ini diharapkan akan memberikan dorongan setiap karyawan untuk lebih engaged dan bersemangat memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan perusahaan tercinta.

Ruang kerja lantai 18 yang kini memiliki Wall of Fame pada satu sisi ini menyediakan juga 2 tempat yang akan menjadi lokasi favorit karyawan. Break Out Area dan Common Area, area ini dibuat untuk memberikan tempat yang nyaman bagi karyawan saat berinteraksi secara informal. Disini juga dijadikan sebagai ruangan makan khusus bagi karyawan. Jadi takkan lagi dijumpai sejumlah karyawan makan di meja kerjanya apalagi kedepan Clean Desk Policy akan ketat diterapkan tentunya dalam pengawasannya akan ada Sherrif yang senantiasa mengingatkan karyawan.

image

image

Sebuah ruang lain yang gres adalah Cocoon, ruang kaca transparan ini disediakan diantaranya untuk keperluan one on one meeting dan tempat untuk melakukan pembicaraan telepon sehingga tidak mengganggu rekan lain yang sedang bekerja termasuk juga dipakai sebagai ruangan overseas conference call bila dibutuhkan. Karyawan kini tidak lagi menggunakan laci tapi telah tersedia loker bagi setiap karyawan untuk menyimpan dokumen dan peralatan kantor seperti laptop serta barang milik pribadi. Seusai Office Hour maka setiap karyawan berkewajiban menyimpan peralatan kantor dan pribadi di dalam loker yang disediakan.

image

Suasana ruang kerja lantai 18 kini serasa lebih memanjakan karyawan. Karyawan dibuat betah berlama-lama di kantor. Ruang kerja yang dibangun sejak tahun 1989 saat ini telah mengeluarkan atmosfir optimisme yang tinggi. Perubahan fisik lokasi kerja diharapkan akan menumbuhsuburkan semangat berbuat yang terbaik, untuk diri pribadi dan perusahaan. Tak hanya values Trust dan Care yang terefleksikan dalam ruangan baru ini, nilai budaya Passion to be the best kental muncul dari atmosfir seantero ruangan di lantai 18 ini. Alam semesta kiranya mendukung semua pengharapan yang bakal terkuak.

Melalui ruangan kantor yang baru kiranya akan melahirkan ide-ide brilyan yang akan memberikan pengharapan demi kesuksesan perusahaan ditengah tingkat kompetisi yang teramat ketat.

Alam semesta kiranya mendukung dan membawa pengharapan kita sekalian kepada Tuhan semesta alam. Karena Tuhanlah Pencipta Semesta yang akan mengabulkan pengharapan.

Selamat Datang NEW OFFICE, NEW SPIRIT dan NEW HOPE

Orang Padang Peduli Indonesia Timur

image

image

Hari Kamis 20 Nopember 2014 adalah Hari Ulang Tahun Perusahaan dimana hampir 15 tahun saya bekerja. Seperti biasa pada tahun ini perusahaan juga mengingat rayakan hari bahagia dengan membuat sebuah acara. Namun dari satu kebiasaan yang pernah terjadi, apa yang saya lihat dan dengar pada hari ulang tahun ke-47 kali ini sungguh berbeda dengan perayaan Hari Jadi sebelum-sebelumnya. Acara untuk mengingat rayakan hari lahir Indosat yang berdiri sejak 20 Nopember 1967 memberikan sebuah inspirasi baru kepada saya dan seluruh karyawan terutama yang menghadiri puncak acara di kantor pusat Indosat pada siang menjelang sore hari itu. Dari 3 tamu yang diundang, semua berdecak kagum penuh Rasa bahagia adalah saat Masril Koto tampil dimuka. Ia adalah seorang pendiri Bank Petani atau Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis disingkat LKMA Prima Tani di Nagari Kabupaten Agam Sumatera Barat. LKMA ini merupakan cikal bakal Program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan atau PPUAP Nasional. Selain simpan pinjam beberapa produk unggulan juga dihasilkan seperti Tabungan Ibu Hamil, Tabungan Kepemilikan gadget juga tersedia.Penampilan yang sederhana dengan mengenakan jaket dan celana berbahan jeans dia begitu menginspirasi semua karyawan yang hadir.Bincang Orang Maju atau BOM yang di gagas oleh Human Resources edisi kali ini terekam memukau apalagi tampil sebagai host Bung Andy F Noya yang memandu acara yang luar biasa ini.

Semua yang hadir tertawa geli setiap mendengar ungkapan, cerita dari Masril Koto yang begitu polos, lugu namun sangat tepat sasaran serta benar adanya. Ia begitu piawai menceritakan bagaimana waktu pertama kali merintis pembentukan Bank Petani atau LKMA ini. Keluguan, ketulusan serta perjuangan yang pantang menyerah selama awal pembentukan inilah yang pada akhirnya membawa dirinya kepada kesuksesan dalam mendorong petani mendirikan tidak kurang dari 300 Bank Petani atau LKMA di seantero daerah Sumatera Barat. Pria yang tak lulus Sekolah Dasar ini pernah diawal pembentukan Bank Petani datang ke instansi keuangan di Jakarta dimana ia pun merasakan betapa sulitnya masuk ke instansi tersebut untuk menjumpai seseorang yang akan ia temui untuk dimintai pendapatnya bagaimana membuat Bank. Ia berkisah betapa sulitnya bertamu ke kantor Pusat Perbankan, dimana menurutnya lebih sulit masuk ke kantor tersebut dibandingkan masuk ke kantor kecamatan daerah kelahirannya. Setiba di halaman di tanya ini itu, lolos dari sini saat dibagian dalam ditanyakan lagi. Langsung saja hadirin tertawa geli mendengar kisahnya itu. Segala cibiran mesti dihadapi termasuk dari keluarganya sendiri. Ia juga di sore hari dalam ruangan yang dingin itu menceritakan bagaimana sepulangnya dari Jakarta ia dan empat rekan rekannya sempat mengikuti semacam kursus Akuntansi yang membuat mereka malah sama sekali menjadi pusing dan tidak mengerti sama sekali. Namun hal itu bukan menyurutkan cita-citanya membuat Bank malahan ia terus mencari tahu bagaimana dia bisa membuat Bank meskipun tantangan demi tantangan ia hadapi. Brosur yang ada kaitannya dengan pembentukan Bank ia ambil dan pelajari. Manakala ia menemukan informasi tentang Bank ia meminjam lantas di foto kopi. Semua sumber, cara ia tempuh demi terbentuknya sebuah Bank. Termasuk juga saat ia dan kawan-kawan menghadapi persoalan kredit macet. Dana awal yang nilainya 15 juta tidak tahu bagaimana caranya supaya dapat kembali. Tak kurang akal, ia pun membuat aturan yang disepakati bersama jika ada nasabah yang menunggak maka dilakukan sanksi sosial yakni nama penunggak diumumkan di Masjid didesanya saat sholat Jumat, celakanya yang diumumkan tidak hanya orang yang menunggak akan tetapi bisa jadi mertuanya juga. Cara ini menurutnya ternyata ampuh mandraguna sekali karena sejak saat itu tak ada lagi nasabah yang menunggak.

Andy F Noya, host acara Kick Andy, kerap nyeletuk nakal membuat suasana menjadi menyenangkan sekali. Jadi klop acara BOM alias Bincang Orang Maju edisi kelima kali ini menampilkan pembicara yang sangat inspiratif sekali buat karyawan yang hadir terlebih buat saya di hari ulang tahun anak perusahaan Ooredoo ini.

image

Ada setidaknya dua hal yang dapat saya petik dari apa yang diceritakan Pak Masril. Pertama adalah semangat pantang menyerah yang dianut oleh diri pak Masril Koto mesti ditiru. Ia tak peduli dengan pendidikannya, dia tidak mengindahkan cibiran dari orang lain termasuk keluarga dekatnya. Satu tekad dia, bagaimana membuat Bank yang dapat mensejahterakan para petani didaerahnya. Itu saja cita-citanya yang ia perjuangkan hingga ia pun pergi ke Jepang bahkan berencana membawa jalan-jalan sekitar 30 orang anak ke negeri Sakura. Saat ditanya tujuannya apa oleh Andy F Noya ia hanya menjawab, “Yah biar mereka tahu luar negeri aja” langsung disambut tawa hadirin.! Semangat seperti ini sepertinya dapat diinternalisasikan dengan values satu diantara 5 Nilai Budaya perusahaan yakni Passion to be the Best.

Kedua, baru kali ini ada seorang pembicara di kantor saya yang mengajak Pimpinan agar turut membangun Indonesia Bagian Timur. Ketika ditanya  Bung Andy, apa harapan dirinya untuk Indosat pada penghujung acara maka dengan tanpa tedeng aling aling dia mengatakan pindahkan saja tower-tower yang ada di Padang sebagian ke daerah Indonesia Timur, agar daerah di Indonesia Timur {salah satunya Pulau Buru yang ia kunjungi} lebih dapat mengembangkan potensi daerahnya, kontan saja pernyataannya ini membuat gelak tawa hadirin membahana. Ia melanjutkan bahwa tujuannya supaya daerah tersebut bertumbuh mengingat ada peluang atau potensi besar yang belum tergarap disana.

Semoga saja harapan Masril Koto didengar dan ditangkap oleh pimpinan yang hadir untuk mempertimbangkan besarnya potensi wilayah Indonesia Timur. Apa yang diutarakan beliau sungguh membanggakan saya pribadi. Harapannya para pemimpin perlu melihat seperti yang dilihat oleh seorang Masril Koto yang mampu melihat potensi wilayah Indonesia Timur. Secara Business Case bisa jadi masih jauh untuk investasi pembangunan jaringan telekomunikasi disana namun mengapa mesti tidak berani menggarap padahal pihak lain sudah menjangkaunya lebih dahulu.

Terima kasih pak Masril Koto, biarlah saya juga memiliki impian, harapan seperti Bapak dan kawan kawan  yang meletakkan miniatur pesawat di kantor Bank-Bank Petani binaan Bapak untuk memotivasi berbuat yang terbaik, Passion to be the best, terbang setinggi pesawat-pesawat yang mengangkasa dilangit biru yang tinggi. Ini juga bisa dikatakan sejalan dengan cita-cita perusahaan, seperti terkandung dalam arti OOREDOO yang memiliki arti “Saya Ingin”.

Pak Masril anda adalah orang Padang Yang memiliki perhatian untuk daerah Indonesia Timur. Anda sudah membuka mata hadirin bahwa Indonesia Timur punya potensi besar untuk digarap, terima kasih

Salam BERDAYA

Kesombongan Rohani

Ada dua hal yang menarik diri saya untuk mengcopas ketikan dari seorang Jenderal Purnawirawan Luhut Panjaitan. Pertama banyak hamba Tuhan sudah sering bernubuat yang bukan-bukan. Ada yang katanya telah pergi ke sorgalah ada juga yang karena doanya bisa menyembuhkan orang kemudian menjadi sombong dan lainnya. Hal kedua yang membuat saya senang ternyata Sang Jenderal dalam tulisannya dibawah ini mengutip pernyataan almarhum Papa, Ayah saya yang baru saya baca kalimatnya sesudah beliau meninggalkan anak-anaknya.

Pagi hari dalam Ibadah Minggu 28 September 2014 di GPIB Pancaran Kasih mengambil bahan renungan dari surat Rasul Paulus kepada Timotius terkait Ajaran Sesat. Oleh karenanya saya merasa bersyukur sekali karena dalam satu hari saya jumpai dua bahan renungan yang saling mendukung dimana sore harinya saya membaca tulisan dari Jenderal Luhut.

Jadi tulisan Pak Luhut ini juga kembali mengingatkan saya bahwa Bersyukur itu merupakan Hal mutlak yang tak bisa diutak utik lagi. Sebab siapakah kita semua ? Kita hanyalah manusia biasa. Apa yang ingin dibanggakan ? Kekayaan ? No way. Seperti Firman Tuhan katakan apalah gunanya seorang memperoleh dunia jika ia kehilangan nyawanya. Oleh karena itu tetaplah kita berposisi seperti yang Tuhan ingini bahwa kita adalah ciptaanNya, Tuhanlah Pencipta kita jangan dibalik hanya karena kemampuan kita. Tidak elok juga jika kita berbuat seperti Hawa yang tergoda bujukan ular karena ular menjanjikan Hawa akan seperti Tuhan.

Terima kasih buat Pak Luhut, Selamat Ulang Tahun ke-67 pak sehat selalu dan panjang umurnya. Saya copas tulisan beliau dari blog beliau kiranya menjadi berkat bagi kita semua.

Berikut tulisan Jenderal Purn Luhut Pandjaitan melalui blognya.

“Pendeta-pendeta memang banyak bergumul dalam doa. Kalau doanya berhasil kadang timbul kesombongan rohani. Kadang pula merasa tenar karena bisa mendengar bisikan Tuhan atau Roh Kudus, padahal dia lupa dia juga manusia.” 
Ungkapan ini saya dapat dari Pendeta Katipana saat masih bertugas di Korps Baret Merah (sekarang Kopassus) beberapa puluh tahun lalu. Waktu itu, saya ingin meminta doa kepada dia. Tapi sepertinya dia ingin menceritakan bagian pengalamannya tersebut sebelum saya didoakan.
Bagi saya, makna dari ungkapan tersebut sungguh mendalam. Bahkan ketika Pendeta Katipana sudah berpulang ke rumah Bapa di surga, saya masih ingat pesan beliau itu. Saya juga tidak lupa ketika kami pernah bersama-sama di Timor-Timur. 

Tulisan selanjutnya silahkan baca http://luhutpandjaitan.com

Coming Soon : Indosat Fun Sport 2014

image

Melanjutkan sukses kegiatan Indosat Fun Sport 2013, PT. Indosat, Tbk kembali mengadakan acara sejenis ditahun 2014 ini. Kegiatan bagi karyawan yang akan dilangsungkan Jumat 19 September 2014 tetap mengambil lokasi di area Monumen Nasional atau Monas seperti tahun lalu. Menurut rencana target peserta yang mengikuti minimal sama dengan tahun sebelumnya yakni sekitar 1.200 orang karyawan dari Kantor Pusat Dan Karyawan yang berlokasi di Gedung Wisma Antara. Perubahan yang berlaku tahun ini terjadi pada konsep acara yang akan ditampilkan.

Selain kegiatan olah raga aerobik, kali ini juga akan dilakukan sesuatu yang berbeda dengan tahun sebelumnya dimana diharapkan dengan mengikuti acara ini karyawan akan semakin engaged dan turut mendukung program yang dijalankan perusahaan yakni menjadi Leader di segment data. Keseluruhan acara olah raga dan games yang diadakan semuanya menggunakan smartphone dengan pelbagai sosial media yang ada.

Jadi disini karyawan Indosat dituntut untuk minimal memiliki akun-akun sosial media sebab informasi kegiatan mulai pre event hingga hari H acara semua menggunakan sosial media. Sosial Media yang mesti diunggah karyawan diantaranya Facebook, Instagram, Whatsapp Dan Twitter.

Sepertinya Indosat Fun Sport 2014 bagi karyawan Indosat di Jakarta akan menjadi awal dari kegiatan sejenis dikota lain wilayah Operasional Indosat.

Menarik bukan ! Yuk tunggu lagi ulasan pelaksanaannya yang pasti seru Karena memiliki nilai Youthful Spirit yang kental.

Salam Berdaya !

image

Pembaptisan Obaja

image

image

image

Setelah sempat tertunda beberapa waktu lamanya, pada akhirnya Minggu 10 Agustus 2014 dalam Ibadah Minggu IX sesudah Pentakosta anak terkasih Frederik Soleman Obaja Katipana kami bawa ke altar Tuhan untuk dimeteraikan menjadi keluarga besar kerajaan sorga. Rencana sebelumnya Pembaptisan Frederik pada awal Juli namun karena oma terkasih masuk rumah sakit maka dilakukan penundaan pelaksanaan sakramen Baptisan Kudus.

image

image

image

Kami sekeluarga bersyukur karena dalam prosesi Sakramen Baptisan Kudus yang dilayani oleh Pdt. Erick Tanabora berlangsung lancar mulai waktu persiapan pada hari Jumat 8 Agustus 2014 hingga ibadah Baptisan Kudus dilaksanakan di Pospel GPIB Pancaran Kasih Depok – Gereja Mahanaim Kostrad Cilodong.

Selain karena pada saat bersamaan berlangsung pula Ibadah Lepas Sambut salah seorang Pendeta Jemaat, Pdt. Ny. Meryani Gimon, Sth di gereja Induk GPIB Pancaran Kasih, alasan lain mengapa Sakramen Pembaptisan Kudus berlangsung di Mahanaim tiada lain salah satunya permohonan kami kepada Pdt. Widyati Simangunsong S mengingat Frederik mengusung nama Opanya yang di tahun 1990 lalu memimpin Ibadah Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Mahanaim. Almarhum Opa pada waktu itu diminta oleh almarhum Mayjen Theo Syafei untuk melayani ibadah peletakan Batu pertama.

image

image

Rasa syukur atas doa dan pengharapan akhirnya terwujud. Sejarah seolah berlanjut terus. Semoga ini juga selain atas perkenanannya juga menyenangkan hati Opa Pede yang melihat dari jendela sorga apa yang sudah dilakukan anak cucunya. Terima Kasih Tuhan atas penyertaanMu membuat kami selaku orang tua sudah melangkahkan kaki selain untuk memenuhi kewajiban sebagai orang tua juga sudah mengantarkan anak terkasih dicatatkan dalam anggota Kerajaan Sorga.

image

image

Bukan soal percik atau selam tidak karena dewasa atau anak-anak yang pasti doa saya selaku ayah kiranya Meterai yang sudah tercetak dalam loh hati anak kami akan tetap terus ada sepanjang masa hidupnya sampai ia juga mengantarkan anak dan cucunya ke altar Tuhan. Seperti dikatakan dalam Yohanes 15 : 16, Bukan kamu yang memilih Aku tetapi Akulah yang memilih kamu. Kiranya Frederik Soleman Obaja Katipana akan senantiasa menjadi pilihan Tuhan dalam mengarungi kehidupannya kelak.

Ditulis di Bengkel Mansyur
11 Augustus 2014 – 10.15 WIB

Selamat Jalan Oma

Dibalik Mega Biru ada tunggu Mama
Dibalik Mega Biru Sana
Nanti Mama Jumpa Yesus Kekasihnya
Dibalik Mega Biru Sana

Disebrang sana air mata hilanglah
Disebrang sana damai dan snang
Tak Ada Susah disbrang sana
Sbab Yesus serta mama selama-lamanya

image

“Wel, cepat ke RS suda, mama pung nafas su hela-hela” itulah sebuah pesan pendek yang saya terima dari abang saat saya sedang menghitung persembahan/kolekte pelayanan ibadah Minggu sore bersama Majelis Jemaat yang bertugas. Tak ada pesan apapun dari mama saat saya berganti jaga dengan kakak di kesempatan Sabtu malam hingga Minggu siang 29 Juni 2014. Malam itu Jalan Raya Bogor nan sepi mengantarkan saya menuju ke rumah sakit. Saat tiba di pelataran parkir, sepertinya itulah waktu Tuhan bagi mama menghembuskan nafas terakhirnya. Sayang sekali saya tak berada disampingnya saat itu terjadi. Namun saya percaya ketika dua roda depan kendaraan saya memasuki pintu masuk rumah sakit tugu ibu, saat itulah mama terkasih mengetahui bahwa anak bungsunya sudah hadir melengkapi anak cucunya yang sedang berdatangan juga. Sewaktu masuk ke ruang perawatan, saya melihat dua orang suster sedang merapikan alat kesehatan yang sebelumnya menempel pada tubuh mama. “Udah gak ada ya suster” tanya saya. Jawab seorang diantaranya, “Iya pak”. Saya lalu menciumnya terakhir kali seraya mengucapkan selamat jalan mama, terima kasih dan mohon maaf atas semua yang sudah diberikan bagi saya.

Saya berhikmat rupanya mama ingin saya menjaganya dirumah sakit juga seperti dilakukan abang-abang saya. Kesempatan itu datang pada hari Sabtu 28 Juni 2014. Biasanya hanya sekedar melihatnya diruangan hingga menjelang tengah malam lalu pulang. Tapi hari itu saya memutuskan untuk tidur di kamar rawat mama. Hikmat lainnya, Mama/Oma sepertinya juga menunggu kedatangan cucu-cucunya dahulu. Oleh karena dirawat di ICU dan aturan rumah sakit yang menghimbau untuk tidak membawa anak-anak dibawah usia 12 tahun maka cucu-cucu Oma baru sempat membesuk sehari sebelum Oma dipanggil Yang Kuasa dan beberapa pada hari Minggu paginya. Terlebih Obama, anak saya yang di Sabtu malam saat Saya akan berangkat menginap, ia merengek keras meminta kepada saya dan isteri “Aku mau liat Oma, Aku mau liat Oma” rengekannya melunakkan hati saya. Hati anak kecil ini mengingatkan saya untuk setuju membawanya serta meskipun waktu besuk sudah lewat. Obama rupanya ingin menunjukkan ia juga pandai bernyanyi seperti Omanya.Lagu-lagu Sekolah Minggu dilantunkannya disamping bangsal ruangan Melati tempat orang tua kami dirawat. Ketika semua itu terlaksana, mama pun sepertinya siap menghadap Sang Pencipta, Sang Juruslamat yang menjemputnya Minggu 29 Juni 2014 pukul 20.20 WIB. Ia telihat lebih senang karena semua anak cucu dan cicitnya sudah menjenguknya ketika nafas kehidupan masih ada dalam tubuh fananya.

Selamat Jalan Mama, Oma, Nene, Tuhan Yesus Sudah menyambutmu di sorga baka.

image

image

Saya dan keluarga besar Katipana -Latuminasse mengucapkan dengan tulus Terima Kasih kepada Bapak/Ibu saudara yang telah berkenan meluangkan waktunya untuk menyampaikan ungkapan belasungkawa melalui berbagai social media kepada saya dan keluarga besar.

Untuk segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk kembali kepangkuan Sang Khalik.

Salam Berdaya !
W. Katipana Hutabarat/br Tampubolon – Obama dan Obaja

Persyaratan Pengurusan Kartu BPJS Kesehatan

image

Hari kedua cuti, Selasa 24 Juni
2014 saya kembali mencoba mencari informasi terkait pengurusan BPJS Kesehatan. Sebelumnya ingin mengurus pergantian kartu Askes milik ibu yang lama namun setelah mempersiapkan persyaratan lainnya malah menemukan Kartu Askes yang sudah ber Barcode dimana sesuai ketentuan masih dapat digunakan.

Jadilah saya hari ini nongkrong, mendengar percakapan para pendaftar, masyarakat Kota Depok dengan sesekali menimpali seolah ingin tahu lebih banyak mengenai seluk beluk BPJS Kesehatan ini.

Selama 2 hari mendengarkan, menyaksikan bagaimana proses pendaftaran dari dekat maka hari ini saya mencoba menuliskannya dalam blog supaya masyarakat lebih paham lagi, paling tidak kalaupun tidak sama dapat menjadi bahan panduan mereka yang belum mengetahui ihwal BPJS Kesehatan ini. Beruntunglah bagi pekerja swasta karena akan didaftarkan oleh perusahaannya untuk menjadi peserta mulai 1 Januari 2015.

Kali ini saya akan memfokuskan kepada persyaratan apa saja yang harus disiapkan (khususnya Depok) ketika akan melakukan pendaftaran, mengganti kartu Askes lama, mengganti kartu hilang dan beberapa informasi lain.

Kartu Askes Yang Mesti Ditukar

image

Kartu Askes Yang Masih Berlaku

image

Persyaratan Pengurusan Kepersertaan Awal Bagi  Individu atau Mandiri atau di sebut Pekerja  Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Bukan Pekerja.

PBPU adalah setiap orang yang bekerja atau berusaha atas resiko sendiri. Mereka yang masuk golongan ini adala Notaris, Dokter Praktek/Bidan/Mantri dsb, Pedagang/Penyedia Jasa, Petani/Peternak/Nelayan dsb, Asosiasi Pedagang Kaki Lima/Warteg/Rumah Makan Padang dan Pekerja Mandiri lainnya.

Sedangkan yang masuk kategori Bukan Pekerja diantaranya ; Investor, Pemberi Kerja, Penerima Pensiun, Veteran, Perintis Kemerdekaan dan Bukan Pekerja yang tidak termasuk kreteria lainnya.

Adapun tata cara pendaftaran peserta adalah sebagai berikut :

1. Pengalihan ; Setiap peserta Jamkesmas (PBI), Peserta Askes Sosial, Peserta JPK Jamsostek dan Peserta TNI/Polri/PNS TNI/Polri secara otomatis dialihkan menjadi Peserta BPJS Kesehatan.

Kartu kepersertaan yang dipegang masih tetap berlaku kecuali Kartu Askes yang masih menggunakan foto, sebaiknya segera diganti dengan cara melaporkan ke BPJS Kesehatan terdekat.

2. Pendaftaran Dilakukan Oleh Pemberi Kerja

Berlaku bagi Pekerja Penerima Upah yang bekerja di lingkungan BUMN/BUMD dan Badan Usaha Swasta.

3. Pendaftaran Sendiri/Mandiri

Berlaku bagi Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja.

Seperti kita ketahui bahwa sesuai UU No. 24 Tahun 2011 Pasal 14 dikatakan bahwa kepersertaan BPJS Kesehatan adalah Wajib bagi seluruh penduduk Indonesia dan orang asing yang bekerja paling singkat 6 bulan di Indonesia.

Peryaratan pengurusan bagi Pekerja Bukan Penerima Upah atau Bukan Pekerja atau ditulis di Kantor Operasional BPJS Depok Individu/Mandiri berdasarkan apa yang saya lihat dilapangan adalah :
1. Foto Kopi KTP
2. Foto Kopi Kartu Keluarga
3. Pas Foto ukuran 3X4
4. Mengisi Formulir Daftar Isian Peserta (Formulir 2)
5. Membayar Iuran Kepersertaan ke Bank BNI, Mandiri dan Bank BRI

Kemudian persyaratan Pengurusan Kartu BPJS baru bagi Pns/Pensiunan yang belum memiliki Kartu Askes :
1. Foto Kopi KTP
2. Foto Kopi Kartu Keluarga
3. Foto Kopi Daftar Gaji Yang dilegalisir
4. Foto Kopi SK Pegawai
5. Foto Kopi KARIP/Buku Asabri (Khusus Pensiunan)
6. Pas Foto ukuran 3×4
7. Mengisi Formulir Daftar Isian Peserta (Formulir 1)

Persyaratan Perpanjangan BPJS Kesehatan untuk anak diatas 21 tahun dan masih kuliah :

1. Foto Kopi KTP
2. Foto Kopi Kartu Keluarga
3. Foto Kopi Daftar Gaji Yang Dilegalisir
4. Foto Kopi SK Pegawai/Pensiunan
5. Foto Kopi Karip/Buku Asabri (Khusus Pensiunan)
6. Surat Keterangan Kuliah Terbaru
7. Mengisi Formulir Daftar Isian Peserta

Persyaratan Kartu Hilang :
1. Foto Kopi KTP
2. Foto Kopi Kartu Keluarga
3. Foto Kopi SK Pegawai/Pensiunan
4. Meterai 6000 (Jika tidak ada, Surat Keterangan Hilang dari Polisi)
5. Mengisi Formulir Daftar Isian Peserta

Persyaratan Penambahan Anak Ketiga :
1. Foto Kopi KTP
2. Foto Kopi Kartu Keluarga
3. Foto Kopi Daftar Gaji Yang Dilegalisir
4. Foto Kopi SK Pegawai/Pensiunan terakhir
5. KP 4 dari Instansi terkait dengan Kop surat, diketik dan distempel
6. Akte Kelahiran anak ketiga
7. Surat Nikah
8. Pas Foto 3×4
9. Mengisi Formulir Daftar Isian Peserta

image

Selain informasi persyaratan seperti diatas melalui blog ini saya sampaikan juga beberapa informasi lain yang mungkin bermanfaat antara lain :

1. Pendaftaran/Pembuatan Kartu BPJS Kesehatan tidak dipungut biaya apapun (Gratis).
2. Pembayaran Iuran paling lambat setiap tanggal 10 setiap bulannya.
3. Pastikan kita sudah memilih Pelayanan Kesehatan Tk.1 baik itu Dokter Keluarga, Klinik/Puskesmas atau Dokter Gigi yang terdekat dengan domisili
4. Pusat Layanan Informasi BPJS Kesehatan 24 Jam melalui telepon 500400.
5. Pastikan kita memiliki Nomor kontak petugas BPJS Kesehatan yang melayani di setiap Rumah Sakit Rujukan

image

Semoga saja informasi yang saya sampaikan diatas bermanfaat buat kita semua. Kondisi sakit tak dapat kita duga oleh karena itu tindakan pencegahan akan lebih baik. Memang selama 2 hari nongkrong di kantor operasional BPJS Kesehatan Depok masih banyak ketidakjelasan informasi yang terjadi. Apalagi ketiadaan petugas khusus untuk itu. Tidak sedikit prosedur yang bertele-tele dialami dan mesti dihadapi oleh peserta contohnya kalau kartu hilang mengapa mesti mengisi lagi formulir daftar isian bukankah sebelumnya sudah tersedia data peserta di database. Mudah-mudahan saja tahun mendatang akan menjadi lebih baik terutama dari sisi pelayanan.

Suasana Pengambilan Kartu BPJS yang sudah selesai

image

Saya akan menuliskan lagi pengalaman peserta menggunakan BPJS Kesehatan di rumah sakit di kesempatan lain. Tentunya akan banyak informasi dari sisi pelayanan Rumah Sakit, sebagai contoh manakala ada anggota keluarga sakit kemudian saking paniknya tidak lagi sempat menginformasikan kepetugas RS bahwa anggota keluarga kita adalah peserta Askes/BPJS maka pihak RS akan mengenakan status pasien bukan peserta BPJS apalagi jika pelaporan dilakukan melebihi 3×24 jam maka seluruh biaya akan menjadi tanggungan pribadi.

Kunci untuk memperoleh layanan ini adalah Kesabaran.

Fasilitas Kesehatan Yang Bekerja sama dengan BPJS Kesehatan mesti dimiliki atau diketahui peserta.

image

Salam Berdaya
Jalan Kemakmuran 38 Depok
Selasa 24 Juni 2014 Pkl.13.39 WIB

Cara Pekerja Bukan Penerima Upah Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

image

image

image

Learning is Living, we can not not learn, begitu ungkap salah satu NLP Presupposutions yang hingga kini masih saya rasakan kebenarannya. Salah satunya ketika hari ini Senin 23 Juni 2014 sehabis makan siang dirumah saya mencoba mengurus yang saat ini sedang ramai dibicarakan yakni BPJS Kesehatan. Rasa keingin tahuan saya cukup besar terhadap hal ini sebab Pemerintah mulai 1 Januari 2014 lalu mulai memberlakukan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau yang lebih dikenal dengan BPJS Kesehatan. Apalagi saya juga baru saja mengikuti Seminar Manfaat dan Keunggulan BPJS bagi anggota Asosiasi Perusahaan Telekomunikasi Seluruh Indonesia 18 Juni 2014 lalu dimana disampaikan bahwa mulai 1 Januari 2015 semua Pekerja Penerima Upah (PPU) non Pns/TNI/Pemegang Jamsostek/sejenis harus menjadi peserta BPJS Kesehatan. Informasi yang diperoleh diseminar mau diuji kebenarannya. Selain itu saya juga sempat menghubungi nomor kontak layanan BPJS Kesehatan 021-500400. Pertanyaan yang diajukan adalah bagaimana prosedur menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Berbekal informasi seperti itu, saya Senin 23 Juni 2014 mendatangi kantor BPJS Kesehatan Kota Depok tempat saya berdomisili. Sekarang saya akan sampaikan tata cara pengurusan kepersertaan BPJS Kesehatan berdasarkan obrolan ringan dengan para calon peserta yang sedang menunggu antrian di kantor BPJS.

Apa yang saya sampaikan disini terutama terkait peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan bukan Pekerja Penerima Upah juga bukan sumber peserta Penerima Bantuan Iuran.
image

Setelah mengamati di lokasi saya mengelompokkan cara pendaftaran peserta ada 2 yakni (Bisa juga melalui website BPJS) :

1. Penyerahan Dokumen Lebih Dahulu
2. Pembayaran Iuran Lebih dahulu

Adapun langkah-langkah yang  diperlukan untuk kenyamanan dalam pengurusan Kepersertaan BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut :

A. Penyerahan Dokumen Lebih Dahulu

1. Pastikan anda.sudah mengetahui dengan jelas alamat BPJS Kesehatan bukan BPJS Ketenagakerjaan.
2. Mintalah Formulir Daftar Isian (Formulir 2, Formulir 1 untuk Pekerja Penerima Upah). Seharusnya Formulir tersedia di kantor BPJS Kesehatan namun apa daya, apabila sudah habis calon peserta “dapat” mengganti ongkos foto kopinya di tempat fotokopi terdekat.
3. Formulir kemudian diisi dengan lengkap dan benar.
4. Lengkapi Formulir 2 tersebut dengan melampirkan Foto Kopi KTP, Foti Kopi Kartu Keluarga, Pas Foto 3×4 untuk Suami/Isteri/Anak semuanya masing 1 lembar.
5. Setelah Formulir/Dokumen lengkap, calon peserta dapat membayarkan iuran ke Bank Penerima pembayaran BPJS Kesehatan sesuai dengan kemampuan dan tarif yang dipilih. Bank Penerima Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan adalah Mandiri,BNI dan BRI.
6. Setelah Pembayaran dilakukan Peserta mesti kembali ke Kantor BPJS Kesehatan sambil menyerahkan Bukti Bayar/Tanda Setor ke Loket/Petugas BPJS.
7. Calon Peserta kemudian akan menerima Kartu Tanda Peserta BPJS Kesehatan yang sudah dilaminating seukuran kartu ATM.

B. Pembayaran Iuran Lebih Dahulu

1.  Dapatkanlah Formulir Bukan Penerima Upah lebih dahulu melalui kantor BPJS Kesehatan atau rekan lain yang sudah mendaftarkan (Khusus Depok) sebab Formulirnya Foto Kopian

2. Isilah Formulir Daftar Isian Peserta (Formulir 2) dan lengkapi dengan persyaratan lain dengan benar

3. Setorlah iuran ke Bank penerima sambil membawa dokumen persyaratan yang sudah lengkap dan benar

4. Serahkanlah Bukti Setor ke kantor BPJS Kesehatan bersama persyaratan yang diminta.

5. Calon peserta Pekerja Bukan Penerima Upah akan mendapatkan Kartu BPJS.
image

Saya menyarankan calon peserta memilih cara kedua ini karena kita cukup menyerahkan dokumen beserta Bukti Setor ke petugas di lokasi (di Depok diserahkan ke Petugas Satpam). Kalau menggunakan cara pertama peserta mesti membooking nomor antrian yang sehari sepertinya dibatasi. Belum cukup booking saja namun peserta baru akan mendapatkan nomor antrian berupa sepotong kertas kecil berisi angka bertinta biru dengan tanggal berlaku. Sesudah itu peserta baru akan dipanggil sesuai nomor antrian yang diperolehnya. Sebagai informasi saja ketika saya datang ke lokasi, seorang pengantri memperoleh nomor undian 86 padahal pengakuannya sehabis sholat subuh dia sudah membooking kemudian mendapatkan nomor 86 dan saat menyampaikannya kepada saya waktu menunjukkan waktu makan siang, dia belum mendapatkan.panggilan, katanya baru sampai nomor 57.

Menurut saya, proses pendaftaran kepersertaan BPJS Kesehatan di Depok akan lebih baik lagi apabila :
1. Kantor BPJS dibuat seperti kantor Samsat
2. Kantor BPJS Kesehatan musti ada petugas Customer Service
3. Formulir 1 dan 2 lebih diperbanyak stoknya

Melalui blog ini saya juga sampaikan ;

Persyaratan Kartu BPJS Hilang

1 Foto Kopi KTP
2. Foto Kopi Kartu Keluarga
3. Foto Kopi SK Pegawai/Pensiunan Terakhir
4. Meterai 6000 / jika tidak ada Surat Keterangan Hilang dari Polsek
5. Mengisi Formulir Isian

BPJS Kesehatan sangat bermanfaat buat seluruh masyarakat Indonesia maka yang belum menjadi peserta lebih baik segera mendaftarkan diri dan keluarganya khususnyanya bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah karena Pekerja Penerima Upah diluar peserta Jamsostek akan didaftarkan oleh perusahaan dan menjadi peserta mulai 1 Januari 2015.

Salam Berdaya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.588 pengikut lainnya.